Kajian penelitian mengungkapkan bahwa kawasan pecinan ini memiliki kekayaan budaya yang mencakup arsitektur tradisional, kuliner khas, dan berbagai tradisi serta festival Tiongkok yang dapat dikemas menjadi daya tarik wisata. Andi Harun menyatakan komitmennya untuk mendukung dan mempercepat realisasi pengembangan kawasan tersebut.
Sebelumnya, Wakil Rektor Universitas Kristen Maranatha Bandung, Jawa Barat, Krismanto Kusbiantoro, mengungkapkan hasil penelitian yang mendukung pengembangan kawasan pecinan di Samarinda sebagai destinasi wisata budaya.
Dalam paparannya, Krismanto menjelaskan tujuan penelitian yang meliputi identifikasi potensi tujuan berkunjung, pemahaman preferensi wisatawan, analisis dampak sosial dan ekonomi, serta identifikasi tantangan dan peluang.
Berdasarkan analisis mereka, terdapat lima titik kawasan di mana mayoritas masyarakat Tionghoa bermukim, yakni kawasan sekitar Pasar Pagi, kawasan Citra Niaga, dan kawasan sekitar Pelabuhan, dengan kelenteng Thien Ie Kong sebagai ikon utamanya.
Pecinan Samarinda, dalam perspektif Fengshui, diibaratkan sebagai seekor naga, dengan kepala naga berada di daerah perniagaan di dataran rendah yang berhadapan langsung dengan sungai Mahakam, sementara ekor naganya berada di daerah dataran yang lebih tinggi yang digunakan sebagai Kuburan Tionghoa yakni Balaikota pada jaman dahulu.
Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif dan merupakan studi kasus. Lokasi dan waktu penelitian meliputi beberapa titik strategis di Samarinda pada 23-28 Maret 2024.
Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pihak terkait seperti pemerintah, pelaku usaha, masyarakat sekitar, dan wisatawan Samarinda, sedangkan data sekunder berupa dokumen dan arsip terkait. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara, dokumentasi, dan observasi, dengan validitas data dijamin melalui triangulasi metode dan sumber, serta analisis data menggunakan model analisis interaktif.
Menurut Kris, berdasarkan hasil wawancara dan observasi dengan berbagai pihak terkait, tampaknya perencanaan pembangunan pecinan memiliki potensi besar untuk direalisasikan. Penelitian ini memberikan landasan yang kuat bagi pengembangan kawasan pecinan sebagai destinasi wisata budaya di Samarinda
Editor: Maruly Z