Disela upaya pencarian tersebut, tim mendapatkan informasi adanya penemuan jasad berjenis kelamin laki-laki di Sungai Mahakam, di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Teluk Leong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, tepatnya di dermaga Pertamina.
Kondisi saat ditemukan jasad tersebut hanya terlihat kepala diantara tumpukan sampah-sampah sekitar pukul 14.00 WITA. "Saat kami upaya pencarian anak tenggelam, sekitar jam dua, dapat informasi ditemukan mayat mengapung di wilayah Karang Asam, tepatnya sekitar dermaga Pertamina," ungkap Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda Riqi Efendi saat ditemui di posko pencarian.
Pasca menerima informasi tersebut tim pun langsung menuju ke lokasi dimaksud, dan saat mereka tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), langsung dilakukan evakuasi.
"Dari rekan-rekan Sat Polairud Polresta Samarinda melakukan identifikasi awal, saat dicek ternyata jasad itu bukan target operasi kami, yang titiknya di Teluk Lerong," sebutnya.
"Melihat dari ciri-cirinya, yang ditemukan ini orang dewasa, bukan target kami usia 13 tahun. Dan itu sudah kami sampaikan ke pihak Kepolisian, sehingga langsung dibawa ke rumah sakit guna dilakukan visum, karena identitas masih Mr X," sambungnya.
Untuk ciri-ciri jasad yang ditemukan tersebut Riqi menyebutkan menggunakan pakaian kaos warna hitam, jasad diperkirakan sudah dua hari, dan berjenis kelamin laki-laki. "Kalau untuk usianya sekitar 30-35 tahun," imbuhnya.
Riqi pun menambahkan bahwa, lantaran jasad yang ditemukan bukan target operasi, upaya pencarian masih dilanjutkan, dengan radius sejauh 4 km. "Ini kami fokus penyisiran, di permukaan Jembatan Mahkota," tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, remaja laki-laki atas nama Fahri (13) datang bersama teman-temannya ke dermaga dekat taman Teluk Lerong Garden di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Teluk Lerong Ilir Kecamatan Samarinda Ulu untuk berenang, Sabtu (22/6) sekitar pukul 17.20 WITA. Tetapi, lantaran arus sungai deras, korban yang saat itu turun ke sungai lebih dahulu, tiba-tiba terbawa arus Sungai Mahakam.
Editor: Maruly Z