Kepala Desa Prangat
Selatan, Sarkono mengatakan, persoalan listrik yang dihadapi RT 16 sudah
terjadi ketika ia belum dilantik memimpin desa tersebut. Pasalnya,
lokasi RT 16 jauh dari jangkauan mencapai tujuh kilometer dari pemukiman
masyarakat.
Setelah ia dilantik 2023 lalu dan melihat
permasalahan listrik yang tak kunjung selesai, ia mengajukan kepada
Bupati Kukar Edi Damansyah untuk diberikan aliran listrik di RT 16
tersebut.
“Melalui proses yang panjang, pada masa pengajuan ke
bapak bupati, akhirnya diberikan melalui PT PLN wilayah Kalimantan Timur
pengajuan listrik desa,” jelasnya, Selasa (25/6/2024).
Jaringan
aliran listrik yang mengalami kendala, bukan hanya di Desa Prengat
Selatan, tetapi juga di Desa Sambera, tepatnya di RT 16. Tepat pada
Kamis (6/6/2024) lalu, pihaknya telah mendapatkan jaringan listrik dari
PT PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan Wilayah Kalimantan Timur
(Kaltim), dan tentunya kabar ini menjadi angin segar bagi masyarakat
karena kebutuhan primer yang ditunggu-tunggu telah tiba.
Sarkono
mengatakan, saat ini seluruh RT di Desa Prengat Selatan telah dialiri
listrik dengan baik. “Upaya pemerataan jaringan listrik ini telah
dilaksanakan, tinggal masyarakat saja yang menyambungkan ke rumah
masing-masing kini 100 persen sudah terjangkau listrik,” pungkasnya.
Editor: Maruly Z