Rabu, 16/09/2026
Rabu, 16/09/2026
Kabut asap tebal selimuti Kecamatan Tenggarong. (Dok. Muhammad Anshori/Korankaltim.com)
Rabu, 16/09/2026

Kabut asap tebal selimuti Kecamatan Tenggarong. (Dok. Muhammad Anshori/Korankaltim.com)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memperburuk kualitas udara di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, Taupiq, mengatakan kabut asap tersebut berasal dari sisa asap kebakaran di Dusun Bengkinang, Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong. “Selama tiga hari berturut-turut kebakaran di Dusun Bengkinang, Loa Tebu, dampaknya saat vegetasi hutan atau lahan disiram air, uap asap akan menebal,” kata Taupiq, Rabu (16/9/2026).
Ia menyebut, DLHK Kukar akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi udara. Saat ini, pihaknya dinilai telah melakukan pengujian sampel udara di tiga titik serta memperluas jangkauan pemantauan ke beberapa kecamatan.
“Kami juga mengambil sampel udara di wilayah Kecamatan Sangasanga. Kalau untuk wilayah seperti Tabang kami bekerja sama dengan PT Bayan Group untuk melakukan pengujian. Seluruh pembaruan data hasil sampel ini nanti disampaikan secara berkala kepada publik melalui akun Instagram resmi DLHK Kukar,” ujarnya.
Terkait langkah penanganan cuaca saat ini, Pemkab Kukar telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) untuk meminta masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan wajib menggunakan masker jika terpaksa harus keluar rumah. “BPBD Kukar bersama sejumlah organisasi relawan sudah mulai membagikan masker gratis kepada para pengendara di jalan raya untuk menekan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA),” ungkapnya.
DLHK Kukar memprediksi asap dampak karhutla ini akan berlangsung hingga empat hari ke depan. Pihaknya juga berharap dalam waktu dekat turun hujan dengan intensitas merata di wilayah Kukar.
“Guyuran hujan akan jadi solusi paling efektif untuk menyapu bersih partikel kabut asap dan memadamkan sisa-sisa bara api yang masih terperangkap di dalam tanah,” tutupnya.
Editor: Erwin
Rabu, 16/09/2026
Kabut asap tebal selimuti Kecamatan Tenggarong. (Dok. Muhammad Anshori/Korankaltim.com)
TERPOPULER