Minggu, 20/09/2026
Minggu, 20/09/2026
Pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat dalam rangkaian perayaan 100 tahun karya misi MSF di Barong Tongkok. (Foto: Adi/Korankaltim.com)
Minggu, 20/09/2026

Pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat dalam rangkaian perayaan 100 tahun karya misi MSF di Barong Tongkok. (Foto: Adi/Korankaltim.com)
Penulis: Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Perayaan 100 tahun karya misi Missionarii Sacrae Familiae (MSF) di Kalimantan dan Indonesia tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah.
Semangat satu abad karya tersebut juga diwujudkan melalui pelayanan sosial yang menyentuh masyarakat di Kabupaten Kutai Barat (Kubar).
Bakti sosial digelar di Paroki Kristus Raja Barong Tongkok, Minggu (20/9/2026), dengan sejumlah kegiatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian 100 paket sembako, hingga Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kubar.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan 100 tahun karya misi MSF yang telah berlangsung sejak awal tahun. Sebelumnya, rangkaian kegiatan diisi napak tilas perjalanan misi, temu orang muda, seminar dan kegiatan sosial. Puncak perayaan dijadwalkan berlangsung pada 15-18 Oktober 2026 di Taman Budaya Sendawar (TBS).
Karya misi MSF di Kalimantan bermula di Laham pada 1926. Dalam perjalanan satu abad, karya tersebut tidak hanya berkaitan dengan pewartaan iman, tetapi juga menyentuh bidang pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Pastor Paroki Santo Paulus Lambing sekaligus Unio MSF Sendawar, Pastor Vinsensius Dus, MSF, mengatakan kegiatan sosial menjadi salah satu bentuk nyata untuk memaknai perjalanan panjang karya MSF.
“Berjalan bersama ini salah satu aksi nyatanya kita berbagi berkat. Berbagi berkat ini bentuk solidaritas, terutama untuk mereka yang lansia, sudah tua, yang kekurangan dan sebagainya,” ujarnya.
Sementara itu, Pastor Paroki Kristus Raja Barong Tongkok sekaligus Ketua Umum, Pastor Petrus Prillion, MSF, mengatakan peringatan 100 tahun tersebut tidak hanya dimaksudkan untuk mengenang sejarah, tetapi juga menggali kembali semangat karya misi yang telah berlangsung selama satu abad.
Menurut Petrus, rangkaian kegiatan dirancang sekitar 10 bulan, mulai Januari hingga Oktober. Selain kegiatan sosial, terdapat napak tilas, temu orang muda, seminar dan berbagai kegiatan lainnya. Puncak rangkaian akan berlangsung pada 15-18 Oktober di TBS.
“Maknanya jauh lebih dalam sekadar sebagai orang Katolik. Misi awal itu bukan hanya untuk gereja, tetapi untuk masyarakat, khususnya di pedalaman Kalimantan,” katanya.
Menurutnya, perjalanan karya MSF juga melahirkan kontribusi dalam bidang pendidikan dan kesehatan serta pemberdayaan masyarakat. Karena itu, momentum satu abad tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan atau euforia, tetapi menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali semangat pelayanan.
Di Barong Tongkok, semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat.
Koordinator Seksi Acara, Edna Bonawati, mengatakan pelayanan sosial dalam rangkaian 100 tahun MSF memang diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Dalam kegiatan 100 tahun ini, kami menyadari bahwa layanan yang kita berikan harus bisa menyentuh masyarakat,” katanya.
Selain pemeriksaan kesehatan gratis dan pemberian sembako bagi keluarga tidak mampu serta lansia, panitia menggandeng Dinas Ketahanan Pangan Kubar dalam pelaksanaan GPM.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kubar, Rion, mengatakan pemerintah daerah turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Dukungan diberikan antara lain untuk membantu meringankan beban panitia dan masyarakat melalui penyediaan sejumlah komoditas pangan.
Komoditas yang disediakan dalam GPM antara lain beras SPHP, beras premium, minyak goreng, telur, gula, bawang merah dan bawang putih.
Menurutnya, kegiatan GPM sebelumnya juga telah dilaksanakan di Paroki Tering dan Lambing. Pemerintah daerah juga akan kembali hadir melalui GPM dalam rangkaian kegiatan di TBS saat puncak perayaan Oktober mendatang.
Pelayanan sosial juga mencakup bidang kesehatan. Koordinator Kesehatan, Dr Nyoman, mengatakan kegiatan pelayanan kesehatan sebelumnya juga pernah dilakukan melalui kerja sama dengan rumah sakit, sedangkan untuk kegiatan hari ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan.
Pelayanan yang diberikan tidak hanya melibatkan dokter umum, tetapi juga dokter spesialis.
“Di dalam pelayanan kesehatan ini kita tidak hanya melakukan pelayanan dokter umum, juga ada dokter spesialis. Ada spesialis anak, paru, THT, ada juga kandungan,” ujarnya.
Sebelumnya, rangkaian kegiatan sosial dalam peringatan 100 tahun karya misi MSF juga diisi dengan kegiatan donor darah.
Rangkaian peringatan 100 tahun karya misi MSF di Kalimantan dan Indonesia akan berlanjut hingga puncak kegiatan pada Oktober 2026. Selain menjadi momentum mengenang perjalanan satu abad, rangkaian kegiatan tersebut juga diwujudkan melalui pelayanan yang terbuka dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Editor: Erwin
Minggu, 20/09/2026
Pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat dalam rangkaian perayaan 100 tahun karya misi MSF di Barong Tongkok. (Foto: Adi/Korankaltim.com)
TERPOPULER