Minggu, 20/09/2026

Pneumonia dan Bronkitis Dominasi Kasus Pernapasan di RSUD IA Moeis Samarinda

Minggu, 20/09/2026

Edukasi pasien di ruang tunggu Puskesmas Lempake tentang bahaya asap akibat karhutla dan pentingnya menggunakan masker. (Foto: Dok.Dinkes Samarinda)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Pneumonia dan Bronkitis Dominasi Kasus Pernapasan di RSUD IA Moeis Samarinda

Minggu, 20/09/2026

logo

Edukasi pasien di ruang tunggu Puskesmas Lempake tentang bahaya asap akibat karhutla dan pentingnya menggunakan masker. (Foto: Dok.Dinkes Samarinda)

Penulis: Ayu Norwahliyah

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Perubahan kualitas udara yang dinamis di Kota Samarinda membuat masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan pernapasan. 

Setelah sempat memburuk hingga kategori sangat buruk dan berbahaya pada 17–19 September 2026, kondisi udara tercatat berbalik ke kategori baik pada Minggu (20/9/2026) pukul 12.00 WITA, dengan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) 28 serta parameter kritis PM2.5.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, Ismed Kusasih menyampaikan, pihaknya terus mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruang serta menganjurkan penggunaan masker guna meminimalkan risiko penyakit pernapasan saat fluktuasi kualitas udara terjadi.

“Karena ini salah satu cara untuk mengurangi (peningkatan penyakit),” kata Ismed, Minggu (20/9/2026).

Berdasarkan data Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Inche Abdoel (IA) Moeis periode Juli hingga September 2026 (berjalan), kasus gangguan pernapasan didominasi oleh penderita bronkitis dewasa dan pneumonia, baik di unit Gawat Darurat (IGD) maupun Rawat Inap.

Pada layanan Gawat Darurat, pasien bronkitis dewasa tercatat sebanyak 127 kasus pada Juli, melandai ke 119 kasus di Agustus, dan turun menjadi 75 kasus pada September. 

Sementara itu, kasus pneumonia di IGD sempat meningkat menjadi 140 pasien pada Agustus dari sebelumnya 100 pasien pada Juli, lalu menyusut ke angka 57 kasus pada September.

Adapun diagnosis IGD lainnya, kasus bronkitis anak terdata 2 kasus pada Juli, meningkat ke 14 kasus di Agustus, dan menjadi 5 kasus pada September. Sementara itu, pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) serta asma mencatatkan angka yang sama, yaitu 7 kasus pada Juli, lalu menyusut menjadi 3 kasus di Agustus dan 2 kasus pada September.

Pada unit Rawat Inap, pasien pneumonia mencatatkan angka tertinggi, yakni 89 kasus pada Juli, 91 kasus pada Agustus, dan 33 kasus pada September. Disusul bronkitis dewasa sebanyak 38 kasus pada Juli, 33 kasus di Agustus, serta 14 kasus pada September.

Sementara itu, rawat inap penderita asma tercatat 6 kasus pada Juli, 10 kasus di Agustus, dan 7 kasus pada September. Untuk kasus PPOK rawat inap terdata 8 kasus pada Juli, 9 kasus di Agustus, serta 4 kasus pada September. Adapun kasus bronkitis anak rawat inap relatif paling rendah, yakni 3 kasus pada Juli, 2 kasus di Agustus, dan 1 kasus pada September.

Rincian data tersebut menggambarkan pergerakan kasus pernapasan di RSUD IA Moeis Samarinda masih didominasi oleh pneumonia dan bronkitis dewasa.

Kendati demikian, Ismed memastikan kesiapan fasilitas pengobatan maupun alat kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan kasus tidak mengalami kendala, khususnya ketersediaan bahan habis pakai.

“Karena dari Pemkot Samarinda juga ada anggaran untuk kesiapsiagaan terhadap (kemarau) ini,” pungkasnya. 

Editor: Erwin

Pneumonia dan Bronkitis Dominasi Kasus Pernapasan di RSUD IA Moeis Samarinda

Minggu, 20/09/2026

Edukasi pasien di ruang tunggu Puskesmas Lempake tentang bahaya asap akibat karhutla dan pentingnya menggunakan masker. (Foto: Dok.Dinkes Samarinda)

Share

Berita Terkait