Senin, 02/10/2023

Beras Penyumbang Inflasi Tertinggi di Kalimantan Timur

Senin, 02/10/2023

Beras menjadi penyumbang inflasi terbesar di Kaltim. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Beras Penyumbang Inflasi Tertinggi di Kalimantan Timur

Senin, 02/10/2023

logo

Beras menjadi penyumbang inflasi terbesar di Kaltim. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur merilis inflasi  September 2023 bulan lalu  dimana Benua Etam mengalami inflasi 0,12 persen, merupakan inflasi bulanan (m-to-m) dari dua kota yang dilakukan di Samarinda dan Balikpapan. Inflasi didominasi kelompok makanan yaitu beras sebesar 0,1370 persen.

Kepala BPS Kalimantan Timur Yusniar Juliana mengatakan, inflasi yang terjadi ini memiliki beberapa indikator yaitu kenaikan harga BBM,  gagal panen akibat dampak El Nino yang menyebabkan kemarau panjang sehingga petani mengalami krisis pasokan air bagi sektor pertanian menjadi berkurang secara signifikan dan kebijakan pemerintah terhadap gejolak inflasi.

“Catatan peristiwa itu menjadi indikator terhadap perkembangan inflasi di Kaltim dan inflasi tertinggi berada pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,32 persen,” kata Yusniar kepada Korankaltim.com Senin (2/10/2023).

Ditingkat nasional saat ini mengalami inflasi sebesar 0,19 persen.  Dibandingkan dengan Agustus 2022 lalu inflasi ini cenderung lebih rendah. Hal ini disebabkan karena pada September 2022 terjadi kenaikan harga BBM sekitar 30 persen.

“Saat itu ada pola yang berbeda pada harga BBM dan untuk di bulan ini ada ppenyesuaian harga, tapi presentasinya lebih rendah dari pada September 2022 lalu,” bebernya.

Inflasi di Kaltim berdasarkan kelompok pengeluaran yaitu inflasi tertinggi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,32 persen dan memberikan andil sebesar 0,0913 persen.

Selain itu juga terdapat kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan harga atau deflasi pada semptember 2023 yaitu pada kelompok pengeluaran kesehatan yang mengalami penurunan sebesar 0,09 persen dengan andil inflasi minus 0,027 persen.

Secara bulan ke bulan, kelompok makanan yang menyumbang inflasi didominasi oleh beras sebesar 0,1370 persen, ikan layang sebesar 0,0642 persen, kacang panjang–jagung manis sebesar 0,03 persen dan bensin sebesar 0,0306 persen. Sementara yang mengalami penurunan harga adalah daging ayam ras, cabai rawit, angkutan udara, bawang merah dan kangkung.

Editor: Aspian Nur


Beras Penyumbang Inflasi Tertinggi di Kalimantan Timur

Senin, 02/10/2023

Beras menjadi penyumbang inflasi terbesar di Kaltim. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait