Rabu, 01/07/2026

Impor Kaltim Anjlok 63 Persen, Penurunan Didominasi Impor Migas

Rabu, 01/07/2026

Salah Rig pengeboran lepas pantai yang ada di Kaltim. (Foto: Dok.Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Impor Kaltim Anjlok 63 Persen, Penurunan Didominasi Impor Migas

Rabu, 01/07/2026

logo

Salah Rig pengeboran lepas pantai yang ada di Kaltim. (Foto: Dok.Korankaltim.com)

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat nilai impor provinsi ini pada Mei 2026 mengalami penurunan tajam. 

Total impor tercatat sebesar 310,68 juta dolar AS, atau turun 63 persen dibandingkan April 2026 yang mencapai 839,74 juta dolar AS.

Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, mengatakan penurunan impor dipengaruhi melemahnya impor migas maupun nonmigas. Impor migas pada Mei 2026 tercatat sebesar 240,95 juta dolar AS, turun 67,91 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara impor nonmigas mencapai 69,73 juta dolar AS, atau turun 21,65 persen dari April 2026.

“Nilai impor Provinsi Kalimantan Timur pada Mei 2026 tercatat sebesar 310,68 juta dolar AS, atau turun sebesar 63 persen dibandingkan April 2026. Penurunan ini disebabkan turunnya nilai impor migas maupun nonmigas,” ujar Mas’ud Rifai dalam rilis resmi BPS Kaltim, Rabu (1/6/2026).

Secara tahunan, impor Kaltim juga mengalami kontraksi sebesar 25,32 persen dibandingkan Mei 2025. Penurunan terjadi pada impor migas maupun nonmigas, meski impor hasil minyak masih mencatat kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada kelompok nonmigas, penurunan terbesar berasal dari impor mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya yang turun 8,01 juta dolar AS atau 29,89 persen. Selain itu, impor kapal, perahu, dan struktur terapung turun 77,39 persen, sedangkan impor karet dan barang dari karet turun 62,43 persen. Sebaliknya, impor pupuk meningkat 81,56 persen menjadi 21,95 juta dolar AS.

Dari sisi negara asal, total impor nonmigas dari 13 negara utama turun 6,78 persen menjadi 61,32 juta dolar AS. Penurunan terutama berasal dari Malaysia, Amerika Serikat, dan Singapura. Sementara Australia dan Rusia justru mencatat peningkatan nilai impor pada Mei 2026.

Menurut golongan penggunaan barang, impor Kaltim masih didominasi bahan baku dan penolong dengan nilai 298,52 juta dolar AS. Namun, dibandingkan April 2026, impor kelompok ini turun 63,47 persen, disusul barang modal yang turun 46,69 persen dan barang konsumsi sebesar 14,58 persen.

Mas’ud Rifai menambahkan, meski impor mengalami penurunan signifikan, kondisi tersebut turut mendorong surplus neraca perdagangan Kalimantan Timur pada Mei 2026 menjadi 1,51 miliar dolar AS. 

“Surplus berasal dari sektor nonmigas sebesar 1,62 miliar dolar AS, sementara sektor migas masih mencatat defisit 104,13 juta dolar AS,” pungkasnya.

Editor: Erwin

Impor Kaltim Anjlok 63 Persen, Penurunan Didominasi Impor Migas

Rabu, 01/07/2026

Salah Rig pengeboran lepas pantai yang ada di Kaltim. (Foto: Dok.Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait