Minggu, 10/05/2026

KalaFest 2026 Dorong UMKM Kaltim Naik Kelas Lewat Digitalisasi dan Pembiayaan Syariah

Minggu, 10/05/2026

Pembukaan KalaFest tahun 2026 di Islamic Center. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

KalaFest 2026 Dorong UMKM Kaltim Naik Kelas Lewat Digitalisasi dan Pembiayaan Syariah

Minggu, 10/05/2026

logo

Pembukaan KalaFest tahun 2026 di Islamic Center. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Pengembangan UMKM menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan Kaltim Halal Festival (KalaFest) yang digelar di Islamic Center Samarinda pada 8-10 Mei 2026.

Ajang tahunan yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Pemerintah Provinsi Kaltim dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) itu dinilai menjadi ruang strategis memperkuat daya saing pelaku usaha lokal.

Sebanyak 150 UMKM terkurasi dan bersertifikasi halal dilibatkan dalam kegiatan tersebut melalui berbagai agenda pameran, business matching, hingga edukasi keuangan syariah. Kehadiran pelaku usaha lokal itu menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem industri halal yang lebih kuat di Kalimantan Timur.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim, Jajang Hermawan, mengatakan penguatan ekonomi syariah tidak hanya berbicara sektor keuangan, tetapi juga menyangkut pengembangan kapasitas UMKM agar mampu bertahan dan bersaing di tengah perubahan ekonomi.

“KalaFest menjadi ruang kolaborasi untuk merangkum berbagai program pengembangan ekonomi syariah, sekaligus memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi UMKM halal di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Ia menyebut, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah, KDEKS, dan berbagai mitra strategis terus memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah melalui penguatan literasi, digitalisasi, hingga akses pembiayaan produktif bagi pelaku usaha.

Selain menghadirkan expo dan bazar syariah, BI Kaltim bersama mitra strategis turut menjalankan sejumlah program penguatan UMKM, mulai dari pendampingan sertifikasi halal self-declare, pengembangan ekosistem pangan halal, hingga penguatan literasi wakaf.

Program BIMA ETAM atau Business Matching serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM juga kembali diperkuat. Program yang berjalan sejak 2025 itu disebut telah diikuti lebih dari 1.000 UMKM dan mendorong akses pembiayaan produktif bagi pelaku usaha lokal.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menilai ekonomi syariah kini berkembang menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah yang inklusif dan berkeadilan.

“Ekonomi syariah bukan lagi sekadar alternatif, tetapi sudah menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

Ia menyebut posisi Kaltim sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) membuka peluang besar bagi pengembangan industri halal, terutama pada sektor UMKM, jasa keuangan syariah, hingga dana sosial syariah.

Rangkaian KalaFest 2026 berlangsung selama tiga hari dengan menghadirkan berbagai kegiatan seperti Sharia Forum, seminar ekonomi syariah, kompetisi, business matching pembiayaan syariah, gerakan pangan murah, hingga tabligh akbar bersama Ustadz Maulana dan penampilan Haddad Alwi pada penutupan acara.

Editor: Erwin

KalaFest 2026 Dorong UMKM Kaltim Naik Kelas Lewat Digitalisasi dan Pembiayaan Syariah

Minggu, 10/05/2026

Pembukaan KalaFest tahun 2026 di Islamic Center. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait