Rabu, 24/06/2026
Rabu, 24/06/2026
Aktivitas jual beli di dalam gedung Pasar Pagi. (Foto: Ayu/KoranKaltim.com)
Rabu, 24/06/2026

Aktivitas jual beli di dalam gedung Pasar Pagi. (Foto: Ayu/KoranKaltim.com)
Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM,SAMARINDA - Lesunya aktivitas perdagangan di gedung baru Pasar Pagi Samarinda ternyata tidak hanya dipengaruhi oleh minimnya jumlah pengunjung. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menemukan masih banyak petak toko yang belum beroperasi meski seluruh pedagang telah menerima hak penggunaan lapak.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah kios di lantai lima, enam hingga tujuh masih terlihat tertutup. Kondisi ini membuat roda niaga di dalam pasar belum berlangsung secara optimal.
“Yang paling utama bagi kami adalah bagaimana mereka (pedagang) yang sudah mendapat lapak itu harus segera berjualan,” kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda Nurrahmani, yang akrab disapa Yama.
Disdag Samarinda bahkan telah menerbitkan pengumuman tertanggal 18 Juni 2026 yang meminta seluruh penerima fasilitas segera mengambil kunci dan menempati lokasi tersebut. Pedagang yang tidak menunjukkan komitmen untuk berniaga berpotensi kehilangan hak penggunaan tempat usaha itu.
Dari sekitar 2.500 unit yang tersedia, saat ini masih terdapat 1.500 kios yang belum aktif beroperasi. Sebagian pedagang telah mengambil kunci tetapi belum membuka usaha, sedangkan sebagian lainnya belum diketahui alasan belum mengaktifkan lapaknya.
“Kalau memang tidak dimanfaatkan kami tarik saja dan berikan kepada pedagang yang berminat,” tegasnya.
Kesempatan masih diberikan hingga akhir Agustus 2026 bagi para pemilik lapak untuk menunjukkan keseriusan mereka. Apabila sampai batas waktu tersebut tidak ada aktivitas niaga, ruang yang kosong akan dipertimbangkan untuk dialihkan kepada pihak lain yang siap beroperasi.
Semakin banyak pedagang yang aktif, peluang mendatangkan pembeli juga kian besar. Karena itu, pihaknya saat ini lebih memprioritaskan upaya menghidupkan seluruh petak dagangan dibandingkan menyiapkan program promosi khusus, seperti dengan menurunkan harga barang karena promosi akan lebih efektif apabila semua kios telah aktif sehingga pilihan barang yang tersedia bagi masyarakat juga semakin lengkap.
“Promosi sudah beberapa kali dilakukan. Namun, tidak mungkin kita yang menurunkan harga, kasihan pedagang. Terpenting sekarang adalah mengaktifkan terlebih dahulu,” ucap Yama.
Editor: Aspian Nur
Rabu, 24/06/2026
Aktivitas jual beli di dalam gedung Pasar Pagi. (Foto: Ayu/KoranKaltim.com)
TERPOPULER