Jumat, 02/05/2025

Demi Kepentingan yang Lebih Besar, Pemkot Samarinda Tetap Lanjutkan Relokasi Pasar Subuh ke Jalan PM Noor

Jumat, 02/05/2025

Kondisi terkini Pasar Subuh di Jalan Yos Sudarso. (Foto : Ayu/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Demi Kepentingan yang Lebih Besar, Pemkot Samarinda Tetap Lanjutkan Relokasi Pasar Subuh ke Jalan PM Noor

Jumat, 02/05/2025

logo

Kondisi terkini Pasar Subuh di Jalan Yos Sudarso. (Foto : Ayu/Korankaltim.com)

Penulis: Ayu Norwahliyah

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menegaskan akan tetap melanjutkan rencana relokasi Pasar Subuh dari Jalan Yos Sudarso ke Pasar Beluluq Lingau di Jalan PM Noor pada 4 Mei hari Minggu lusa meskipun mendapat penolakan dari sejumlah pedagang yang menilai pasar lama telah menjadi bagian dari identitas sosial warga kota.

Pasar Subuh selama ini dikenal sebagai satu-satunya pusat perdagangan kebutuhan non halal di Samarinda yang tumbuh secara mandiri. Para pedagang menilai lokasi baru tidak mewakili karakter pasar yang sudah terbentuk selama puluhan tahun, dan mendesak pemerintah lebih mengutamakan penataan ketimbang pemindahan.

Namun Wali Kota Samarinda Andi Harun menjelaskan, proses relokasi sudah melalui sosialisasi sejak Oktober 2023 dan telah mendapat persetujuan dari sebagian besar pedagang pada awalnya.

“Sebelum terjadi kepengurusan baru di paguyuban Pasar Subuh mereka sebenarnya sudah sepakat tapi dengan bergantinya pengurus, muncul dinamika dan itu sesuatu yang wajar,” kata Andi Harun kepada Korankaltim.com Jumat (2/5/2025) hari ini.

Semua pihak diajak melihat relokasi sebagai bagian dari upaya membenahi kawasan perdagangan kota demi menciptakan ruang usaha yang tertib dan nyaman.

“Ini bukan soal pergeseran semata, tapi bagian dari penataan kota yang lebih besar. Kita ingin Samarinda menjadi hub jasa dan perdagangan yang kuat,” tegasnya.

Kebijakan ini tidak semata-mata berasal dari pemerintah, melainkan lahir dari kebutuhan kota yang terus berkembang. “Mari lihat sisi positifnya. Saya yakin secara manusiawi ada satu dua yang kecewa, tapi saya mengajak melihatnya dari kepentingan yang lebih besar,” ungkap Andi Harun.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda Nurrahmani meyakinkan relokasi akan memberi manfaat jangka panjang bagi pedagang mengingat Pasar Beluluq Lingau telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang yang lebih representatif.

“Lapaknya bersih dan tertata rapi, sudah ada genset untuk mendukung aktivitas juga IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah),” jelas Yama, sapaan akrab Nurrahmani.

Pemetaan penempatan komoditas juga sudah dilakukan, diantaranya dengan memastikan produk babi tidak berdekatan dengan ikan, agar pengunjung merasa nyaman berbelanja. “Kami juga sudah memetakan komoditasnya supaya pembeli tidak ragu,” jelasnya.

Untuk mendorong minat pembeli, Disdag Samarinda juga akan menggelar pasar murah terbuka untuk umum di lokasi baru.  Langkah ini juga akan didukung oleh promosi melalui media sosial dan berbagai konten digital yang dikembangkan oleh pengelola pasar.

“Kami terus melakukan berbagai upaya agar minat masyarakat tumbuh, termasuk lewat ajakan dan promosi di media sosial,” tutup Yama.

Editor: Aspian Nur

Demi Kepentingan yang Lebih Besar, Pemkot Samarinda Tetap Lanjutkan Relokasi Pasar Subuh ke Jalan PM Noor

Jumat, 02/05/2025

Kondisi terkini Pasar Subuh di Jalan Yos Sudarso. (Foto : Ayu/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait