Minggu, 12/07/2026

Edukasi Geologi Jadi Kunci, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Makin Dekat Jadi Geopark Nasional

Minggu, 12/07/2026

Tim Verifikator bersama Disbudpar Berau saat mengunjungi dan melakukan penilaian di Keraton Sambaliung, Berau. (Foto: Dok.Disbudpar Berau)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Edukasi Geologi Jadi Kunci, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Makin Dekat Jadi Geopark Nasional

Minggu, 12/07/2026

logo

Tim Verifikator bersama Disbudpar Berau saat mengunjungi dan melakukan penilaian di Keraton Sambaliung, Berau. (Foto: Dok.Disbudpar Berau)

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Peluang Geopark Sangkulirang-Mangkalihat meraih status Geopark Nasional semakin terbuka.

Hasil verifikasi lapangan yang dilakukan tim verifikator menunjukkan sebagian besar geosite di Kabupaten Berau telah memiliki fondasi pengelolaan yang baik, mulai dari pengembangan pariwisata, konservasi, hingga pemberdayaan masyarakat. Tantangan yang tersisa kini terletak pada penguatan aspek edukasi geologi sebagai identitas utama sebuah geopark.

Ketua Tim Verifikator Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, Prof Mega Fatimah Rosana menjelaskan tim telah melakukan penilaian lapangan selama lima hari di wilayah Kabupaten Kutai Timur hingga Kabupaten Berau. Dari sejumlah geosite yang menjadi sampel penilaian, kesiapan kawasan dinilai menunjukkan perkembangan positif.

“Secara umum kesiapannya sudah cukup bagus, meski masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan kawasan tidak lagi hanya berorientasi pada sektor wisata. Keberhasilan geopark justru ditentukan oleh kemampuan setiap geosite menyampaikan nilai ilmiah yang dimiliki sehingga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat maupun wisatawan.

Ia mencontohkan Labuan Cermin yang selama ini dikenal karena fenomena air asin dan air tawar dalam satu kawasan. Keunikan tersebut dinilai memiliki nilai geologi tinggi, namun informasi ilmiahnya masih perlu diperkuat agar pengunjung memahami proses alam yang melatarbelakanginya.

“Pengunjung tidak hanya menikmati wisata, tetapi juga memahami nilai geologinya,” katanya.

Selain Labuan Cermin, Mega juga mengapresiasi pengelolaan Taman Sungai Dumaring yang dinilai telah memadukan unsur konservasi, pendidikan, pariwisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Model pengelolaan tersebut dianggap sejalan dengan konsep pengembangan geopark yang berkelanjutan.

Ia juga menilai keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan menjadi modal penting menuju Geopark Nasional. Menurutnya, pendekatan pengembangan geopark memang mengutamakan inisiatif masyarakat atau bottom-up, sehingga keberhasilan kawasan tidak hanya bergantung pada pemerintah.

“Saya sangat mengapresiasi keterlibatan masyarakat. Itu menjadi modal awal yang sangat baik,” tuturnya. (*/kk)

Edukasi Geologi Jadi Kunci, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Makin Dekat Jadi Geopark Nasional

Minggu, 12/07/2026

Tim Verifikator bersama Disbudpar Berau saat mengunjungi dan melakukan penilaian di Keraton Sambaliung, Berau. (Foto: Dok.Disbudpar Berau)

Share

Berita Terkait