Kamis, 05/06/2025

Hasil Kongres PSSI Tegaskan Asprov, Askot dan Askab jadi Ujung Tombak Pembinaan Sepak Bola Nasional

Kamis, 05/06/2025

Pembukaan Kongres Biasa PSSI 2025 yang berlangsung di Jakarta, memunculkan hasil terbaik demi kemajuan sepakbola nasional (dokantaranews)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Hasil Kongres PSSI Tegaskan Asprov, Askot dan Askab jadi Ujung Tombak Pembinaan Sepak Bola Nasional

Kamis, 05/06/2025

logo

Pembukaan Kongres Biasa PSSI 2025 yang berlangsung di Jakarta, memunculkan hasil terbaik demi kemajuan sepakbola nasional (dokantaranews)

KORANKALTIM,COM, JAKARTA - Asosiasi Provinsi PSSI (Asprov), Asosiasi Kota (Askot) dan Asosiasi Kabupaten (Askab) dipastikan memegang peranan besar untuk membangun sepak bola Indonesia secara merata.

Hal ini terungkap dari hasil Kongres Biasa PSSI 2025 yang berlangsung di Jakarta Rabu (4/6/2025) kemarin. Ketua Umum PSSI Erick Thohir memaparkan kepada media dan menyebut satu diantara hasil kongres adalah adanya perubahan Statuta PSSI, dari Statuta 2019 ke Statuta 2025, yang akan membuat daerah menjadi ujung tombak sepak bola nasional.

"Yang terpenting dalam perubahan statuta itu, peran sepak bola nasional sekarang tidak hanya bergantung hanya di nasional itu sendiri, tetapi justru sekarang ujung tombaknya ke daerah-daerah," kata Erick usai kongres melansir dari laman resmi PSSI.

Perubahan statuta ini membuat peran Asprov sangat kuat. Nantinya ketua Asprov PSSI tetap dipilih secara terbuka dan untuk membangun infrastrukturnya, pimpinan Asprov PSSI akan menunjuk yang namanya ketua Askot PSSI dan Askab PSSI .

"Selama ini saat membangun sepak bola di daerah-daerah, sulit sekali koordinasi antara Asprov dan juga kota. Dengan sekarang bersinergi seperti ini bicaranya Liga 4, itu akan di kota-kota selama empat bulan. Lalu nanti juaranya Liga 4 akan naik ke provinsi, itu kita putar ke Liga 3. Ada kesinambungan dan fleksibilitas," jelas Erick lagi.

Bali jadi contoh karena memiliki sembilan kabupaten/kota, dengan jumlah klubnya sebanyak 50 namun hanya ada dua kota yang mempunyai klub yang jumlahnya 14. Artinya tujuh kota yang lain tidak cukup untuk melakukan kompetisi.

"Fleksibilitas ini selama ini sulit terjadi. Ada satu pulau di Kalimantan Timur lebih dekat dengan Kalimantan Utara, apa solusinya? Apa kita diamkan mereka tidak main bola, jarak lima jam? Kalau Asprov dan Askot bersatu, mereka bisa tukar supaya wilayah itu tidak masuk Kalimantan Timur tapi Kalimantan Utara karena jarak tempuhnya, semua karena biaya," ucap Erick.

"Indonesia punya 17 ribu kepulauan, ujung satu ke lain 8 jam. Kalau stigmanya by zona kaku dan sulit diatur, akhirnya semua jadi korban. Dengan tadi Asprovnya kuat, Askabnya ditunjuk, lalu ada peraturan daerah, Permendagri, Bupati Cup, Gubernur Cup, akhirnya APBD bisa. Ini yang akan kami putar kembali. Tidak mungkin membangun sepak bola semua dari pusat, tidak cukup dana," ungkapnya.

Adapun hasil lain dari Kongres Biasa adalah menetapkan Presiden Prabowo Subianto sebagai Dewan Kehormatan PSSI sebagai wujud  PSSI dan pemerintah berjalan seiringan dalam memajukan sepak bola Indonesia.

Poin ketiga atau terakhir dari Kongres Biasa adalah PSSI akan melakukan revisi-revisi pada statuta seusai masukan dari Asprov. Nantinya, pihaknya akan mengadakan konsolidasi bulan ini. "Setelah Juni ada roadshow untuk konsolidasi sepak bola nasional,” tutupnya.


Editor: Aspian Nur

Hasil Kongres PSSI Tegaskan Asprov, Askot dan Askab jadi Ujung Tombak Pembinaan Sepak Bola Nasional

Kamis, 05/06/2025

Pembukaan Kongres Biasa PSSI 2025 yang berlangsung di Jakarta, memunculkan hasil terbaik demi kemajuan sepakbola nasional (dokantaranews)

Share

Berita Terkait