Senin, 13/07/2026
Senin, 13/07/2026
Kylian Mbappe (kanan) saat bertemu Spanyol di Nations League 2021, bertemu lagi di semi final Piala Dunia 2026. (tuoitre)
Senin, 13/07/2026

Kylian Mbappe (kanan) saat bertemu Spanyol di Nations League 2021, bertemu lagi di semi final Piala Dunia 2026. (tuoitre)
KORANKALTIM.COM - Semi final Piala Dunia 2026 bakal dikenang sepanjang masa. Bukan tanpa alasan. Laga empat besar itu melibatkan empat mantan juara dan empat tim peringkat teratas dunia. Ada lima dari enam pencetak gol terbanyak, satu sosok Greatest of All Time alias GOAT atau pemain terbaik sepanjang masa dan satu diantara rivalitas paling sengit dalam dunia sepak bola.
Argentina, Spanyol, Prancis dan Inggris memasuki turnamen ini sebagai empat tim teratas dalam peringkat FIFA dan hanya berjarak dua kemenangan lagi untuk kembali dinobatkan sebagai juara dunia.
Sangat sulit memprediksi hasil kedua laga semifinal ini: Prancis akan melawan Spanyol di Arlington, Texas Rabu (15/7/2026) dini hari sementara Inggris akan menghadapi Argentina di Atlanta keesokan harinya, Kamis (16/7/2026) dini hari.
Belum pernah terjadi sejak tahun 1990 atau 36 tahun silam, dimana empat tim terakhir di semi final Piala Dunia seluruhnya terdiri dari mantan juara.
Inggris dan Argentina juga terlibat saat itu, meskipun mereka tidak saling berhadapan.
Kala itu, seperti halnya sekarang, Argentina berstatus sebagai juara bertahan setelah mengalahkan Jerman Barat di final tahun 1986 di Meksiko namun akhirnya kalah dari Jerman Barat di final tahun 1990.
Tahun ini juga bisa menjadi ajang ulangan final tahun 2022 jika Prancis dan Argentina sama-sama berhasil melaju.
Albiceleste Argentina harus mengatasi The Three Lions Inggris dalam pertandingan yang membangkitkan kembali rivalitas sengit yang melampaui batas lapangan sepak bola, dengan ketegangan yang juga dipicu oleh konflik tahun 1982 terkait Kepulauan Falkland.
Di dalam lapangan, telah terjadi berbagai insiden panas antara kedua tim di panggung Piala Dunia. Kapten Argentina, Antonio Rattin, yang kabar kematiannya diumumkan akhir pekan tadi, diusir keluar lapangan dalam pertandingan perempat final yang penuh emosi melawan Inggris (yang akhirnya menjadi juara) pada tahun 1966.
Manajer Inggris, Alf Ramsey, bahkan melarang para pemainnya bertukar kaus dengan lawan setelah kemenangan 1-0 tersebut. Dua puluh tahun kemudian, pada tahun 1986, gol "Tangan Tuhan" yang kontroversial dari Diego Maradona membantu Argentina meraih kemenangan 2-1 atas Inggris di babak perempat final dalam perjalanan mereka menuju gelar juara.
David Beckham diusir keluar lapangan pada tahun 1998 karena menendang gelandang Argentina, Diego Simeone—yang seperti sudah diduga, dikritik oleh media Inggris atas reaksinya terhadap insiden yang tampak hanya melibatkan kontak fisik ringan.
Argentina memenangkan pertandingan babak 16 besar tersebut melalui adu penalti. Beckham membalas kekalahan itu empat tahun kemudian dengan mencetak gol penalti dalam kemenangan 1-0 yang turut menyebabkan tersingkirnya Argentina di fase grup.
Sementara pertemuan antara Prancis kontra Spanyol jadi kesempatan cepat bagi Les Blues membalas kekalahan dari La Furia Roja. Prancis dan Spanyol kembali bertemu di semifinal turnamen besar, hanya berselang dua tahun setelah mereka berhadapan di Kejuaraan Eropa (Euro).
Spanyol menang 2-1 dengan Lamine Yamal, yang saat itu baru berusia 16 tahun, turut mencatatkan namanya di papan skor dan kemudian menjuarai Euro setelah mengalahkan Inggris di partai final.
Performa Kylian Mbappé sempat terganggu dalam turnamen tersebut akibat cedera patah hidung, sementara bintang-bintang baru seperti Michael Olise dan Désiré Doué kala itu belum menembus tim utama.
Dua tahun berselang, Prancis secara luas dianggap sebagai tim paling mengesankan di Piala Dunia ini, berkat deretan talenta penyerang yang luar biasa serta kehadiran Mbappé yang memegang status pencetak gol terbanyak bersama menjelang laga semifinal yang bertepatan dengan perayaan Hari Bastille di Prancis.
Sebaliknya, Spanyol harus menghadapi masalah cedera yang dialami Yamal dan sesama pemain sayap, Nico Williams, menjelang turnamen; mereka juga mengandalkan gol-gol di menit akhir dari pemain pengganti Mikel Merino untuk menyingkirkan Portugal dan Belgia dalam dua putaran terakhir.
Kedua negara telah beberapa kali bertemu di ajang Piala Dunia maupun Euro. Prancis pernah mengalahkan Spanyol di final Euro 1984. Secara individu, ada persaingan lain yaitu memperebutkan Golden Boot atau Sepatu Emas.
Persaingan ini telah menjadi bagian yang mendebarkan dari turnamen, mengingat banyak penyerang paling mematikan di dunia tampil dalam performa puncak mereka.
Erling Haaland mungkin sudah tersingkir dari persaingan, namun lima dari enam pencetak gol terbanyak masih bertahan dan pemain lain masih bisa saja masuk ke dalam perebutan Sepatu Emas.
Mbappé dan Lionel Messi memimpin dengan masing-masing mencetak delapan gol. Haaland mengoleksi tujuh gol, namun ia tidak bisa menambah jumlah tersebut setelah Norwegia tersingkir oleh Inggris di perempat final. Jude Bellingham dan Harry Kane masing-masing mencetak enam gol, sementara Ousmane Dembélé telah mengoleksi lima gol.
Mikel Oyarzabal mencetak empat gol, sehingga ia masih bisa menjadi penantang jika Spanyol berhasil mengalahkan Prancis di semi final. Ada pula persaingan untuk menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia secara keseluruhan, dengan Messi mengoleksi 21 gol dan Mbappé 20 gol.
Khusus untuk Messi, banyak pihak telah menganggapnya sebagai pemain terbaik sepanjang masa alias GOAT dan penampilannya di ajang yang kemungkinan besar menjadi Piala Dunia terakhirnya pada usia 39 tahun semakin memperkuat anggapan tersebut. Ini akan menjadi pertandingan pertama Messi melawan Inggris.
Jika Messi mampu membawa Argentina meraih gelar juara, ia akan melampaui pencapaian legenda Maradona dengan memenangkan dua gelar Piala Dunia bagi negaranya. Argentina juga akan menjadi tim pertama yang menjuarai turnamen ini secara berturut-turut sejak Brasil melakukannya pada tahun 1958 dan 1962.
Legenda sepak bola Pelé merupakan bagian dari tim Brasil tersebut dan kemudian berhasil memenangkan gelar Piala Dunia ketiganya pada tahun 1970.
Editor: Aspian Nur
Senin, 13/07/2026
Kylian Mbappe (kanan) saat bertemu Spanyol di Nations League 2021, bertemu lagi di semi final Piala Dunia 2026. (tuoitre)
TERPOPULER