Asap tebal yang menyelimuti kawasan tersebut memaksa sejumlah warga bersiap menyelamatkan barang berharga, sementara seorang pemuda dilaporkan mengalami sesak napas dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda Suwarso mengatakan, pemuda tersebut diduga mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap. Kondisi fisik yang kelelahan setelah membantu mengamankan barang-barang dari rumah juga diduga menjadi faktor yang memperburuk kondisinya.
“Disamping terpapar asap, waktu dia mengamankan rumahnya juga mungkin kelelahan melakukan evakuasi barang-barangnya. Dia langsung diantar ambulans ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie untuk mendapatkan penanganan,” ujar Suwarso saat ditemui di lokasi hari ini.
Laporan kebakaran diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) sekitar pukul 15.00 WITA dari relawan di lapangan. Tim gabungan kemudian dikerahkan untuk menangani sejumlah titik api yang masih aktif.
“Pemadaman melibatkan BPBD, pemadam kebakaran, Satpol PP, pihak kelurahan dan kecamatan, serta relawan. Kami juga mendapat dukungan suplai air dari perusahaan untuk membantu proses pemadaman di lapangan,” tambahnya.
Penanganan di Jalan Telkom semakin menantang karena kebakaran juga terjadi di sejumlah lokasi lain termasuk Jalan Saliki, kawasan peti kemas, dan Jalan Veteran. Sementara itu, titik api di Jalan Telkom disebut sempat muncul sehari sebelumnya.
“Ini titik api sehari sebelumnya juga pernah ada kejadian di sini. Ini menimbulkan asap yang tebal, ditambah lagi dengan angin cukup kencang. Ini juga menambah parah luasnya kebakaran di Jalan Telkom,” jelasnya.
Angin kencang membuat api berpotensi meluas, sedangkan asap tebal mengganggu aktivitas warga dan menyulitkan relawan saat melakukan pemadaman. Suwarso menyebut sekitar tujuh kepala keluarga telah mengamankan barang-barang dari rumah masing-masing untuk mengantisipasi api mendekati permukiman.
Sampai siang tadi tim gabungan masih berjibaku memadamkan api. Kendala lainnya adalah sumber air yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi sehingga petugas harus mengerahkan tangki dan mengatur suplai air.
“Karena angin cukup kencang, jadi harus kita pastikan bisa padam malam ini. Beberapa peralatan juga harus dikerahkan, termasuk tangki dan suplai air. Pengambilan sumber airnya agak jauh, kurang lebih sekitar satu kilometer ke lokasi. Ini juga menjadi hambatan tim di lapangan,” pungkas Suwarso.
Editor: Aspian Nur
Asap tebal yang menyelimuti kawasan tersebut memaksa sejumlah warga bersiap menyelamatkan barang berharga, sementara seorang pemuda dilaporkan mengalami sesak napas dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda Suwarso mengatakan, pemuda tersebut diduga mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap. Kondisi fisik yang kelelahan setelah membantu mengamankan barang-barang dari rumah juga diduga menjadi faktor yang memperburuk kondisinya.
“Disamping terpapar asap, waktu dia mengamankan rumahnya juga mungkin kelelahan melakukan evakuasi barang-barangnya. Dia langsung diantar ambulans ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie untuk mendapatkan penanganan,” ujar Suwarso saat ditemui di lokasi hari ini.
Laporan kebakaran diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) sekitar pukul 15.00 WITA dari relawan di lapangan. Tim gabungan kemudian dikerahkan untuk menangani sejumlah titik api yang masih aktif.
“Pemadaman melibatkan BPBD, pemadam kebakaran, Satpol PP, pihak kelurahan dan kecamatan, serta relawan. Kami juga mendapat dukungan suplai air dari perusahaan untuk membantu proses pemadaman di lapangan,” tambahnya.
Penanganan di Jalan Telkom semakin menantang karena kebakaran juga terjadi di sejumlah lokasi lain termasuk Jalan Saliki, kawasan peti kemas, dan Jalan Veteran. Sementara itu, titik api di Jalan Telkom disebut sempat muncul sehari sebelumnya.
“Ini titik api sehari sebelumnya juga pernah ada kejadian di sini. Ini menimbulkan asap yang tebal, ditambah lagi dengan angin cukup kencang. Ini juga menambah parah luasnya kebakaran di Jalan Telkom,” jelasnya.
Angin kencang membuat api berpotensi meluas, sedangkan asap tebal mengganggu aktivitas warga dan menyulitkan relawan saat melakukan pemadaman. Suwarso menyebut sekitar tujuh kepala keluarga telah mengamankan barang-barang dari rumah masing-masing untuk mengantisipasi api mendekati permukiman.
Sampai siang tadi tim gabungan masih berjibaku memadamkan api. Kendala lainnya adalah sumber air yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi sehingga petugas harus mengerahkan tangki dan mengatur suplai air.
“Karena angin cukup kencang, jadi harus kita pastikan bisa padam malam ini. Beberapa peralatan juga harus dikerahkan, termasuk tangki dan suplai air. Pengambilan sumber airnya agak jauh, kurang lebih sekitar satu kilometer ke lokasi. Ini juga menjadi hambatan tim di lapangan,” pungkas Suwarso.
Editor: Aspian Nur