Penulis : Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Setelah Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 resmi di gelar di Samarinda. Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, mengungkapkan ada delapan negara yang mulai tertarik berinvestasi di Benua Etam.
Penulis : Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Setelah Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 resmi di gelar di Samarinda. Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, mengungkapkan ada delapan negara yang mulai tertarik berinvestasi di Benua Etam.
Diketahui ada beberapa perwakilan negara disebut ikut serta dalam forum yang digelar di Kertanegara Ballroom, Hotel Fugo, Samarinda, Rabu (21/10/2026) hari ini, diantaranya Duta Besar dan delegasi dagang Bangladesh, Tunisia, Filipina, Spanyol, Jepang, Korea, Australia, Selandia Baru, dan Belarusia.
Seno Aji menyebut kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi investasi daerah kepada investor internasional. Dia juga mengatakan, Pemprov Kaltim telah menawarkan sejumlah proyek strategis kepada para investor yang hadir. Salah satu sektor yang menjadi fokus utama adalah hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam daerah.
“Sudah ada delapan negara yang ikut serta dan kita menawarkan sebanyak mungkin proyek-proyek prestisius di Kalimantan Timur. Sebagian besar adalah hilirisasi industri,” ujar Seno Aji.
Menurutnya, selain hilirisasi industri, para investor juga menunjukkan ketertarikan terhadap di sejumlah sektor potensial lainnya, seperti perkebunan, pertanian, dan pariwisata. Seno ingin, pertemuan antara pemerintah daerah, pemilik proyek, dan calon investor dalam forum ini bisa menghasilkan kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi perekonomian Kaltim.
“Para investor ini kita lihat mulai tertarik dengan sektor perkebunan, pertanian, pariwisata, dan lain sebagainya. Mudah-mudahan sore hari ini bisa menghasilkan sesuatu yang baik untuk Kaltim,” ucapnya.
Sementara Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, ketika membuka MIF 2026 turut menawarkan sejumlah kawasan strategis yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat investasi, di antaranya Teluk Balikpapan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kutai Timur, serta kawasan industri di Bontang.
"Di Teluk Balikpapan pemprov memiliki keunggulan dari sisi infrastruktur dan akses logistik. Kawasan ini juga didukung keberadaan kilang minyak dengan kapasitas pengolahan mencapai 360.000 barel per hari, pelabuhan laut internasional, serta perairan yang dapat mendukung aktivitas kapal angkutan berkapasitas besar," ujar Rudy.
Selain itu potensi investasi juga terbuka pada industri pengolahan batu bara, hilirisasi nikel, pengolahan kelapa sawit menjadi olein, minyak goreng, dan biodiesel. Bahkan menurut Rudy, kedekatan Balikpapan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) turut menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan investasi.
Adapun KEK Maloy di Kutai Timur ungkapnya, memiliki peluang pengembangan industri berbasis batu bara, kelapa sawit, hasil perkebunan, dan manufaktur. "Sementara daerah lain seperti Kota Bontang berpotensi menarik investasi pada industri pengolahan gas, soda ash, serta bisnis kondensat," ucap Rudy.
Editor: Aspian Nur
Diketahui ada beberapa perwakilan negara disebut ikut serta dalam forum yang digelar di Kertanegara Ballroom, Hotel Fugo, Samarinda, Rabu (21/10/2026) hari ini, diantaranya Duta Besar dan delegasi dagang Bangladesh, Tunisia, Filipina, Spanyol, Jepang, Korea, Australia, Selandia Baru, dan Belarusia.
Seno Aji menyebut kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi investasi daerah kepada investor internasional. Dia juga mengatakan, Pemprov Kaltim telah menawarkan sejumlah proyek strategis kepada para investor yang hadir. Salah satu sektor yang menjadi fokus utama adalah hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam daerah.
“Sudah ada delapan negara yang ikut serta dan kita menawarkan sebanyak mungkin proyek-proyek prestisius di Kalimantan Timur. Sebagian besar adalah hilirisasi industri,” ujar Seno Aji.
Menurutnya, selain hilirisasi industri, para investor juga menunjukkan ketertarikan terhadap di sejumlah sektor potensial lainnya, seperti perkebunan, pertanian, dan pariwisata. Seno ingin, pertemuan antara pemerintah daerah, pemilik proyek, dan calon investor dalam forum ini bisa menghasilkan kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi perekonomian Kaltim.

“Para investor ini kita lihat mulai tertarik dengan sektor perkebunan, pertanian, pariwisata, dan lain sebagainya. Mudah-mudahan sore hari ini bisa menghasilkan sesuatu yang baik untuk Kaltim,” ucapnya.
Sementara Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, ketika membuka MIF 2026 turut menawarkan sejumlah kawasan strategis yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat investasi, di antaranya Teluk Balikpapan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kutai Timur, serta kawasan industri di Bontang.
"Di Teluk Balikpapan pemprov memiliki keunggulan dari sisi infrastruktur dan akses logistik. Kawasan ini juga didukung keberadaan kilang minyak dengan kapasitas pengolahan mencapai 360.000 barel per hari, pelabuhan laut internasional, serta perairan yang dapat mendukung aktivitas kapal angkutan berkapasitas besar," ujar Rudy.
Selain itu potensi investasi juga terbuka pada industri pengolahan batu bara, hilirisasi nikel, pengolahan kelapa sawit menjadi olein, minyak goreng, dan biodiesel. Bahkan menurut Rudy, kedekatan Balikpapan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) turut menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan investasi.

Adapun KEK Maloy di Kutai Timur ungkapnya, memiliki peluang pengembangan industri berbasis batu bara, kelapa sawit, hasil perkebunan, dan manufaktur. "Sementara daerah lain seperti Kota Bontang berpotensi menarik investasi pada industri pengolahan gas, soda ash, serta bisnis kondensat," ucap Rudy.
Editor: Aspian Nur









108 kali dibaca


62 km TimurLaut MALUKUBRTDAYA
21 Okt 2026, 14:44:15 WIB • Kedalaman 96 km
Tidak berpotensi tsunami
Sumber: BMKG