Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Kabar duka kini menyelimuti DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). H Jahidin S, anggota DPRD Kaltim periode 2024-2029 meninggal dunia Kamis (15/10/2026) hari ini.
Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Kabar duka kini menyelimuti DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). H Jahidin S, anggota DPRD Kaltim periode 2024-2029 meninggal dunia Kamis (15/10/2026) hari ini.
Ucapan bela sungkawa pun disampaikan pimpinan, anggota, sekretaris DPRD beserta jajaran melalui pernyataan resmi yang turut mendoakan almarhum.
Kepergian Jahidin menjadi kehilangan bagi lembaga legislatif tempat ia bertugas sebagai wakil rakyat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Saat dikonfirmasi, Sekretaris DPW PKB Kaltim, Alif Ndasi mengaku tidak mengetahui penyebab meninggalnya anggota DPRD Kaltim itu. “Saya tidak tahu penyebabnya apa,” kata Alif, Kamis (15/10/2026).
Berdasarkan profil di laman resmi DPRD Kaltim, Jahidin lahir di Banti pada 1 Januari 1959. Ia tercatat sebagai anggota Komisi III DPRD Kaltim dan anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) pada periode 2024-2029. Ia juga tercatat sebagai penasihat Fraksi PKB.
Pengabdiannya di parlemen daerah bukan hal baru. Pada Januari 2016, Jahidin pernah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Bapemperda DPRD Kaltim. Saat itu, ia merupakan legislator dari Fraksi PKB yang dipercaya memimpin badan yang menangani pembentukan peraturan daerah tersebut.
Dengan pengalaman tersebut, menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam lembaga legislatif, terlebih dalam urusan pembentukan regulasi daerah.
Pada periode terakhirnya, Jahidin mendapatkan amanah di Komisi III serta Bapemperda DPRD Kaltim. Peran tersebut menempatkan dirinya dalam kerja-kerja kelembagaan yang berkaitan dengan fungsi legislasi dan bidang tugas komisi.
DPRD Kaltim menyampaikan melalui ucapan doa agar seluruh amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT, dosa-dosanya diampuni, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, keikhlasan, dan kesabaran.
Hingga berita ini tayang, informasi mengenai penyebab wafat dan prosesi pemakaman belum diperoleh dari sumber yang terverifikasi.
Editor: Aspian Nur
Ucapan bela sungkawa pun disampaikan pimpinan, anggota, sekretaris DPRD beserta jajaran melalui pernyataan resmi yang turut mendoakan almarhum.
Kepergian Jahidin menjadi kehilangan bagi lembaga legislatif tempat ia bertugas sebagai wakil rakyat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Saat dikonfirmasi, Sekretaris DPW PKB Kaltim, Alif Ndasi mengaku tidak mengetahui penyebab meninggalnya anggota DPRD Kaltim itu. “Saya tidak tahu penyebabnya apa,” kata Alif, Kamis (15/10/2026).
Berdasarkan profil di laman resmi DPRD Kaltim, Jahidin lahir di Banti pada 1 Januari 1959. Ia tercatat sebagai anggota Komisi III DPRD Kaltim dan anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) pada periode 2024-2029. Ia juga tercatat sebagai penasihat Fraksi PKB.

Pengabdiannya di parlemen daerah bukan hal baru. Pada Januari 2016, Jahidin pernah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Bapemperda DPRD Kaltim. Saat itu, ia merupakan legislator dari Fraksi PKB yang dipercaya memimpin badan yang menangani pembentukan peraturan daerah tersebut.
Dengan pengalaman tersebut, menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam lembaga legislatif, terlebih dalam urusan pembentukan regulasi daerah.
Pada periode terakhirnya, Jahidin mendapatkan amanah di Komisi III serta Bapemperda DPRD Kaltim. Peran tersebut menempatkan dirinya dalam kerja-kerja kelembagaan yang berkaitan dengan fungsi legislasi dan bidang tugas komisi.
DPRD Kaltim menyampaikan melalui ucapan doa agar seluruh amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT, dosa-dosanya diampuni, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, keikhlasan, dan kesabaran.

Hingga berita ini tayang, informasi mengenai penyebab wafat dan prosesi pemakaman belum diperoleh dari sumber yang terverifikasi.
Editor: Aspian Nur









Pusat gempa berada di laut 53 km utara Ruteng, Manggarai
14 Okt 2026, 17:30:57 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG