Menurutnya, dengan bertambahnya usia Bankaltimtara harus menjadi penyemangat untuk terus berkembang dalam menjalankan perannya sebagai salah satu lembaga keuangan daerah.
“Momentum ini kita harapkan bisa memperkuat semangat seluruh jajaran perusahaan untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan,” ujar Seno Aji, Rabu (14/10/2026).
Seno Aji juga menginginkan, Bankaltimtara mampu menjadikan usia ke-61 sebagai titik penguatan komitmen dalam menjaga keberlanjutan usaha serta meningkatkan kontribusi bagi pembangunan daerah.
“Semoga ini menjadi energi baru untuk terus melaju,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama Bankaltimtara, Roni Wijayanto, menyampaikan bahwa perjalanan ke-61 tahun Bankaltimtara tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, regulator, nasabah, mitra kerja hingga para pendahulu yang telah membangun dan menjaga keberlangsungan bank tersebut.
“Kepercayaan yang diberikan seluruh pemangku kepentingan menjadi amanah yang harus kita jaga, terlebih di tengah perkembangan Kaltim dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), tuntutan terhadap Bankaltimtara semakin besar untuk menjadi lembaga keuangan yang sehat, kuat, modern, serta berkontribusi lebih luas bagi pembangunan daerah,” katanya.
Karena itu, Bankaltimtara kata Roni, terus melakukan pembenahan, baik dalam pengelolaan bisnis, kualitas aset, peningkatan layanan maupun budaya kerja. Menurut dia, perubahan yang dilakukan harus memberikan manfaat nyata.
“Mulai dari kemudahan pelayanan bagi nasabah hingga dukungan yang lebih kuat terhadap dunia usaha dan perekonomian daerah,” tuturnya.
Lebih lanjut, dalam momentum HUT ke-61 Bankaltimtara, Roni juga memperkenalkan dua langkah perubahan, yakni memperkuat budaya kerja internal dengan meningkatkan kemudahan akses layanan digital bagi masyarakat. Pembaruan budaya kerja dirancang melalui survei, diskusi kelompok terarah (FGD), serta wawancara dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk karyawan.
Selain itu, Roni menuturkan, pihaknya turut meluncurkan tampilan baru situs web sebagai upaya mempermudah akses informasi, meningkatkan kenyamanan pengguna, serta memperkuat kualitas layanan digital dan keterbukaan informasi kepada masyarakat.
“Kita ingin seluruh pembenahan yang dilakukan ini dapat memperkuat kepercayaan masyarakat dan meningkatkan kontribusi Bankaltimtara bagi kemajuan daerah,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Menurutnya, dengan bertambahnya usia Bankaltimtara harus menjadi penyemangat untuk terus berkembang dalam menjalankan perannya sebagai salah satu lembaga keuangan daerah.
“Momentum ini kita harapkan bisa memperkuat semangat seluruh jajaran perusahaan untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan,” ujar Seno Aji, Rabu (14/10/2026).
Seno Aji juga menginginkan, Bankaltimtara mampu menjadikan usia ke-61 sebagai titik penguatan komitmen dalam menjaga keberlanjutan usaha serta meningkatkan kontribusi bagi pembangunan daerah.
“Semoga ini menjadi energi baru untuk terus melaju,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama Bankaltimtara, Roni Wijayanto, menyampaikan bahwa perjalanan ke-61 tahun Bankaltimtara tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, regulator, nasabah, mitra kerja hingga para pendahulu yang telah membangun dan menjaga keberlangsungan bank tersebut.
“Kepercayaan yang diberikan seluruh pemangku kepentingan menjadi amanah yang harus kita jaga, terlebih di tengah perkembangan Kaltim dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), tuntutan terhadap Bankaltimtara semakin besar untuk menjadi lembaga keuangan yang sehat, kuat, modern, serta berkontribusi lebih luas bagi pembangunan daerah,” katanya.
Karena itu, Bankaltimtara kata Roni, terus melakukan pembenahan, baik dalam pengelolaan bisnis, kualitas aset, peningkatan layanan maupun budaya kerja. Menurut dia, perubahan yang dilakukan harus memberikan manfaat nyata.
“Mulai dari kemudahan pelayanan bagi nasabah hingga dukungan yang lebih kuat terhadap dunia usaha dan perekonomian daerah,” tuturnya.
Lebih lanjut, dalam momentum HUT ke-61 Bankaltimtara, Roni juga memperkenalkan dua langkah perubahan, yakni memperkuat budaya kerja internal dengan meningkatkan kemudahan akses layanan digital bagi masyarakat. Pembaruan budaya kerja dirancang melalui survei, diskusi kelompok terarah (FGD), serta wawancara dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk karyawan.
Selain itu, Roni menuturkan, pihaknya turut meluncurkan tampilan baru situs web sebagai upaya mempermudah akses informasi, meningkatkan kenyamanan pengguna, serta memperkuat kualitas layanan digital dan keterbukaan informasi kepada masyarakat.
“Kita ingin seluruh pembenahan yang dilakukan ini dapat memperkuat kepercayaan masyarakat dan meningkatkan kontribusi Bankaltimtara bagi kemajuan daerah,” pungkasnya.
Editor: Erwin