Penulis: Yieli Desvin
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggandeng industri perhotelan untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan tenaga kerja.
Penulis: Yieli Desvin
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggandeng industri perhotelan untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan tenaga kerja.
Sebanyak 30 peserta dari Samarinda dan Kabupaten Kutai Timur mengikuti sertifikasi kompetensi di Hotel Harris Samarinda, Selasa (13/10/2026).
Program ini menjadi langkah kolaborasi antara pemerintah dan industri perhotelan melalui pembiayaan bersama. Dari 102 pendaftar, sebanyak 30 peserta terpilih mengikuti sertifikasi dalam tiga skema, yakni resepsionis, room attendant dan commis chef.
Ketua Panitia Pelaksana, Erny, mengatakan sertifikasi tersebut bertujuan memberikan pengakuan formal terhadap kemampuan tenaga kerja sesuai bidang keahliannya. Melalui proses ini, kompetensi peserta diukur berdasarkan standar yang berlaku.
“Kemampuan tenaga kerja dapat divalidasi sesuai bidang masing-masing sehingga mereka memiliki pengakuan atas kompetensi yang dimiliki,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim, Dahlia, mengatakan sertifikasi menjadi sarana bagi pekerja untuk meningkatkan keterampilan dan menyesuaikan pelayanan yang sesuai dengan standar industri perhotelan.
Uji kompetensi SDM perhotelan adalah proses pengukuran keterampilan, pengetahuan, dan sikap kerja karyawan sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di bidang perhotelan.
Menurutnya, pekerja yang telah menjalankan tugas sehari-hari tetap perlu meningkatkan kemampuan agar pelayanan yang diberikan semakin berkualitas. Perbedaan standar operasional prosedur (SOP) antar hotel juga menjadi perhatian agar mutu pelayanan lebih konsisten.
“Kita mengharapkan melalui sertifikasi ini, keterampilan pekerja bisa terus diperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan. Ada 3 pilar yg menjadi perhatian yaitu knowledge, skill, dan attitude karyawan,” kata Dahlia.
Ketua IHGMA Kaltim, Hendri, menilai sertifikasi penting sebagai bukti kompetensi pekerja perhotelan. Menurutnya, tenaga kerja juga perlu mempersiapkan diri menghadapi persaingan industri pariwisata, termasuk peluang yang berkembang seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Direktur LSP Pariwisata Mahamu Mandiri, Murad, menjelaskan peserta dibagi menjadi tiga kelompok sesuai skema sertifikasi, masing-masing 10 orang dari 9 hotel. Proses penilaian melibatkan 4 asesor.
“Penilaian dilakukan melalui tes tertulis, wawancara, praktik, dan observasi untuk menentukan apakah peserta dinyatakan sudah kompeten atau belum kompeten,” jelasnya.
Kegiatan sertifikasi didanai melalui APBD Kaltim. Dispar Kaltim membiayai proses sertifikasi, sedangkan pihak hotel turut mendukung kebutuhan pelaksanaan kegiatan. Keterbatasan anggaran membuat jumlah peserta masih terbatas, sehingga kolaborasi dengan industri pariwisata diharapkan dapat membuka kesempatan sertifikasi bagi lebih banyak pekerja pada tahun mendatang.
Editor: Erwin
Sebanyak 30 peserta dari Samarinda dan Kabupaten Kutai Timur mengikuti sertifikasi kompetensi di Hotel Harris Samarinda, Selasa (13/10/2026).
Program ini menjadi langkah kolaborasi antara pemerintah dan industri perhotelan melalui pembiayaan bersama. Dari 102 pendaftar, sebanyak 30 peserta terpilih mengikuti sertifikasi dalam tiga skema, yakni resepsionis, room attendant dan commis chef.
Ketua Panitia Pelaksana, Erny, mengatakan sertifikasi tersebut bertujuan memberikan pengakuan formal terhadap kemampuan tenaga kerja sesuai bidang keahliannya. Melalui proses ini, kompetensi peserta diukur berdasarkan standar yang berlaku.
“Kemampuan tenaga kerja dapat divalidasi sesuai bidang masing-masing sehingga mereka memiliki pengakuan atas kompetensi yang dimiliki,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim, Dahlia, mengatakan sertifikasi menjadi sarana bagi pekerja untuk meningkatkan keterampilan dan menyesuaikan pelayanan yang sesuai dengan standar industri perhotelan.
Uji kompetensi SDM perhotelan adalah proses pengukuran keterampilan, pengetahuan, dan sikap kerja karyawan sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di bidang perhotelan.
Menurutnya, pekerja yang telah menjalankan tugas sehari-hari tetap perlu meningkatkan kemampuan agar pelayanan yang diberikan semakin berkualitas. Perbedaan standar operasional prosedur (SOP) antar hotel juga menjadi perhatian agar mutu pelayanan lebih konsisten.
“Kita mengharapkan melalui sertifikasi ini, keterampilan pekerja bisa terus diperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan. Ada 3 pilar yg menjadi perhatian yaitu knowledge, skill, dan attitude karyawan,” kata Dahlia.
Ketua IHGMA Kaltim, Hendri, menilai sertifikasi penting sebagai bukti kompetensi pekerja perhotelan. Menurutnya, tenaga kerja juga perlu mempersiapkan diri menghadapi persaingan industri pariwisata, termasuk peluang yang berkembang seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Direktur LSP Pariwisata Mahamu Mandiri, Murad, menjelaskan peserta dibagi menjadi tiga kelompok sesuai skema sertifikasi, masing-masing 10 orang dari 9 hotel. Proses penilaian melibatkan 4 asesor.
“Penilaian dilakukan melalui tes tertulis, wawancara, praktik, dan observasi untuk menentukan apakah peserta dinyatakan sudah kompeten atau belum kompeten,” jelasnya.
Kegiatan sertifikasi didanai melalui APBD Kaltim. Dispar Kaltim membiayai proses sertifikasi, sedangkan pihak hotel turut mendukung kebutuhan pelaksanaan kegiatan. Keterbatasan anggaran membuat jumlah peserta masih terbatas, sehingga kolaborasi dengan industri pariwisata diharapkan dapat membuka kesempatan sertifikasi bagi lebih banyak pekerja pada tahun mendatang.






Editor: Erwin
169 kali dibaca

Pusat gempa berada di laut 103 km selatan Pacitan
13 Okt 2026, 17:22:02 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG