Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di Kaltim.
Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di Kaltim.
Langkah antisipasi dinilai perlu diperkuat agar kebakaran tidak meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat maupun fasilitas vital.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim. Hingga 7 Oktober 2026, luas lahan yang terbakar di Kaltim mencapai 8.328,92 hektare dengan akumulasi 2.022 titik panas. Di Kota Samarinda, tercatat sebanyak 246 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar 608,18 hektare
Menyikapi hal ini, Hasanuddin Mas’ud menilai bahwa karhutla tidak lagi sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat, keamanan hingga keberlangsungan operasional fasilitas vital daerah.
“Ancaman karhutla ini bukan persoalan bencana lingkungan, tapi sudah mengganggu kesehatan masyarakat,” terangnya.
Ia mengungkapkan, jika fenomena El Nino telah hari diingatkan, upaya antisipasi juga telah dilakukan melalui penyiapan anggaran helikopter serta dorongan kepada perusahaan pertambangan dan perkebunan agar mengaktifkan.
Legislator dapil Balikpapan itu mendorong penguatan koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) baik tingkat provinsi, kabupaten/kota maupun tingkat kecamatan.
Pentingnya sistem peringatan dini di wilayah operasional perusahaan, sebagai upaya mendeteksi titik api sejak awal sehingga dapat mempercepat respons petugas sebelum kebakaran meluas.
“Jadi ada early warning system yang dipasang oleh setiap perusahaan bila terlihat spot-spot api itu mulai terasa. Jangan sudah terjadi kebakaran yang besar baru kita ngumpul,” tegasnya.
Kendati demikian, DPRD Kaltim mendukung penguatan regulasi dan pengalokasian anggaran yang memadai untuk penanggulangan bencana serta membutuhkan sinergi pemerintah daerah, aparat keamanan maupun swasta diperlukan agar upaya pencegahan dapat berjalan efektif.
Editor: Erwin
Langkah antisipasi dinilai perlu diperkuat agar kebakaran tidak meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat maupun fasilitas vital.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim. Hingga 7 Oktober 2026, luas lahan yang terbakar di Kaltim mencapai 8.328,92 hektare dengan akumulasi 2.022 titik panas. Di Kota Samarinda, tercatat sebanyak 246 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar 608,18 hektare
Menyikapi hal ini, Hasanuddin Mas’ud menilai bahwa karhutla tidak lagi sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat, keamanan hingga keberlangsungan operasional fasilitas vital daerah.
“Ancaman karhutla ini bukan persoalan bencana lingkungan, tapi sudah mengganggu kesehatan masyarakat,” terangnya.
Ia mengungkapkan, jika fenomena El Nino telah hari diingatkan, upaya antisipasi juga telah dilakukan melalui penyiapan anggaran helikopter serta dorongan kepada perusahaan pertambangan dan perkebunan agar mengaktifkan.
Legislator dapil Balikpapan itu mendorong penguatan koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) baik tingkat provinsi, kabupaten/kota maupun tingkat kecamatan.
Pentingnya sistem peringatan dini di wilayah operasional perusahaan, sebagai upaya mendeteksi titik api sejak awal sehingga dapat mempercepat respons petugas sebelum kebakaran meluas.
“Jadi ada early warning system yang dipasang oleh setiap perusahaan bila terlihat spot-spot api itu mulai terasa. Jangan sudah terjadi kebakaran yang besar baru kita ngumpul,” tegasnya.
Kendati demikian, DPRD Kaltim mendukung penguatan regulasi dan pengalokasian anggaran yang memadai untuk penanggulangan bencana serta membutuhkan sinergi pemerintah daerah, aparat keamanan maupun swasta diperlukan agar upaya pencegahan dapat berjalan efektif.
Editor: Erwin






168 kali dibaca

Pusat gempa berada di laut 103 km selatan Pacitan
13 Okt 2026, 17:22:02 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG