Penulis : Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Samarinda mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Penulis : Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Samarinda mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda mencatat sepanjang 1 hingga 19 Oktober lalu jumlah penderita ISPA di Ibu Kota Kaltim ini telah menembus 8.193 kasus.
Sementara berdasarkan pemantauan Stasiun Labkesda Kaltim pada Rabu (21/10/2026) siang tadi pukul 13.00 WITA, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Samarinda menyentuh angka 317 dengan parameter kritis PM 2.5. Capaian tersebut menempatkan kualitas udara Kota Tepian dalam kategori berbahaya.
Kepala Dinkes Samarinda Ismed Kusasih mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita riwayat penyakit pernapasan. "Tingkat kualitas udara yang dapat merugikan kesehatan serius pada populasi dan perlu penanganan cepat," kata Ismed.
Berdasarkan data Dinkes Samarinda, penderita ISPA terus merangkak naik sejak pertengahan tahun. Pada Juli 2026 tercatat 8.610 kasus, kemudian naik menjadi 10.681 kasus pada Agustus, dan mencapai puncaknya pada September dengan 12.819 kasus.
Kasus ISPA tertinggi hingga 19 Oktober 2026 terdeteksi di Kecamatan Samarinda Utara sebanyak 1.528, disusul Sungai Kunjang (1.236), dan Samarinda Ulu (1.083).
Adapun sebaran di sepuluh kecamatan menunjukkan Samarinda Utara mencatatkan angka tertinggi dengan 1.528 penderita, disusul Sungai Kunjang (1.236) dan Samarinda Ulu (1.083).
Wilayah lainnya mencakup Palaran sebanyak 868 penderita, Loa Janan Ilir (755), Samarinda Seberang (721), Sungai Pinang (682), Sambutan (651), Samarinda Ilir (474), serta Samarinda Kota (195).
Menanggapi situasi ini, Dinkes Samarinda telah menginstruksikan seluruh puskesmas di 10 kecamatan untuk menyiagakan fasilitas layanan kesehatan. "Imbauan untuk kelompok sensitif agar tetap di dalam ruangan dan hanya melakukan sedikit aktivitas, serta setiap orang hindari semua aktivitas di luar ruangan," ucap Ismed.
Editor: Aspian Nur
Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda mencatat sepanjang 1 hingga 19 Oktober lalu jumlah penderita ISPA di Ibu Kota Kaltim ini telah menembus 8.193 kasus.
Sementara berdasarkan pemantauan Stasiun Labkesda Kaltim pada Rabu (21/10/2026) siang tadi pukul 13.00 WITA, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Samarinda menyentuh angka 317 dengan parameter kritis PM 2.5. Capaian tersebut menempatkan kualitas udara Kota Tepian dalam kategori berbahaya.
Kepala Dinkes Samarinda Ismed Kusasih mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita riwayat penyakit pernapasan. "Tingkat kualitas udara yang dapat merugikan kesehatan serius pada populasi dan perlu penanganan cepat," kata Ismed.
Berdasarkan data Dinkes Samarinda, penderita ISPA terus merangkak naik sejak pertengahan tahun. Pada Juli 2026 tercatat 8.610 kasus, kemudian naik menjadi 10.681 kasus pada Agustus, dan mencapai puncaknya pada September dengan 12.819 kasus.

Kasus ISPA tertinggi hingga 19 Oktober 2026 terdeteksi di Kecamatan Samarinda Utara sebanyak 1.528, disusul Sungai Kunjang (1.236), dan Samarinda Ulu (1.083).
Adapun sebaran di sepuluh kecamatan menunjukkan Samarinda Utara mencatatkan angka tertinggi dengan 1.528 penderita, disusul Sungai Kunjang (1.236) dan Samarinda Ulu (1.083).
Wilayah lainnya mencakup Palaran sebanyak 868 penderita, Loa Janan Ilir (755), Samarinda Seberang (721), Sungai Pinang (682), Sambutan (651), Samarinda Ilir (474), serta Samarinda Kota (195).
Menanggapi situasi ini, Dinkes Samarinda telah menginstruksikan seluruh puskesmas di 10 kecamatan untuk menyiagakan fasilitas layanan kesehatan. "Imbauan untuk kelompok sensitif agar tetap di dalam ruangan dan hanya melakukan sedikit aktivitas, serta setiap orang hindari semua aktivitas di luar ruangan," ucap Ismed.

Editor: Aspian Nur









106 kali dibaca


62 km TimurLaut MALUKUBRTDAYA
21 Okt 2026, 14:44:15 WIB • Kedalaman 96 km
Tidak berpotensi tsunami
Sumber: BMKG