Kegiatan ini digelar untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah musim kemarau, sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Kepala DKP3 Balikpapan Sri Wahjuningsih mengatakan, pelaksanaan GPM tersebut juga menindaklanjuti arahan Badan Pangan Nasional yang meminta pemerintah daerah melakukan langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga pangan.
"Harga-harga pangan lagi naik-naiknya karena musim kemarau. Ini juga relevan dengan arahan dari Badan Pangan Nasional bahwa seluruh pemerintah daerah diminta untuk melakukan aksi GPM," kata Sri kepada Korankaltim.com.
GPM dilaksanakan tiga hari agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat karena kalau pelaksanaan yang hanya berlangsung satu atau dua hari berpotensi membuat dampaknya kurang optimal.
Dalam penyelenggaraannya, DKP3 Balikpapan berkolaborasi dengan Bank Indonesia, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta sekitar 17 unsur distributor pangan dan petani cabai.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan bahan pangan sekaligus menawarkan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.
Pemerintah kota juga telah menerbitkan surat kepada para pelaku usaha pangan yang berpartisipasi agar menjual komoditas dengan harga di bawah harga pasar atau setidaknya setara dengan harga distributor maupun harga di tingkat petani. "Langkah ini menjadi salah satu upaya untuk menekan beban pengeluaran masyarakat, terutama ketika sejumlah komoditas seperti cabai dan telur mengalami kenaikan harga," ucap Sri lagi.
Adapun komoditas yang dijual dalam GPM meliputi beras, minyak goreng, gula, tepung, telur, daging beku, ayam beku, serta sejumlah kebutuhan pokok lainnya.
Secara keseluruhan, terdapat sekitar 11 jenis sembako dan bahan pokok penting yang menjadi perhatian pemerintah. Selain itu, masyarakat juga dapat membeli cabai, buah-buahan, serta berbagai produk pangan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pemkot Balikpapan bekerja sama dengan Pertamina Patra Niaga dalam penyediaan layanan penukaran gas LPG 3 kilogram selama kegiatan berlangsung. "Kami berharap melalui kegiatan GPM stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga, sekaligus memberikan akses kepada masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," tutup Sri.
Editor: Aspian Nur
Kegiatan ini digelar untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah musim kemarau, sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Kepala DKP3 Balikpapan Sri Wahjuningsih mengatakan, pelaksanaan GPM tersebut juga menindaklanjuti arahan Badan Pangan Nasional yang meminta pemerintah daerah melakukan langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga pangan.
"Harga-harga pangan lagi naik-naiknya karena musim kemarau. Ini juga relevan dengan arahan dari Badan Pangan Nasional bahwa seluruh pemerintah daerah diminta untuk melakukan aksi GPM," kata Sri kepada Korankaltim.com.
GPM dilaksanakan tiga hari agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat karena kalau pelaksanaan yang hanya berlangsung satu atau dua hari berpotensi membuat dampaknya kurang optimal.
Dalam penyelenggaraannya, DKP3 Balikpapan berkolaborasi dengan Bank Indonesia, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta sekitar 17 unsur distributor pangan dan petani cabai.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan bahan pangan sekaligus menawarkan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.
Pemerintah kota juga telah menerbitkan surat kepada para pelaku usaha pangan yang berpartisipasi agar menjual komoditas dengan harga di bawah harga pasar atau setidaknya setara dengan harga distributor maupun harga di tingkat petani. "Langkah ini menjadi salah satu upaya untuk menekan beban pengeluaran masyarakat, terutama ketika sejumlah komoditas seperti cabai dan telur mengalami kenaikan harga," ucap Sri lagi.
Adapun komoditas yang dijual dalam GPM meliputi beras, minyak goreng, gula, tepung, telur, daging beku, ayam beku, serta sejumlah kebutuhan pokok lainnya.
Secara keseluruhan, terdapat sekitar 11 jenis sembako dan bahan pokok penting yang menjadi perhatian pemerintah. Selain itu, masyarakat juga dapat membeli cabai, buah-buahan, serta berbagai produk pangan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pemkot Balikpapan bekerja sama dengan Pertamina Patra Niaga dalam penyediaan layanan penukaran gas LPG 3 kilogram selama kegiatan berlangsung. "Kami berharap melalui kegiatan GPM stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga, sekaligus memberikan akses kepada masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," tutup Sri.
Editor: Aspian Nur