Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 18.55 WITA itu muncul setelah kawasan tersebut mengalami gangguan listrik sejak siang. Ruang public complaint menjadi bagian yang dilaporkan terbakar.
Saksi mata, Sudirman mengaku baru tiba di lokasi sekitar pukul 19.00 WITA. Saat datang, ia mendapati bangunan sudah terbakar sehingga tidak mengetahui secara langsung bagaimana api pertama kali muncul.
“Saya baru datang, simpan motor, sudah terbakar,” ujarnya.
Sudirman menduga kebakaran berkaitan dengan gangguan kelistrikan yang terjadi sejak siang. Ia mengaku mengetahui kondisi tegangan listrik sempat naik turun sebelum akhirnya terjadi pemadaman.
“Kemungkinan konslet, soalnya dari siang sempat naik turun voltase dan habis itu mati lampu,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala UPTD PPRD Wilayah Kota Samarinda, Indun Salbiah Ningsih belum dapat memastikan penyebab maupun dampak kebakaran terhadap aktivitas perkantoran. Ia menjelaskan, gangguan listrik dan masalah pemeliharaan server telah memengaruhi operasional pelayanan sejak siang.
“Belum bisa memberikan pernyataan karena kita belum tahu situasinya seperti apa,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Indun mengatakan, pelayanan telah dihentikan sebelum kebakaran terjadi karena adanya gangguan pada sistem server. Pihaknya juga belum dapat memastikan apakah gangguan listrik tersebut berkaitan dengan munculnya api.
“Kalau malam ini kondisi kantor belum memungkinkan untuk digunakan, kita mungkin tetap melakukan pelayanan menggunakan bus di depan,” tuturnya.
Di sisi lain, Kasi Pemadaman dan Investigasi Disdamkarmat Kota Samarinda, Wisnu ST, mengatakan pihaknya menerima informasi kebakaran sekitar pukul 18.55 WITA. Petugas dari Posko 2 kemudian dikerahkan bersama relawan dan petugas pemadam kebakaran untuk menangani kejadian tersebut.
“Jadi kita mengerahkan 1 unit Fire Truck untuk penanganan di TKP. Ruang yang terbakar itu bagian public complaint,” jelasnya.
Wisnu menyebut proses pemadaman berlangsung sekitar 30 menit tanpa kendala berarti. Meski api telah berhasil dipadamkan, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui.
“Untuk saat ini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, kami belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 18.55 WITA itu muncul setelah kawasan tersebut mengalami gangguan listrik sejak siang. Ruang public complaint menjadi bagian yang dilaporkan terbakar.
Saksi mata, Sudirman mengaku baru tiba di lokasi sekitar pukul 19.00 WITA. Saat datang, ia mendapati bangunan sudah terbakar sehingga tidak mengetahui secara langsung bagaimana api pertama kali muncul.
“Saya baru datang, simpan motor, sudah terbakar,” ujarnya.
Sudirman menduga kebakaran berkaitan dengan gangguan kelistrikan yang terjadi sejak siang. Ia mengaku mengetahui kondisi tegangan listrik sempat naik turun sebelum akhirnya terjadi pemadaman.
“Kemungkinan konslet, soalnya dari siang sempat naik turun voltase dan habis itu mati lampu,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala UPTD PPRD Wilayah Kota Samarinda, Indun Salbiah Ningsih belum dapat memastikan penyebab maupun dampak kebakaran terhadap aktivitas perkantoran. Ia menjelaskan, gangguan listrik dan masalah pemeliharaan server telah memengaruhi operasional pelayanan sejak siang.
“Belum bisa memberikan pernyataan karena kita belum tahu situasinya seperti apa,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Indun mengatakan, pelayanan telah dihentikan sebelum kebakaran terjadi karena adanya gangguan pada sistem server. Pihaknya juga belum dapat memastikan apakah gangguan listrik tersebut berkaitan dengan munculnya api.
“Kalau malam ini kondisi kantor belum memungkinkan untuk digunakan, kita mungkin tetap melakukan pelayanan menggunakan bus di depan,” tuturnya.
Di sisi lain, Kasi Pemadaman dan Investigasi Disdamkarmat Kota Samarinda, Wisnu ST, mengatakan pihaknya menerima informasi kebakaran sekitar pukul 18.55 WITA. Petugas dari Posko 2 kemudian dikerahkan bersama relawan dan petugas pemadam kebakaran untuk menangani kejadian tersebut.
“Jadi kita mengerahkan 1 unit Fire Truck untuk penanganan di TKP. Ruang yang terbakar itu bagian public complaint,” jelasnya.
Wisnu menyebut proses pemadaman berlangsung sekitar 30 menit tanpa kendala berarti. Meski api telah berhasil dipadamkan, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui.
“Untuk saat ini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, kami belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut,” pungkasnya.
Editor: Erwin