Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda terus meningkatkan sarana dan prasarana pendukung di Jembatan Achmad Amins atau Mahkota II Samarinda.
Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda terus meningkatkan sarana dan prasarana pendukung di Jembatan Achmad Amins atau Mahkota II Samarinda.
Terbaru, pemerintah melaksanakan pekerjaan pemagaran dan perbaikan pos jaga untuk mencegah aksi pencurian kabel yang sempat membuat lampu jembatan padam.
Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda Hendra Gunawan mengatakan, proyek perbaikan pagar dan pos jaga menelan anggaran sekitar Rp20 juta.
Adapun lingkup pekerjaan mencakup pengelasan pagar di 15 titik serta perbaikan pintu akses pemeliharaan.
Meski demikian, perbaikan fisik tidak dapat menjamin keamanan secara mutlak mengingat kerusakan dipicu oleh tindakan kriminal, bukan faktor alam.
“Jaminan aman tidak bisa 100 persen karena kerusakan dilakukan oleh oknum pencuri,” kata Hendra, Selasa (20/10/2026).
Oleh karena itu, pengamanan fisik perlu dibarengi dengan penjagaan rutin oleh petugas. Langkah ini sejalan dengan permintaan Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda agar pengawasan dilakukan secara berkelanjutan demi mencegah terulangnya pencurian kabel.
Sebelumnya, Dishub Samarinda telah menggelontorkan anggaran sekitar Rp949,9 juta untuk memperbaiki instalasi kelistrikan LPJU di jembatan tersebut.
Pekerjaan meliputi penggantian lampu LED dari 90 watt menjadi 120 watt, perbaikan jaringan distribusi daya, pemasangan panel, hingga aksesori pendukung. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) juga memasang kamera pengawas (CCTV) guna memperketat pengawasan.
Meski lampu telah kembali menyala, penegakan hukum terhadap pelaku dinilai penting untuk memberikan efek jera, agar kejadian serupa tak terulang ke depannya.
“Bagaimanapun pengamanan dibangun, kalau sudah ada niat mencuri tetap sulit dicegah. Pelaku harus ditangkap dan dihukum agar tidak ada lagi yang berani mencuri kabel,” tandasnya.
Editor: Erwin
Terbaru, pemerintah melaksanakan pekerjaan pemagaran dan perbaikan pos jaga untuk mencegah aksi pencurian kabel yang sempat membuat lampu jembatan padam.
Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda Hendra Gunawan mengatakan, proyek perbaikan pagar dan pos jaga menelan anggaran sekitar Rp20 juta.
Adapun lingkup pekerjaan mencakup pengelasan pagar di 15 titik serta perbaikan pintu akses pemeliharaan.
Meski demikian, perbaikan fisik tidak dapat menjamin keamanan secara mutlak mengingat kerusakan dipicu oleh tindakan kriminal, bukan faktor alam.

“Jaminan aman tidak bisa 100 persen karena kerusakan dilakukan oleh oknum pencuri,” kata Hendra, Selasa (20/10/2026).
Oleh karena itu, pengamanan fisik perlu dibarengi dengan penjagaan rutin oleh petugas. Langkah ini sejalan dengan permintaan Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda agar pengawasan dilakukan secara berkelanjutan demi mencegah terulangnya pencurian kabel.
Sebelumnya, Dishub Samarinda telah menggelontorkan anggaran sekitar Rp949,9 juta untuk memperbaiki instalasi kelistrikan LPJU di jembatan tersebut.
Pekerjaan meliputi penggantian lampu LED dari 90 watt menjadi 120 watt, perbaikan jaringan distribusi daya, pemasangan panel, hingga aksesori pendukung. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) juga memasang kamera pengawas (CCTV) guna memperketat pengawasan.
Meski lampu telah kembali menyala, penegakan hukum terhadap pelaku dinilai penting untuk memberikan efek jera, agar kejadian serupa tak terulang ke depannya.
“Bagaimanapun pengamanan dibangun, kalau sudah ada niat mencuri tetap sulit dicegah. Pelaku harus ditangkap dan dihukum agar tidak ada lagi yang berani mencuri kabel,” tandasnya.
Editor: Erwin








Pusat gempa berada di darat 30km Barat Daya Kab. Kupang
20 Okt 2026, 16:56:38 WIB • Kedalaman 4 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG