Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, meminta peningkatan kuota bahan bakar minyak (BBM) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Benua Etam.
Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, meminta peningkatan kuota bahan bakar minyak (BBM) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Benua Etam.
Permintaan itu disampaikan Seno Aji dalam pertemuan bersama DPC Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Samarinda dan Pertamina Patra Niaga, yang berlangsung di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (20/10/2026).
Seno mengatakan, pemerintah daerah meminta agar kuota BBM yang telah ditetapkan dapat direalisasikan secara maksimal pada tahun 2026. Walaupun menurutnya pemenuhan kuota tersebut dinilai masih belum cukup untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat, sehingga diperlukan penambahan alokasi.
“Kita meminta agar kuota yang ada itu dipenuhi tahun ini. Kalau kuota yang sudah terpenuhi pun masih kurang, perlu ada evaluasi dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) agar usulan yang diberikan Pemerintah Kaltim bisa disesuaikan,” ujar Seno Aji.
Iya menuturkan, usulan kuota dari pemerintah daerah perlu menjadi bahan evaluasi BPH Migas. Dengan demikian, alokasi BBM yang ditetapkan dapat lebih sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat di Benua Etam.
Seno menyebutkan, kuota yang diharapkan pemerintah daerah bisa mencapai 700 ribu kilo liter (KL). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan alokasi yang sebelumnya dibahas, yakni sekitar 500 ribu KL, dengan penambahan pasokan yang diharapkan mencapai 600 ribu KL.
“Kalau kita, targetnya 700 (ribu KL). Kalau bisa, kuota 600 ribu KL itu harus dipenuhi dan ditambah lagi,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPC Hiswana Migas Samarinda, Kartika Rahmawati, menyampaikan bahwa pihaknya berencana akan menambah layanan operasional SPBU selama 24 jam di Samarinda.
Dari lima SPBU yang direncanakan menambah jam operasional, dua di antaranya, yakni SPBU di Jalan Selamat Riyadi dan Jalan Kesuma Bangsa, telah mulai menjalankan layanan tersebut.
“Penambahan jam operasional juga direncanakan di SPBU kawasan Jalan Kebaktian,” katanya.
Kartika menjelaskan, rencana penambahan jam operasional SPBU ini bahkan telah dikoordinasikan dengan Biro Perekonomian Pemprov Kaltim dan pihak Pertamina. Namun, terkait besaran tambahan pasokan BBM, pihaknya masih perlu melakukan konfirmasi lebih lanjut agar informasi yang disampaikan lebih terperinci.
Editor: Erwin
Permintaan itu disampaikan Seno Aji dalam pertemuan bersama DPC Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Samarinda dan Pertamina Patra Niaga, yang berlangsung di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (20/10/2026).
Seno mengatakan, pemerintah daerah meminta agar kuota BBM yang telah ditetapkan dapat direalisasikan secara maksimal pada tahun 2026. Walaupun menurutnya pemenuhan kuota tersebut dinilai masih belum cukup untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat, sehingga diperlukan penambahan alokasi.
“Kita meminta agar kuota yang ada itu dipenuhi tahun ini. Kalau kuota yang sudah terpenuhi pun masih kurang, perlu ada evaluasi dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) agar usulan yang diberikan Pemerintah Kaltim bisa disesuaikan,” ujar Seno Aji.
Iya menuturkan, usulan kuota dari pemerintah daerah perlu menjadi bahan evaluasi BPH Migas. Dengan demikian, alokasi BBM yang ditetapkan dapat lebih sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat di Benua Etam.

Seno menyebutkan, kuota yang diharapkan pemerintah daerah bisa mencapai 700 ribu kilo liter (KL). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan alokasi yang sebelumnya dibahas, yakni sekitar 500 ribu KL, dengan penambahan pasokan yang diharapkan mencapai 600 ribu KL.
“Kalau kita, targetnya 700 (ribu KL). Kalau bisa, kuota 600 ribu KL itu harus dipenuhi dan ditambah lagi,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPC Hiswana Migas Samarinda, Kartika Rahmawati, menyampaikan bahwa pihaknya berencana akan menambah layanan operasional SPBU selama 24 jam di Samarinda.
Dari lima SPBU yang direncanakan menambah jam operasional, dua di antaranya, yakni SPBU di Jalan Selamat Riyadi dan Jalan Kesuma Bangsa, telah mulai menjalankan layanan tersebut.
“Penambahan jam operasional juga direncanakan di SPBU kawasan Jalan Kebaktian,” katanya.
Kartika menjelaskan, rencana penambahan jam operasional SPBU ini bahkan telah dikoordinasikan dengan Biro Perekonomian Pemprov Kaltim dan pihak Pertamina. Namun, terkait besaran tambahan pasokan BBM, pihaknya masih perlu melakukan konfirmasi lebih lanjut agar informasi yang disampaikan lebih terperinci.
Editor: Erwin








Pusat gempa berada di laut 6 km Barat Laut Pulau Saringi
20 Okt 2026, 18:28:11 WIB • Kedalaman 15 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG