Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Dosen Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Muhammad Fajri, meminta pelaku perusakan tiga sekretariat organisasi mahasiswa di lingkungan kampus ditindak tegas.
Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Dosen Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Muhammad Fajri, meminta pelaku perusakan tiga sekretariat organisasi mahasiswa di lingkungan kampus ditindak tegas.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.
Fajri menyampaikan, pihak kampus telah menindaklanjuti kasus perusakan tersebut dengan melaporkannya kepada kepolisian.
"Untuk proses penanganan kini berjalan, termasuk pengumpulan keterangan dari pihak rektorat oleh petugas kepolisian," ujar Fajri kepada Korankaltim.com, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, penanganan kasus harus dilakukan secara serius agar perusakan fasilitas kampus tidak dianggap sebagai persoalan sepele. Terlebih, barang-barang yang dirusak merupakan fasilitas milik negara yang seharusnya dijaga bersama.
“Pada intinya, kita mau tegas menindaklanjuti dan menangkap pelakunya. Perkara nanti terbukti dari organisasi mana atau mungkin ada keterlibatan pihak lain, tentu harus ditegakkan hukumnya dan diberikan sanksi,” ucapnya.
Ia menegaskan, pihaknya tidak ingin berspekulasi mengenai kelompok yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Hingga saat ini, belum ada bukti yang cukup untuk mengarahkan dugaan kepada organisasi tertentu.
Karena itu, Fajri meminta semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak terburu-buru menyampaikan tuduhan. Menurutnya, siapa pun yang terbukti terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan yang berlaku.
"Berdasarkan rekaman kamera pengawas atau CCTV, peristiwa tersebut diduga terjadi sekitar pukul 01.56 Wita," katanya.
Dalam rekaman itu, terlihat sejumlah orang memasuki area kampus menggunakan kendaraan bermotor. Mereka diduga membawa sejumlah benda, seperti kayu dan bambu.
"Setelah kejadian, sejumlah kerusakan ditemukan di lokasi. Batu berserakan di dalam ruangan, kaca pecah, serta beberapa peralatan elektronik mengalami kerusakan. Komputer dan printer juga dilaporkan hancur akibat aksi tersebut," jelasnya.
Adapun tiga sekretariat yang terdampak ialah Sekretariat Himpunan Mahasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) GEMPA dan Unit Kegiatan Khusus (UKK) Pramuka. Meski kerusakan terjadi di sejumlah ruangan, ia menegaskan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut karena kondisi kampus sedang tidak ada aktivitas.
Editor: Erwin
Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.
Fajri menyampaikan, pihak kampus telah menindaklanjuti kasus perusakan tersebut dengan melaporkannya kepada kepolisian.
"Untuk proses penanganan kini berjalan, termasuk pengumpulan keterangan dari pihak rektorat oleh petugas kepolisian," ujar Fajri kepada Korankaltim.com, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, penanganan kasus harus dilakukan secara serius agar perusakan fasilitas kampus tidak dianggap sebagai persoalan sepele. Terlebih, barang-barang yang dirusak merupakan fasilitas milik negara yang seharusnya dijaga bersama.

“Pada intinya, kita mau tegas menindaklanjuti dan menangkap pelakunya. Perkara nanti terbukti dari organisasi mana atau mungkin ada keterlibatan pihak lain, tentu harus ditegakkan hukumnya dan diberikan sanksi,” ucapnya.
Ia menegaskan, pihaknya tidak ingin berspekulasi mengenai kelompok yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Hingga saat ini, belum ada bukti yang cukup untuk mengarahkan dugaan kepada organisasi tertentu.
Karena itu, Fajri meminta semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak terburu-buru menyampaikan tuduhan. Menurutnya, siapa pun yang terbukti terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan yang berlaku.
"Berdasarkan rekaman kamera pengawas atau CCTV, peristiwa tersebut diduga terjadi sekitar pukul 01.56 Wita," katanya.
Dalam rekaman itu, terlihat sejumlah orang memasuki area kampus menggunakan kendaraan bermotor. Mereka diduga membawa sejumlah benda, seperti kayu dan bambu.
"Setelah kejadian, sejumlah kerusakan ditemukan di lokasi. Batu berserakan di dalam ruangan, kaca pecah, serta beberapa peralatan elektronik mengalami kerusakan. Komputer dan printer juga dilaporkan hancur akibat aksi tersebut," jelasnya.
Adapun tiga sekretariat yang terdampak ialah Sekretariat Himpunan Mahasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) GEMPA dan Unit Kegiatan Khusus (UKK) Pramuka. Meski kerusakan terjadi di sejumlah ruangan, ia menegaskan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut karena kondisi kampus sedang tidak ada aktivitas.
Editor: Erwin








Pusat gempa berada di laut 60 km Utara Labuanbajo
19 Okt 2026, 19:06:02 WIB • Kedalaman 6 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG