Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengakui masih terdapat kekurangan logistik bagi petugas dan relawan yang berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kabupaten/kota.
Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengakui masih terdapat kekurangan logistik bagi petugas dan relawan yang berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kabupaten/kota.
Hal tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam upaya meningkatkan penanganan karhutla di Kaltim. Pernyataan itu disampaikan Seno Aji, saat menanggapi aksi Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim di depan Kantor Gubernur Kaltim, Senin (19/10/2026), menyusul meninggalnya seorang bayi berusia satu tahun dua bulan di Kecamatan Palaran, yang diduga terpapar asap karhutla.
Seno mengatakan, dirinya beberapa kali turun langsung ke lapangan untuk memantau sekaligus membantu pemadaman kebakaran, termasuk di Kutai Kartanegara, Samarinda, dan terakhir di kawasan Makam Ulu. Dari pengalamannya tersebut, dia melihat kebutuhan petugas di lapangan, terutama terkait ketersediaan makanan dan logistik lainnya, masih perlu mendapat perhatian.
“Pada saat kita ke sana memang ada kekurangan logistik, terutama makanan dan segala macam. Itu yang perlu kita suplai karena kebutuhan di lapangan benar-benar harus kita perhatikan,” ujar Seno.
Menurutnya, penanganan karhutla di Kaltim juga menunjukkan perkembangan dengan berkurangnya kebakaran di sejumlah wilayah. Namun, kondisi asap turut dipengaruhi arah angin yang membawa polutan dari daerah lain ke Kaltim.
“Kebakaran di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan turut memengaruhi kondisi asap di daerah kota,” ucapnya.
Seno menjelaskan, perubahan arah angin dapat memindahkan sebaran asap ke wilayah lain, sehingga persoalan kabut asap tidak bisa dilepaskan dari kondisi cuaca. Meski demikian, dirinya menegaskan pemerintah tetap harus meningkatkan upaya pemadaman dan perlindungan masyarakat di daerah terdampak.
Terkait meninggalnya seorang bayi tersebut, Seno menyampaikan turut belasungkawa kepada keluarga korban. Ia juga menyayangkan adanya pernyataan dari kepala OPD mengenai penyebab kematian tersebut, sedangkan kepastian penyebabnya memerlukan penjelasan dari pihak yang memiliki kompetensi medis.
“Kita tidak punya keahlian untuk menentukan apakah korban ini akibat asap atau akibat yang lain. Karena itu, kita tidak bisa membuat pernyataan apa pun mengenai hal tersebut,” katanya.
Dirinya menegaskan, perlindungan terhadap keluarga yang tinggal di kawasan terdampak kabut asap perlu menjadi perhatian pemerintah. Pemetaan permukiman yang berisiko terpapar asap dinilai penting agar langkah perlindungan dapat dilakukan secara lebih terarah, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Seno juga meminta koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), serta para relawan terus diperkuat. Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga harus memastikan kebutuhan petugas dan keselamatan masyarakat terpenuhi.
“Kita berharap hujan segera turun untuk membantu memadamkan kebakaran secara menyeluruh. Terlebih, kondisi musim El Nino turut menjadi tantangan dalam penanganan karhutla di Kaltim,” terangnya.
Seno juga memastikan Pemprov Kaltim akan terus mendukung upaya pemadaman bersama BPBD dan relawan hingga kebakaran dapat ditangani. Ia juga mengapresiasi perhatian TRC PPA Kaltim yang menyuarakan persoalan dampak karhutla, sekaligus berharap kolaborasi semua pihak semakin kuat agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan korban.
“Kami akan terus mendukung TRC supaya karhutla di Kalimantan Timur ini segera bisa dipadamkan semuanya dengan baik,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Hal tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam upaya meningkatkan penanganan karhutla di Kaltim. Pernyataan itu disampaikan Seno Aji, saat menanggapi aksi Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim di depan Kantor Gubernur Kaltim, Senin (19/10/2026), menyusul meninggalnya seorang bayi berusia satu tahun dua bulan di Kecamatan Palaran, yang diduga terpapar asap karhutla.
Seno mengatakan, dirinya beberapa kali turun langsung ke lapangan untuk memantau sekaligus membantu pemadaman kebakaran, termasuk di Kutai Kartanegara, Samarinda, dan terakhir di kawasan Makam Ulu. Dari pengalamannya tersebut, dia melihat kebutuhan petugas di lapangan, terutama terkait ketersediaan makanan dan logistik lainnya, masih perlu mendapat perhatian.
“Pada saat kita ke sana memang ada kekurangan logistik, terutama makanan dan segala macam. Itu yang perlu kita suplai karena kebutuhan di lapangan benar-benar harus kita perhatikan,” ujar Seno.
Menurutnya, penanganan karhutla di Kaltim juga menunjukkan perkembangan dengan berkurangnya kebakaran di sejumlah wilayah. Namun, kondisi asap turut dipengaruhi arah angin yang membawa polutan dari daerah lain ke Kaltim.

“Kebakaran di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan turut memengaruhi kondisi asap di daerah kota,” ucapnya.
Seno menjelaskan, perubahan arah angin dapat memindahkan sebaran asap ke wilayah lain, sehingga persoalan kabut asap tidak bisa dilepaskan dari kondisi cuaca. Meski demikian, dirinya menegaskan pemerintah tetap harus meningkatkan upaya pemadaman dan perlindungan masyarakat di daerah terdampak.
Terkait meninggalnya seorang bayi tersebut, Seno menyampaikan turut belasungkawa kepada keluarga korban. Ia juga menyayangkan adanya pernyataan dari kepala OPD mengenai penyebab kematian tersebut, sedangkan kepastian penyebabnya memerlukan penjelasan dari pihak yang memiliki kompetensi medis.
“Kita tidak punya keahlian untuk menentukan apakah korban ini akibat asap atau akibat yang lain. Karena itu, kita tidak bisa membuat pernyataan apa pun mengenai hal tersebut,” katanya.
Dirinya menegaskan, perlindungan terhadap keluarga yang tinggal di kawasan terdampak kabut asap perlu menjadi perhatian pemerintah. Pemetaan permukiman yang berisiko terpapar asap dinilai penting agar langkah perlindungan dapat dilakukan secara lebih terarah, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Seno juga meminta koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), serta para relawan terus diperkuat. Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga harus memastikan kebutuhan petugas dan keselamatan masyarakat terpenuhi.
“Kita berharap hujan segera turun untuk membantu memadamkan kebakaran secara menyeluruh. Terlebih, kondisi musim El Nino turut menjadi tantangan dalam penanganan karhutla di Kaltim,” terangnya.
Seno juga memastikan Pemprov Kaltim akan terus mendukung upaya pemadaman bersama BPBD dan relawan hingga kebakaran dapat ditangani. Ia juga mengapresiasi perhatian TRC PPA Kaltim yang menyuarakan persoalan dampak karhutla, sekaligus berharap kolaborasi semua pihak semakin kuat agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan korban.






“Kami akan terus mendukung TRC supaya karhutla di Kalimantan Timur ini segera bisa dipadamkan semuanya dengan baik,” pungkasnya.
Editor: Erwin


Pusat gempa berada di darat 26 km Timur Laut Kab. Gayo Lues
19 Okt 2026, 20:46:11 WIB • Kedalaman 5 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG