Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Pemprov Kaltim kini tengah menyiapkan transformasi ekonomi melalui penguatan hilirisasi industri dan pengembangan sektor non pertambangan.
Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Pemprov Kaltim kini tengah menyiapkan transformasi ekonomi melalui penguatan hilirisasi industri dan pengembangan sektor non pertambangan.
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat struktur ekonomi daerah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pendapatan dari sektor ekstraktif.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyampaikan bahwa Benua Etam memiliki modal sumber daya alam yang memadai untuk mendorong hilirisasi, seperti kelapa sawit hingga batu bara. Potensi tersebut kata dia, perlu diolah menjadi produk bernilai tambah agar manfaat ekonominya lebih besar bagi daerah.
Menurutnya, ketersediaan bahan baku menjadi salah satu keunggulan Kaltim dalam mengembangkan industri pengolahan. Sejumlah investasi juga mulai berjalan, di antaranya pembangunan pabrik metanol di Kutai Timur, industri semen, serta pabrik minyak goreng.
“Secara material, Kaltim siap. Kita ingin transformasi ekonomi ini, terutama hilirisasi, bisa dilakukan di Kaltim. Sebab bahan bakunya sudah ada,” ujar Seno setelah memimpin kegiatan Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Transformasi Ekonomi Kaltim 2045, di Ruang Ruhui Rahayu, Selasa (20/10/2026).
Dia menjelaskan, transformasi ekonomi juga tidak hanya bertumpu pada pengembangan industri pengolahannya saja, tetapi perlu ditopang sektor perkebunan, pertanian, dan peternakan. Ketiga sektor tersebut dinilai Seno penting, guna membangun fondasi ekonomi yang lebih beragam dan berkelanjutan.
“Kita terus mendorong agar investor bisa membangun fasilitas pengolahan langsung di daerah, sehingga hasil sumber daya alam tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah ke luar wilayah,” ucapnya.
Seno mencontohkan, seperti komoditas kelapa sawit memiliki beragam potensi produk turunan. Selain minyak goreng, sawit kata dia, dapat dikembangkan menjadi bahan baku berbagai produk industri, termasuk kosmetik dan produk olahan lainnya.
“Kita mau investor hadir di Kaltim. Jadi, jangan bahan mentahnya dibawa keluar, tetapi produk akhirnya dibuat di sini,” katanya.
Lebih lanjut, Seno juga mengakui kondisi fiskal Kaltim saat ini menghadapi tantangan akibat perubahan pendapatan transfer dari pemerintah pusat, termasuk Dana Bagi Hasil (DBH) dan transfer ke daerah. Kondisi tersebut menurut dia, menuntut pemerintah daerah untuk memperkuat sumber pendapatan sendiri agar pembangunan tetap berjalan.
“Karena itu kita berharap melalui transformasi ekonomi mampu meningkatkan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” tuturnya.
Editor: Erwin
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat struktur ekonomi daerah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pendapatan dari sektor ekstraktif.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyampaikan bahwa Benua Etam memiliki modal sumber daya alam yang memadai untuk mendorong hilirisasi, seperti kelapa sawit hingga batu bara. Potensi tersebut kata dia, perlu diolah menjadi produk bernilai tambah agar manfaat ekonominya lebih besar bagi daerah.
Menurutnya, ketersediaan bahan baku menjadi salah satu keunggulan Kaltim dalam mengembangkan industri pengolahan. Sejumlah investasi juga mulai berjalan, di antaranya pembangunan pabrik metanol di Kutai Timur, industri semen, serta pabrik minyak goreng.
“Secara material, Kaltim siap. Kita ingin transformasi ekonomi ini, terutama hilirisasi, bisa dilakukan di Kaltim. Sebab bahan bakunya sudah ada,” ujar Seno setelah memimpin kegiatan Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Transformasi Ekonomi Kaltim 2045, di Ruang Ruhui Rahayu, Selasa (20/10/2026).

Dia menjelaskan, transformasi ekonomi juga tidak hanya bertumpu pada pengembangan industri pengolahannya saja, tetapi perlu ditopang sektor perkebunan, pertanian, dan peternakan. Ketiga sektor tersebut dinilai Seno penting, guna membangun fondasi ekonomi yang lebih beragam dan berkelanjutan.
“Kita terus mendorong agar investor bisa membangun fasilitas pengolahan langsung di daerah, sehingga hasil sumber daya alam tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah ke luar wilayah,” ucapnya.
Seno mencontohkan, seperti komoditas kelapa sawit memiliki beragam potensi produk turunan. Selain minyak goreng, sawit kata dia, dapat dikembangkan menjadi bahan baku berbagai produk industri, termasuk kosmetik dan produk olahan lainnya.
“Kita mau investor hadir di Kaltim. Jadi, jangan bahan mentahnya dibawa keluar, tetapi produk akhirnya dibuat di sini,” katanya.
Lebih lanjut, Seno juga mengakui kondisi fiskal Kaltim saat ini menghadapi tantangan akibat perubahan pendapatan transfer dari pemerintah pusat, termasuk Dana Bagi Hasil (DBH) dan transfer ke daerah. Kondisi tersebut menurut dia, menuntut pemerintah daerah untuk memperkuat sumber pendapatan sendiri agar pembangunan tetap berjalan.
“Karena itu kita berharap melalui transformasi ekonomi mampu meningkatkan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” tuturnya.
Editor: Erwin








Pusat gempa berada di laut 6 km Barat Laut Pulau Saringi
20 Okt 2026, 18:28:11 WIB • Kedalaman 15 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG