Kamis, 25/02/2021

Anggota DPD RI Aji Mirni Mawarni Sosialisasi 4 Pilar Dirangkai Penyuluhan Bahaya dan Pencegahan HIV/AIDS

Kamis, 25/02/2021

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Anggota DPD RI Aji Mirni Mawarni Sosialisasi 4 Pilar Dirangkai Penyuluhan Bahaya dan Pencegahan HIV/AIDS

Kamis, 25/02/2021

logo

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA -Human Immunedeficiency Virus, atau HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. 

Jika virus ini terus menyerang tubuh, sistem pertahanan tubuh seseorang akan semakin lemah. Tanpa pengobatan, seorang dengan HIV bisa bertahan hidup selama 9-11 tahun setelah terinfeksi, tergantung tipenya. Dengan kata lain, kehadiran virus ini dalam tubuh akan menyebabkan penurunan sistem imun. Penyaluran virus HIV bisa melalui penyaluran reproduksi, darah, cairan vagina, dan ASI.

Anggota DPD Kaltim Aji Mirni Mawarni, ST MM,  mengadakan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan pada  5 Februari 2021 lalu dan menggandeng KP Mahakam Plus sebagai salah satu komunitas ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) di Samarinda. Sosialisasi yang diselenggarakan di kediamannya, dihadiri beberapa kelompok masyarakat seperti IWAPI, Gatra, TRC, Muslimah PKS, Kampung KB, Komunitas NA (mantan pengguna narkotika)  dan RT setempat.

Dalam diskusi yang berlangsung, ibu Siwi Arianti sebagai nara sumber dan  Ketua KP Mahakam Plus menuturkan bKP Mahakam Plus se Kaltim saat ini hanya beranggotakan 23 orang yang membantu ODHA yang berjumlah 3.572 orang, diantaranya berumur kurang dari 14 tahun sebesar 70 orang dan jumlah ODHA wanita sebesar 1.195 orang.

Tingginya jumlah ODHA wanita di Kaltim dipicu oleh tidak  tahunya seorang istri terhadap prilaku suami ketika di luar rumah dan kurangnya kepedulian seorang istri terhadap kebersihan maupun kesehatan suami. 

 Selain itu, masih banyak ditemukan adanya penolakan terhadap ODHA dikarenakan rendahnya pemahaman masyarakat terhadap cara penularan dan pencegahan HIV-AIDS, oleh karena itu dibutuhkan sosialisasi secara berkala kepada masyarakat, sosialisasi diharapkan tidak dilaksanakan jika hanya ada moment-moment tertentu seperti peringatan hari HIV-AIDS sedunia melainkan secara berkesinambungan agar masyarakat mendapatkan pemahaman yang lebih detail terhadap bagaimana cara pencegahan, proses penularan dan apa saja ciri seseorang yang terinfeksi virus tersebut.

Satu contoh, banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa ODHA bila meminum obat secara teratur, setiap hari seumur hidupnya, akan menjaga kekebalan imun tubuhnya dimana virus tidak lagi terdeteksi, sehingga ODHA tersebut tidak akan menularkan virus kepada orang lain, hal ini dibuktikan dengan banyaknya pasangan ODHA yang memiliki keturunan yang tidak terinfeksi virus HIV, bahkan ada pula ODHA yang tidak menularkan virus tersebut kepada pasangannya.

Mawar, mantan Direktur PDAM Kutai Timur ini mengatakan pemahaman yang baik tentang cara pencegahan dan penularan HIV melalui sosialisai yang berkesinambungan akan menekan angka penularan HIV-AIDS di Kaltim. 

Para pengidap HIV ini jangan sampai dikucilkan oleh sebab pemahaman kita yang kurang, ini melanggar nilai-nilai pancasila pada sila kedua dan ketiga, dan UUD’45 bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kesempatan yang sama, serta mereka hidup dalam NKRI.


Editor : Bambang Irawan

Anggota DPD RI Aji Mirni Mawarni Sosialisasi 4 Pilar Dirangkai Penyuluhan Bahaya dan Pencegahan HIV/AIDS

Kamis, 25/02/2021

Share

Berita Terkait