Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Aksi pembobolan dua mesin ATM di sebuah gerai minimarket di Jalan Cendana, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, kini dalam pengejaran polisi.
Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Aksi pembobolan dua mesin ATM di sebuah gerai minimarket di Jalan Cendana, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, kini dalam pengejaran polisi.
Tim penyidik Polresta Samarinda bahkan telah bergerak hingga ke luar Kalimantan Timur (Kaltim) untuk memburu pelaku pencurian yang terjadi pada Minggu (1/11/2026) pagi.
Pelaku diduga menjalankan aksinya dengan cara masuk melalui bagian atap bangunan dan mematikan kamera pengawas (CCTV) sebelum menyasar dua mesin ATM di dalam gerai.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Rachmat Aribowo mengatakan, penyidik telah melakukan serangkaian langkah penyelidikan, mulai dari mengidentifikasi sejumlah alat bukti hingga memeriksa saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian.
“Untuk perkembangan penyelidikan, kami sudah melakukan identifikasi dan pengumpulan alat bukti. Saat ini kami sedang melakukan pengejaran terhadap pelakunya,” ungkapnya.
Sejauh ini, polisi telah meminta keterangan sekitar lima orang saksi. Mereka terdiri dari orang-orang yang mengetahui kejadian maupun pihak yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Selain pemeriksaan saksi, penyidik juga menelusuri rekaman CCTV di sejumlah titik yang berada di sekitar lokasi pembobolan. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat alat bukti sekaligus membantu mengidentifikasi pergerakan dan identitas para pelaku.
Pengejaran pun tidak hanya dilakukan di wilayah Samarinda. Rachmat menyebut, tim telah disebar ke sejumlah wilayah, termasuk berkoordinasi dengan Polda Kaltim. Bahkan, sebagian personel sudah bergerak ke luar provinsi.
“Berdasarkan alat bukti yang kami miliki, kemungkinan besar pelaku melarikan diri ke luar Kaltim. Karena itu, sudah ada tim yang kami tugaskan untuk melakukan pengejaran ke luar daerah,” jelasnya.
Di sisi lain, penyidik belum menutup kemungkinan adanya keterlibatan pihak internal dalam aksi pembobolan tersebut. Dugaan itu masih menjadi bagian dari pendalaman untuk mengungkap bagaimana pelaku dapat menjalankan aksinya.
“Untuk kemungkinan keterlibatan orang dalam, masih kami dalami. Saat ini proses penyelidikan lebih lanjut masih berjalan,” tegas Rachmat.
Polisi kini terus mengumpulkan bukti dan menelusuri jejak pelaku guna mengungkap secara menyeluruh aksi pembobolan dua mesin ATM tersebut.
Editor: Erwin
Tim penyidik Polresta Samarinda bahkan telah bergerak hingga ke luar Kalimantan Timur (Kaltim) untuk memburu pelaku pencurian yang terjadi pada Minggu (1/11/2026) pagi.
Pelaku diduga menjalankan aksinya dengan cara masuk melalui bagian atap bangunan dan mematikan kamera pengawas (CCTV) sebelum menyasar dua mesin ATM di dalam gerai.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Rachmat Aribowo mengatakan, penyidik telah melakukan serangkaian langkah penyelidikan, mulai dari mengidentifikasi sejumlah alat bukti hingga memeriksa saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian.
“Untuk perkembangan penyelidikan, kami sudah melakukan identifikasi dan pengumpulan alat bukti. Saat ini kami sedang melakukan pengejaran terhadap pelakunya,” ungkapnya.

Sejauh ini, polisi telah meminta keterangan sekitar lima orang saksi. Mereka terdiri dari orang-orang yang mengetahui kejadian maupun pihak yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Selain pemeriksaan saksi, penyidik juga menelusuri rekaman CCTV di sejumlah titik yang berada di sekitar lokasi pembobolan. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat alat bukti sekaligus membantu mengidentifikasi pergerakan dan identitas para pelaku.
Pengejaran pun tidak hanya dilakukan di wilayah Samarinda. Rachmat menyebut, tim telah disebar ke sejumlah wilayah, termasuk berkoordinasi dengan Polda Kaltim. Bahkan, sebagian personel sudah bergerak ke luar provinsi.
“Berdasarkan alat bukti yang kami miliki, kemungkinan besar pelaku melarikan diri ke luar Kaltim. Karena itu, sudah ada tim yang kami tugaskan untuk melakukan pengejaran ke luar daerah,” jelasnya.
Di sisi lain, penyidik belum menutup kemungkinan adanya keterlibatan pihak internal dalam aksi pembobolan tersebut. Dugaan itu masih menjadi bagian dari pendalaman untuk mengungkap bagaimana pelaku dapat menjalankan aksinya.
“Untuk kemungkinan keterlibatan orang dalam, masih kami dalami. Saat ini proses penyelidikan lebih lanjut masih berjalan,” tegas Rachmat.
Polisi kini terus mengumpulkan bukti dan menelusuri jejak pelaku guna mengungkap secara menyeluruh aksi pembobolan dua mesin ATM tersebut.
Editor: Erwin







1.223 kali dibaca

Pusat gempa berada di laut 42 km Timur Laut Ruteng, Manggarai
03 Nov 2026, 18:43:49 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG