Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Penyebab kebakaran yang melanda sebuah kamar kos di Jalan Sepakat RT 101, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, masih menjadi tanda tanya.
Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Penyebab kebakaran yang melanda sebuah kamar kos di Jalan Sepakat RT 101, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, masih menjadi tanda tanya.
Polisi belum dapat memastikan sumber api maupun kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa yang menewaskan seorang bocah berusia delapan tahun tersebut, Minggu (1/11/2026) pagi.
Kebakaran di kos milik warga bernama Pak Haji itu terjadi sekitar pukul 07.00 Wita. Api diketahui setelah kepulan asap tebal muncul dari salah satu bagian bangunan kos dua lantai tersebut.
Saat kejadian, seorang ibu yang tinggal di kos tersebut sempat menyelamatkan dua anaknya yang lain ke luar bangunan. Namun, ia baru menyadari anak pertamanya masih tertinggal di dalam kamar lantai bawah dalam kondisi tertidur.
Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian berupaya melakukan penyelamatan. Korban ditemukan di dalam kamar yang terbakar dan dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Kapolsek Sungai Pinang AKP Aksaruddin Adam membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan korban merupakan anak pertama dari tiga bersaudara yang tinggal bersama ibunya di kos tersebut.
“Setelah dilakukan evakuasi oleh tetangga, ditemukan di dalam kamar yang terbakar seorang anak berumur delapan tahun. Saat ini kondisinya sudah meninggal dunia dan sudah berada di Rumah Sakit AW Syahranie untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Aksaruddin.
Terkait penyebab kebakaran, tim Inafis Polresta Samarinda telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Namun, polisi belum bisa menyimpulkan apakah kebakaran dipicu faktor tertentu atau terdapat unsur kesengajaan.
“Kami belum bisa menyimpulkan dengan pasti. Yang jelas, sudah kami tangani dan nanti akan berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik untuk langkah selanjutnya,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Polisi belum dapat memastikan sumber api maupun kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa yang menewaskan seorang bocah berusia delapan tahun tersebut, Minggu (1/11/2026) pagi.
Kebakaran di kos milik warga bernama Pak Haji itu terjadi sekitar pukul 07.00 Wita. Api diketahui setelah kepulan asap tebal muncul dari salah satu bagian bangunan kos dua lantai tersebut.
Saat kejadian, seorang ibu yang tinggal di kos tersebut sempat menyelamatkan dua anaknya yang lain ke luar bangunan. Namun, ia baru menyadari anak pertamanya masih tertinggal di dalam kamar lantai bawah dalam kondisi tertidur.
Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian berupaya melakukan penyelamatan. Korban ditemukan di dalam kamar yang terbakar dan dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Kapolsek Sungai Pinang AKP Aksaruddin Adam membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan korban merupakan anak pertama dari tiga bersaudara yang tinggal bersama ibunya di kos tersebut.
“Setelah dilakukan evakuasi oleh tetangga, ditemukan di dalam kamar yang terbakar seorang anak berumur delapan tahun. Saat ini kondisinya sudah meninggal dunia dan sudah berada di Rumah Sakit AW Syahranie untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Aksaruddin.
Terkait penyebab kebakaran, tim Inafis Polresta Samarinda telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Namun, polisi belum bisa menyimpulkan apakah kebakaran dipicu faktor tertentu atau terdapat unsur kesengajaan.
“Kami belum bisa menyimpulkan dengan pasti. Yang jelas, sudah kami tangani dan nanti akan berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik untuk langkah selanjutnya,” pungkasnya.
Editor: Erwin








Pusat gempa berada di darat 24 km Barat Daya Kab. Pidie Jaya-Aceh
01 Nov 2026, 12:38:59 WIB • Kedalaman 6 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG