Pelaku diduga masuk dengan cara merusak akses bangunan sebelum menggasak uang di dalam kedua mesin tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi gerai menunjukkan adanya sejumlah kerusakan yang diduga berkaitan dengan upaya pelaku masuk dan keluar dari bangunan.
Pelaku disinyalir berjumlah lebih dari satu orang. Mereka diduga melancarkan aksinya setelah gerai tersebut tutup. Untuk masuk ke dalam bangunan, pelaku terlebih dahulu merusak pintu teralis di bagian depan.
Setelah berhasil masuk, para pelaku kemudian menyasar dua mesin ATM yang berada di dalam gerai. Kedua mesin tersebut dibobol untuk mengambil uang tunai yang tersimpan di dalamnya.
Tak berhenti sampai di situ, pelaku diduga menggunakan jalur plafon untuk melarikan diri. Bagian plafon bangunan ditemukan dalam kondisi rusak yang menguatkan dugaan tersebut.
Petugas Polsek Sungai Kunjang yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal. Sejumlah karyawan dan warga sekitar turut dimintai keterangan guna membantu mengungkap rangkaian kejadian.
Tim Inafis Satreskrim Polresta Samarinda juga diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas mengumpulkan sejumlah petunjuk dan bukti yang berpotensi mengarah pada identitas para pelaku.
Kapolsek Sungai Kunjang AKP Abdillah Dalimunthe melalui Kanit Reskrim Ipda Roy Sihombing mengatakan, hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut.
Menurutnya, polisi masih mendalami kronologi pembobolan, termasuk mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak yang berkaitan dengan operasional gerai maupun mesin ATM.
“Anggota masih melakukan penyelidikan di lapangan. Untuk informasi dari pihak vendor, total kerugian akibat pembobolan dua ATM tersebut diperkirakan mencapai Rp 400 juta. Nanti ditunggu informasi lebih lanjut,” ujar Roy saat dikonfirmasi pada Minggu (1/11/2026).
Besarnya nilai kerugian tersebut membuat polisi masih terus mengembangkan penyelidikan. Termasuk menelusuri kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas (CCTV) yang dapat membantu mengidentifikasi para pelaku.
“Untuk identitas pelaku maupun jumlah pasti orang yang terlibat dalam aksi pembobolan ini masih kami dalami. Saat ini penyelidikan masih terus dilakukan,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Pelaku diduga masuk dengan cara merusak akses bangunan sebelum menggasak uang di dalam kedua mesin tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi gerai menunjukkan adanya sejumlah kerusakan yang diduga berkaitan dengan upaya pelaku masuk dan keluar dari bangunan.
Pelaku disinyalir berjumlah lebih dari satu orang. Mereka diduga melancarkan aksinya setelah gerai tersebut tutup. Untuk masuk ke dalam bangunan, pelaku terlebih dahulu merusak pintu teralis di bagian depan.
Setelah berhasil masuk, para pelaku kemudian menyasar dua mesin ATM yang berada di dalam gerai. Kedua mesin tersebut dibobol untuk mengambil uang tunai yang tersimpan di dalamnya.
Tak berhenti sampai di situ, pelaku diduga menggunakan jalur plafon untuk melarikan diri. Bagian plafon bangunan ditemukan dalam kondisi rusak yang menguatkan dugaan tersebut.
Petugas Polsek Sungai Kunjang yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal. Sejumlah karyawan dan warga sekitar turut dimintai keterangan guna membantu mengungkap rangkaian kejadian.
Tim Inafis Satreskrim Polresta Samarinda juga diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas mengumpulkan sejumlah petunjuk dan bukti yang berpotensi mengarah pada identitas para pelaku.
Kapolsek Sungai Kunjang AKP Abdillah Dalimunthe melalui Kanit Reskrim Ipda Roy Sihombing mengatakan, hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut.
Menurutnya, polisi masih mendalami kronologi pembobolan, termasuk mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak yang berkaitan dengan operasional gerai maupun mesin ATM.
“Anggota masih melakukan penyelidikan di lapangan. Untuk informasi dari pihak vendor, total kerugian akibat pembobolan dua ATM tersebut diperkirakan mencapai Rp 400 juta. Nanti ditunggu informasi lebih lanjut,” ujar Roy saat dikonfirmasi pada Minggu (1/11/2026).
Besarnya nilai kerugian tersebut membuat polisi masih terus mengembangkan penyelidikan. Termasuk menelusuri kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas (CCTV) yang dapat membantu mengidentifikasi para pelaku.
“Untuk identitas pelaku maupun jumlah pasti orang yang terlibat dalam aksi pembobolan ini masih kami dalami. Saat ini penyelidikan masih terus dilakukan,” pungkasnya.