Kasatlantas Polres Kukar AKP Ahmad Fandoli menegaskan hal itu dan menyebut jalan raya bukan tempat untuk mempertaruhkan keselamatan demi mendapatkan foto maupun video dengan sudut pengambilan gambar tertentu.
Polres Kukar sudah mengambil langkah pencegahan dengan turun langsung memberikan edukasi kepada para fotografer yang biasa beraktivitas di sepanjang jalur tersebut. Kegiatan itu dilaksanakan bersama masyarakat pada Minggu (25/10/2026) pekan lalu.
“Kami mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Para fotografer kami berikan pemahaman agar aktivitas mengambil gambar tidak sampai memicu perilaku berkendara yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ungkap Fandoli dikonfirmasi Korankaltim.com, Jumat (30/10/2026).
Berdasarkan indikasi di lapangan, terdapat dugaan sejumlah pengendara khususnya anak-anak, memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi demi mendapatkan hasil foto atau video yang dianggap menarik. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena perilaku berkendara dengan kecepatan tinggi di jalan umum berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal. Apalagi, jalur poros Tenggarong-Samarinda merupakan akses yang juga digunakan masyarakat umum untuk mobilitas sehari-hari.
Aktivitas fotografi kendaraan sebenarnya dapat dilakukan tanpa harus mengorbankan keselamatan. Karena itu, diperlukan kesadaran bersama, baik dari fotografer maupun pengendara, untuk memahami batasan dan tidak mendorong terjadinya aksi kebut-kebutan.
“Kami ingin aktivitas fotografi tetap berjalan, tetapi keselamatan harus menjadi prioritas. Jangan sampai karena ingin mendapatkan angle yang bagus, justru melakukan tindakan yang berisiko dan membahayakan banyak orang,” ucap Fandoli.
Keterlibatan masyarakat yang ikut membantu memberikan edukasi serta mengantisipasi aktivitas berkendara berisiko di kawasan tersebut mendapat apresiasi. Kepedulian masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan keamanan dan ketertiban berlalu lintas.
“Karena sejatinya pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, kami apresiasi atas kepedulian masyarakat selama ini,” terangnya.
Satlantas Polres Kukar pun akan terus mengedepankan langkah preventif melalui edukasi dan pendekatan langsung kepada masyarakat. Harapannya, jalur poros Tenggarong-Samarinda tidak disalahgunakan sebagai lokasi aksi balap liar maupun kebut-kebutan.
“Jangan sampai keinginan mendapatkan foto dan video yang bagus justru berujung pada kecelakaan. Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga keselamatan dan menjadikan budaya tertib berlalu lintas sebagai kebutuhan,” pungkas Fandoli.
Editor: Aspian Nur
Kasatlantas Polres Kukar AKP Ahmad Fandoli menegaskan hal itu dan menyebut jalan raya bukan tempat untuk mempertaruhkan keselamatan demi mendapatkan foto maupun video dengan sudut pengambilan gambar tertentu.
Polres Kukar sudah mengambil langkah pencegahan dengan turun langsung memberikan edukasi kepada para fotografer yang biasa beraktivitas di sepanjang jalur tersebut. Kegiatan itu dilaksanakan bersama masyarakat pada Minggu (25/10/2026) pekan lalu.
“Kami mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Para fotografer kami berikan pemahaman agar aktivitas mengambil gambar tidak sampai memicu perilaku berkendara yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ungkap Fandoli dikonfirmasi Korankaltim.com, Jumat (30/10/2026).
Berdasarkan indikasi di lapangan, terdapat dugaan sejumlah pengendara khususnya anak-anak, memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi demi mendapatkan hasil foto atau video yang dianggap menarik. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena perilaku berkendara dengan kecepatan tinggi di jalan umum berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal. Apalagi, jalur poros Tenggarong-Samarinda merupakan akses yang juga digunakan masyarakat umum untuk mobilitas sehari-hari.
Aktivitas fotografi kendaraan sebenarnya dapat dilakukan tanpa harus mengorbankan keselamatan. Karena itu, diperlukan kesadaran bersama, baik dari fotografer maupun pengendara, untuk memahami batasan dan tidak mendorong terjadinya aksi kebut-kebutan.
“Kami ingin aktivitas fotografi tetap berjalan, tetapi keselamatan harus menjadi prioritas. Jangan sampai karena ingin mendapatkan angle yang bagus, justru melakukan tindakan yang berisiko dan membahayakan banyak orang,” ucap Fandoli.
Keterlibatan masyarakat yang ikut membantu memberikan edukasi serta mengantisipasi aktivitas berkendara berisiko di kawasan tersebut mendapat apresiasi. Kepedulian masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan keamanan dan ketertiban berlalu lintas.
“Karena sejatinya pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, kami apresiasi atas kepedulian masyarakat selama ini,” terangnya.
Satlantas Polres Kukar pun akan terus mengedepankan langkah preventif melalui edukasi dan pendekatan langsung kepada masyarakat. Harapannya, jalur poros Tenggarong-Samarinda tidak disalahgunakan sebagai lokasi aksi balap liar maupun kebut-kebutan.
“Jangan sampai keinginan mendapatkan foto dan video yang bagus justru berujung pada kecelakaan. Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga keselamatan dan menjadikan budaya tertib berlalu lintas sebagai kebutuhan,” pungkas Fandoli.
Editor: Aspian Nur