Peristiwa yang terjadi Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 23.00 WITA malam hari itu sempat terekam kamera ponsel warga. Video pemukulan beredar di media sosial dan menarik perhatian masyarakat. Dalam rekaman itu, terlihat seorang pria menjadi sasaran pukulan di depan sebuah konter handphone. Situasi di sekitar lokasi sempat ramai ketika sejumlah orang terlibat dalam insiden tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang Iptu Dedi Lantang membenarkan kejadian tersebut. Polisi bahkan telah mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam aksi pemukulan. Pria itu diketahui merupakan karyawan konter handphone tempat kejadian berlangsung.
Berdasarkan penelusuran awal, persoalan bermula dari kesalahpahaman antara seorang pria dengan perempuan yang bekerja di konter tersebut. Pria itu disebut memiliki ketertarikan terhadap perempuan tersebut, tetapi perasaannya tidak mendapat respons sesuai harapannya.
Perselisihan semakin memanas ketika pria tersebut diduga mengambil kunci sepeda motor milik perempuan itu. Keduanya kemudian terlibat tarik-menarik karena pria tersebut hendak membawa kendaraan, sementara perempuan itu tidak mengizinkannya.
"Awalnya salah paham. Kemudian terjadi cekcok hingga tarik-menarik sepeda motor. Setelah itu datang karyawan konter bersama teman-temannya," terang Dedi, Jumat (30/10/2026).
Kedatangan sejumlah orang tersebut kemudian berujung pada pemukulan terhadap pria yang sebelumnya terlibat cekcok. Setelah kejadian, korban sempat meninggalkan lokasi. Namun, persoalan itu akhirnya dibawa ke kantor polisi bersama pihak keluarga.
Polisi sempat berupaya mempertemukan kedua belah pihak untuk menyelesaikan persoalan melalui mediasi. Namun, pihak korban meminta agar proses tersebut ditunda karena masih ingin mempertimbangkan langkah yang akan ditempuh.
"Sudah dibawa ke kantor, rencananya mau dimediasi. Tetapi dari pihak korban meminta ditunda dulu. Katanya akan dipikirkan terlebih dahulu," jelasnya.
Meski belum ada keputusan dari pihak korban, Polsek Sungai Pinang memastikan penanganan kasus tersebut tetap berlanjut. Polisi akan mendalami kronologi kejadian serta meminta keterangan dari seluruh pihak yang terlibat.
"Kami akan tetap melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut, termasuk meminta keterangan pihak-pihak yang terlibat," tegas Dedi.
Polisi juga masih menunggu keputusan pihak korban terkait langkah hukum selanjutnya, termasuk kemungkinan membuat laporan resmi atas dugaan tindak kekerasan tersebut.
Editor: Aspian Nur
Peristiwa yang terjadi Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 23.00 WITA malam hari itu sempat terekam kamera ponsel warga. Video pemukulan beredar di media sosial dan menarik perhatian masyarakat. Dalam rekaman itu, terlihat seorang pria menjadi sasaran pukulan di depan sebuah konter handphone. Situasi di sekitar lokasi sempat ramai ketika sejumlah orang terlibat dalam insiden tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang Iptu Dedi Lantang membenarkan kejadian tersebut. Polisi bahkan telah mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam aksi pemukulan. Pria itu diketahui merupakan karyawan konter handphone tempat kejadian berlangsung.
Berdasarkan penelusuran awal, persoalan bermula dari kesalahpahaman antara seorang pria dengan perempuan yang bekerja di konter tersebut. Pria itu disebut memiliki ketertarikan terhadap perempuan tersebut, tetapi perasaannya tidak mendapat respons sesuai harapannya.
Perselisihan semakin memanas ketika pria tersebut diduga mengambil kunci sepeda motor milik perempuan itu. Keduanya kemudian terlibat tarik-menarik karena pria tersebut hendak membawa kendaraan, sementara perempuan itu tidak mengizinkannya.
"Awalnya salah paham. Kemudian terjadi cekcok hingga tarik-menarik sepeda motor. Setelah itu datang karyawan konter bersama teman-temannya," terang Dedi, Jumat (30/10/2026).
Kedatangan sejumlah orang tersebut kemudian berujung pada pemukulan terhadap pria yang sebelumnya terlibat cekcok. Setelah kejadian, korban sempat meninggalkan lokasi. Namun, persoalan itu akhirnya dibawa ke kantor polisi bersama pihak keluarga.
Polisi sempat berupaya mempertemukan kedua belah pihak untuk menyelesaikan persoalan melalui mediasi. Namun, pihak korban meminta agar proses tersebut ditunda karena masih ingin mempertimbangkan langkah yang akan ditempuh.
"Sudah dibawa ke kantor, rencananya mau dimediasi. Tetapi dari pihak korban meminta ditunda dulu. Katanya akan dipikirkan terlebih dahulu," jelasnya.
Meski belum ada keputusan dari pihak korban, Polsek Sungai Pinang memastikan penanganan kasus tersebut tetap berlanjut. Polisi akan mendalami kronologi kejadian serta meminta keterangan dari seluruh pihak yang terlibat.
"Kami akan tetap melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut, termasuk meminta keterangan pihak-pihak yang terlibat," tegas Dedi.
Polisi juga masih menunggu keputusan pihak korban terkait langkah hukum selanjutnya, termasuk kemungkinan membuat laporan resmi atas dugaan tindak kekerasan tersebut.
Editor: Aspian Nur