Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) mematangkan penyusunan tiga buku sejarah daerah melalui Seminar Akhir Kajian Penulisan Sejarah Kutim tahun 2026.
1 menit baca2 kali dibaca

Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) mematangkan penyusunan tiga buku sejarah daerah melalui Seminar Akhir Kajian Penulisan Sejarah Kutim tahun 2026.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono mengatakan, penyusunan buku tersebut merupakan upaya pemerintah daerah untuk mendokumentasikan perjalanan sejarah, tradisi, serta keberagaman budaya masyarakat Kutim agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyusunan naskah, mulai dari tim peneliti Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Mulawarman (Unmul), tim penulis, pengendali mutu hingga tokoh masyarakat.
"Pentingnya ketelitian dalam proses penyempurnaan naskah, terutama terkait penulisan nama tokoh, nama tempat serta keakuratan data sejarah," ungkapnya, Kamis (29/10/2026).
Hal ini diperlukan agar buku yang diterbitkan dapat dipertanggungjawabkan dan menjadi rujukan yang tepercaya. Buku sebagai karya besar yang nantinya menjadi koleksi museum akan disebarkan ke seluruh sekolah agar bisa dipelajari anak-anak.
"Ketiga buku tersebut tidak hanya ditujukan sebagai dokumentasi sejarah, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran bagi masyarakat dan pelajar," ujarnya.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Ilham menjelaskan, penyusunan buku sejarah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk melestarikan sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya lokal secara lebih luas.
Proses penyusunan naskah membutuhkan kerja panjang melalui penelusuran sumber sejarah, pengumpulan data, wawancara mendalam, serta kajian terhadap berbagai dokumen dan referensi.
"Seluruh tahapan itu dilakukan untuk memastikan informasi yang disajikan memiliki dasar yang kuat," bebernya.
Seminar akhir menjadi ruang untuk menguji hasil kajian sekaligus menghimpun masukan dari berbagai pihak sebelum naskah diselesaikan. Hasil kajian dan penulisan dipaparkan untuk mendapatkan tanggapan peserta.
"Sekaligus evaluasi dan rekomendasi dari tim pengendali mutu sebagai bahan penyempurnaan naskah,” tutupnya. (Adv)
Editor: Erwin
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono mengatakan, penyusunan buku tersebut merupakan upaya pemerintah daerah untuk mendokumentasikan perjalanan sejarah, tradisi, serta keberagaman budaya masyarakat Kutim agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyusunan naskah, mulai dari tim peneliti Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Mulawarman (Unmul), tim penulis, pengendali mutu hingga tokoh masyarakat.
"Pentingnya ketelitian dalam proses penyempurnaan naskah, terutama terkait penulisan nama tokoh, nama tempat serta keakuratan data sejarah," ungkapnya, Kamis (29/10/2026).
Hal ini diperlukan agar buku yang diterbitkan dapat dipertanggungjawabkan dan menjadi rujukan yang tepercaya. Buku sebagai karya besar yang nantinya menjadi koleksi museum akan disebarkan ke seluruh sekolah agar bisa dipelajari anak-anak.

"Ketiga buku tersebut tidak hanya ditujukan sebagai dokumentasi sejarah, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran bagi masyarakat dan pelajar," ujarnya.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Ilham menjelaskan, penyusunan buku sejarah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk melestarikan sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya lokal secara lebih luas.
Proses penyusunan naskah membutuhkan kerja panjang melalui penelusuran sumber sejarah, pengumpulan data, wawancara mendalam, serta kajian terhadap berbagai dokumen dan referensi.
"Seluruh tahapan itu dilakukan untuk memastikan informasi yang disajikan memiliki dasar yang kuat," bebernya.

Seminar akhir menjadi ruang untuk menguji hasil kajian sekaligus menghimpun masukan dari berbagai pihak sebelum naskah diselesaikan. Hasil kajian dan penulisan dipaparkan untuk mendapatkan tanggapan peserta.
"Sekaligus evaluasi dan rekomendasi dari tim pengendali mutu sebagai bahan penyempurnaan naskah,” tutupnya. (Adv)
Editor: Erwin












Pusat gempa berada di darat 153 km tenggara Oksibil
29 Okt 2026, 10:26:49 WIB • Kedalaman 120 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG
