Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyebutkan, total investasi yang ditargetkan masuk ke dua kawasan industri di Kutim mencapai Rp71 triliun. Investasi tersebut terdiri atas Rp41 triliun di Kawasan Industri Batuta Chemical Industrial Park (BCIP) dan Rp30 triliun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy. Pengembangan industri ini diharapkan menjadi bagian dari transformasi ekonomi.
“Kami memproyeksikan kegiatan di kedua kawasan tersebut mulai berjalan pada 2030 mendatang,” kata Ardiansyah.
Salah satu proyek strategis yang dikembangkan adalah gasifikasi batu bara menjadi metanol. Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam melalui pengolahan di dalam negeri.
Di Kawasan Industri BCIP, peletakan batu pertama proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol telah dilaksanakan. Sementara KEK Maloy juga diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengembangan industri dengan target investasi mencapai Rp30 triliun.
“Sektor perkebunan kelapa sawit memiliki peluang besar untuk mendukung transformasi energi nasional,” ujarnya, Kamis (29/10/2026).
Potensi tersebut semakin relevan dengan dorongan pemerintah terhadap penggunaan bahan bakar nabati melalui program B50. Pengembangan perkebunan kelapa sawit dan industri pengolahan harus berjalan beriringan agar sumber daya alam yang dimiliki Kutim dapat memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi daerah.
“Pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Pengembangan investasi di Kutim diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai ekonomi, tetapi juga disertai penerapan prinsip keberlanjutan, pengelolaan risiko lingkungan serta upaya pencegahan kebakaran.
“Kita berupaya memperkuat peran sektor perkebunan dan industri pengolahan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyebutkan, total investasi yang ditargetkan masuk ke dua kawasan industri di Kutim mencapai Rp71 triliun. Investasi tersebut terdiri atas Rp41 triliun di Kawasan Industri Batuta Chemical Industrial Park (BCIP) dan Rp30 triliun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy. Pengembangan industri ini diharapkan menjadi bagian dari transformasi ekonomi.
“Kami memproyeksikan kegiatan di kedua kawasan tersebut mulai berjalan pada 2030 mendatang,” kata Ardiansyah.
Salah satu proyek strategis yang dikembangkan adalah gasifikasi batu bara menjadi metanol. Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam melalui pengolahan di dalam negeri.
Di Kawasan Industri BCIP, peletakan batu pertama proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol telah dilaksanakan. Sementara KEK Maloy juga diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengembangan industri dengan target investasi mencapai Rp30 triliun.
“Sektor perkebunan kelapa sawit memiliki peluang besar untuk mendukung transformasi energi nasional,” ujarnya, Kamis (29/10/2026).
Potensi tersebut semakin relevan dengan dorongan pemerintah terhadap penggunaan bahan bakar nabati melalui program B50. Pengembangan perkebunan kelapa sawit dan industri pengolahan harus berjalan beriringan agar sumber daya alam yang dimiliki Kutim dapat memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi daerah.
“Pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Pengembangan investasi di Kutim diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai ekonomi, tetapi juga disertai penerapan prinsip keberlanjutan, pengelolaan risiko lingkungan serta upaya pencegahan kebakaran.
“Kita berupaya memperkuat peran sektor perkebunan dan industri pengolahan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin