Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman meminta seluruh atlet Kutim memanfaatkan kesempatan sebagai tuan rumah untuk menunjukkan kemampuan terbaik. Ia menilai, status tuan rumah harus menjadi tambahan motivasi untuk meraih prestasi.
Sebagai tuan rumah, Kutim tidak hanya ingin menyukseskan penyelenggaraan, tetapi juga membidik gelar juara umum
"Seluruh atlet tampil maksimal dan berjuang membawa Kutim menjadi juara umum," tegas Ardiansyah saat pembukaan Porprov Korpri IV Kaltim 2026 di Lapangan Helipad, Sangatta Utara.
Ia juga mengingatkan para atlet agar tidak hanya mengejar kemenangan secara individu, tetapi tetap menjaga kekompakan dan sportivitas selama pertandingan. Sebab, setiap peserta membawa nama baik daerah dan institusi masing-masing.
Semangat tersebut turut diperkuat Ketua Kontingen Bapor Korpri Kutim, Basuki Isnawan. Ia menyebut kontingen Kutim telah mempersiapkan diri dengan melibatkan 218 personel yang terdiri atas 178 atlet, 12 manajer, 15 pelatih dan 13 ofisial.
Seluruh personel tersebut akan memperkuat Kutim pada 12 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan. Basuki menegaskan, kekuatan kontingen tidak hanya terletak pada kemampuan atlet, tetapi juga persatuan seluruh tim.
"Seluruh unsur kontingen harus saling mendukung, menjaga kekompakan serta berjuang bersama untuk mewujudkan target juara umum," ujarnya.
Pemkab Kutim pun mulai mendapat jawaban dari arena pertandingan. Cabang olahraga catur menjadi pembuka perolehan medali bagi tuan rumah setelah Muhidin dan Sudirman berhasil menyumbangkan satu medali emas dan satu perunggu.
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Harian Bapor Korpri Kutim, Syahfur. Ia menilai keberhasilan cabor catur menjadi modal awal yang penting untuk meningkatkan kepercayaan diri atlet dari cabang olahraga lainnya.
"Perolehan satu emas dan satu perunggu dari catur patut kita syukuri," ujarnya.
Hal ini menjadi awal yang menggembirakan sekaligus motivasi agar atlet dari cabor lain semakin bersemangat menghadapi pertandingan. Kutim memiliki dua tanggung jawab sekaligus, yakni menyukseskan penyelenggaraan dan membuktikan kemampuan atletnya di hadapan kontingen kabupaten/kota se-Kaltim.
"Kita tetap fokus dan tidak cepat berpuas diri hingga kompetisi berakhir," pungkasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman meminta seluruh atlet Kutim memanfaatkan kesempatan sebagai tuan rumah untuk menunjukkan kemampuan terbaik. Ia menilai, status tuan rumah harus menjadi tambahan motivasi untuk meraih prestasi.
Sebagai tuan rumah, Kutim tidak hanya ingin menyukseskan penyelenggaraan, tetapi juga membidik gelar juara umum
"Seluruh atlet tampil maksimal dan berjuang membawa Kutim menjadi juara umum," tegas Ardiansyah saat pembukaan Porprov Korpri IV Kaltim 2026 di Lapangan Helipad, Sangatta Utara.
Ia juga mengingatkan para atlet agar tidak hanya mengejar kemenangan secara individu, tetapi tetap menjaga kekompakan dan sportivitas selama pertandingan. Sebab, setiap peserta membawa nama baik daerah dan institusi masing-masing.
Semangat tersebut turut diperkuat Ketua Kontingen Bapor Korpri Kutim, Basuki Isnawan. Ia menyebut kontingen Kutim telah mempersiapkan diri dengan melibatkan 218 personel yang terdiri atas 178 atlet, 12 manajer, 15 pelatih dan 13 ofisial.
Seluruh personel tersebut akan memperkuat Kutim pada 12 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan. Basuki menegaskan, kekuatan kontingen tidak hanya terletak pada kemampuan atlet, tetapi juga persatuan seluruh tim.
"Seluruh unsur kontingen harus saling mendukung, menjaga kekompakan serta berjuang bersama untuk mewujudkan target juara umum," ujarnya.
Pemkab Kutim pun mulai mendapat jawaban dari arena pertandingan. Cabang olahraga catur menjadi pembuka perolehan medali bagi tuan rumah setelah Muhidin dan Sudirman berhasil menyumbangkan satu medali emas dan satu perunggu.
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Harian Bapor Korpri Kutim, Syahfur. Ia menilai keberhasilan cabor catur menjadi modal awal yang penting untuk meningkatkan kepercayaan diri atlet dari cabang olahraga lainnya.
"Perolehan satu emas dan satu perunggu dari catur patut kita syukuri," ujarnya.
Hal ini menjadi awal yang menggembirakan sekaligus motivasi agar atlet dari cabor lain semakin bersemangat menghadapi pertandingan. Kutim memiliki dua tanggung jawab sekaligus, yakni menyukseskan penyelenggaraan dan membuktikan kemampuan atletnya di hadapan kontingen kabupaten/kota se-Kaltim.
"Kita tetap fokus dan tidak cepat berpuas diri hingga kompetisi berakhir," pungkasnya. (Adv)