Langkah ini diambil setelah sejumlah bahan pokok, terutama cabai rawit, bawang merah, dan sayuran di kawasan Tenggarong mulai merangkak naik.
“Untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif, petugas kami dikerahkan untuk melakukan monitoring harga secara harian di sejumlah pasar tradisional, termasuk Pasar Mangkurawang, Tenggarong,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias, Minggu (1/11/2026).
Ia mengatakan, pengawasan ketat ini bertujuan agar penyaluran bantuan pemerintah tidak salah sasaran.
“Hasilnya dari pantauan itulah kami akan mengetahui komoditas mana yang perlu dibantu. Kalau tidak asal subsidi, tapi berdasarkan apa yang benar-benar dirasakan warga di lapangan,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret upaya meredam gejolak harga, Pemkab Kukar resmi menjalin kemitraan dengan PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM). Kerja sama ini difokuskan untuk mengucurkan subsidi langsung pada komoditas cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih, sehingga masyarakat bisa mendapatkan pasokan dengan harga di bawah rata-rata pasar.
Selain itu, pemerintah daerah juga menjadwalkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) massal pada Desember 2026 mendatang. Program ini sengaja disiapkan sebagai jaring pengaman logistik saat konsumsi masyarakat mencapai puncaknya di akhir 2026.
Melalui integrasi subsidi Perusda dan pasar murah ini, pihaknya optimistis stabilitas pasokan pangan daerah akan tetap terjaga sekaligus memberikan rasa tenang bagi warga dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka.
“Kami harap masyarakat tetap tenang, karena Pemkab Kukar sudah mencarikan solusinya terkait persoalan ini,” harapnya. (Adv)
Editor: Erwin
Langkah ini diambil setelah sejumlah bahan pokok, terutama cabai rawit, bawang merah, dan sayuran di kawasan Tenggarong mulai merangkak naik.
“Untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif, petugas kami dikerahkan untuk melakukan monitoring harga secara harian di sejumlah pasar tradisional, termasuk Pasar Mangkurawang, Tenggarong,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias, Minggu (1/11/2026).
Ia mengatakan, pengawasan ketat ini bertujuan agar penyaluran bantuan pemerintah tidak salah sasaran.
“Hasilnya dari pantauan itulah kami akan mengetahui komoditas mana yang perlu dibantu. Kalau tidak asal subsidi, tapi berdasarkan apa yang benar-benar dirasakan warga di lapangan,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret upaya meredam gejolak harga, Pemkab Kukar resmi menjalin kemitraan dengan PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM). Kerja sama ini difokuskan untuk mengucurkan subsidi langsung pada komoditas cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih, sehingga masyarakat bisa mendapatkan pasokan dengan harga di bawah rata-rata pasar.
Selain itu, pemerintah daerah juga menjadwalkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) massal pada Desember 2026 mendatang. Program ini sengaja disiapkan sebagai jaring pengaman logistik saat konsumsi masyarakat mencapai puncaknya di akhir 2026.
Melalui integrasi subsidi Perusda dan pasar murah ini, pihaknya optimistis stabilitas pasokan pangan daerah akan tetap terjaga sekaligus memberikan rasa tenang bagi warga dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka.
“Kami harap masyarakat tetap tenang, karena Pemkab Kukar sudah mencarikan solusinya terkait persoalan ini,” harapnya. (Adv)