Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Rencana menghadirkan bioskop di Kecamatan Tenggarong kini memasuki babak baru.
1 menit baca3 kali dibaca

Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Rencana menghadirkan bioskop di Kecamatan Tenggarong kini memasuki babak baru.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan persiapan fasilitas rekreasi layar lebar ini untuk melengkapi sarana hiburan di wilayah Ibu Kota Kabupaten.
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, mengatakan, fokus pemerintah saat ini adalah menjajaki model pengelolaan dan skema kerja sama yang paling ideal. Dalam hal ini, pihaknya ingin memastikan proyek tersebut memiliki prospek bisnis yang matang dan berkelanjutan.
"Kami menekankan pentingnya kalkulasi ekonomi yang tepat supaya bioskop iti tidak jadi beban, melainkan menjadi aset yang mandiri dan menguntungkan bagi daerah," kata Rendi, Sabtu (31/10/2026).
Dalam mematangkan konsep ini, Pemkab Kukar menjadikan beberapa daerah seperti Berau, Tabalong, dan Batulicin sebagai referensi sukses.
Kata dia, daerah-daerah itu terbukti mampu mengoperasikan bioskop berkualitas tinggi secara mandiri tanpa harus menggandeng jaringan waralaba besar seperti XXI.
Ia menilai, model alternatif tersebut sangat memungkinkan untuk diterapkan di Tenggarong, karena tetap mampu menawarkan kenyamanan dan fasilitas yang tidak kalah bersaing.
"Tiga daerah ini. Dia tidak ada XXI, tapi dia punya bioskop yang setara. Kemudian online, kualitas room-nya juga sama," ujarnya.
Gagasan membangun bioskop di Tenggarong ini sebenarnya sudah ada sejak 2025. Pemerintah daerah terus berupaya merealisasikannya agar masyarakat Kukar memiliki alternatif hiburan yang dekat tanpa harus menghabiskan waktu dan biaya untuk bepergian ke luar kota.
Selain memanjakan para pencinta film, kehadiran bioskop ini diproyeksikan menjadi magnet ekonomi baru di Tenggarong. Tidak hanya itu, area di sekitar bioskop juga mampu menghidupkan sektor kuliner, perdagangan, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
"Pemkab Kukar ingin langkah penjajakan dengan calon pengelola profesional kini terus dipacu oleh agar melahirkan kawasan perkotaan Tenggarong yang lebih modern, maju, dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat," tutupnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan persiapan fasilitas rekreasi layar lebar ini untuk melengkapi sarana hiburan di wilayah Ibu Kota Kabupaten.
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, mengatakan, fokus pemerintah saat ini adalah menjajaki model pengelolaan dan skema kerja sama yang paling ideal. Dalam hal ini, pihaknya ingin memastikan proyek tersebut memiliki prospek bisnis yang matang dan berkelanjutan.
"Kami menekankan pentingnya kalkulasi ekonomi yang tepat supaya bioskop iti tidak jadi beban, melainkan menjadi aset yang mandiri dan menguntungkan bagi daerah," kata Rendi, Sabtu (31/10/2026).
Dalam mematangkan konsep ini, Pemkab Kukar menjadikan beberapa daerah seperti Berau, Tabalong, dan Batulicin sebagai referensi sukses.

Kata dia, daerah-daerah itu terbukti mampu mengoperasikan bioskop berkualitas tinggi secara mandiri tanpa harus menggandeng jaringan waralaba besar seperti XXI.
Ia menilai, model alternatif tersebut sangat memungkinkan untuk diterapkan di Tenggarong, karena tetap mampu menawarkan kenyamanan dan fasilitas yang tidak kalah bersaing.
"Tiga daerah ini. Dia tidak ada XXI, tapi dia punya bioskop yang setara. Kemudian online, kualitas room-nya juga sama," ujarnya.
Gagasan membangun bioskop di Tenggarong ini sebenarnya sudah ada sejak 2025. Pemerintah daerah terus berupaya merealisasikannya agar masyarakat Kukar memiliki alternatif hiburan yang dekat tanpa harus menghabiskan waktu dan biaya untuk bepergian ke luar kota.

Selain memanjakan para pencinta film, kehadiran bioskop ini diproyeksikan menjadi magnet ekonomi baru di Tenggarong. Tidak hanya itu, area di sekitar bioskop juga mampu menghidupkan sektor kuliner, perdagangan, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
"Pemkab Kukar ingin langkah penjajakan dengan calon pengelola profesional kini terus dipacu oleh agar melahirkan kawasan perkotaan Tenggarong yang lebih modern, maju, dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat," tutupnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur











Pusat gempa berada di laut 13 km tenggara Bahodopi
31 Okt 2026, 15:23:13 WIB • Kedalaman 4 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG