Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Aliansi Masyarakat Tiga Ormas di Kutai Kartanegara (Kukar) mendatangi Kantor PLN ULP Tenggarong, Selasa (27/10/2026), untuk mempertanyakan pemadaman listrik bergilir berapa bulan terakhir.
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Aliansi Masyarakat Tiga Ormas di Kutai Kartanegara (Kukar) mendatangi Kantor PLN ULP Tenggarong, Selasa (27/10/2026), untuk mempertanyakan pemadaman listrik bergilir berapa bulan terakhir.
Massa menuntut PLN untuk memberikan penjelasan secara transparan terkait alasan teknis di balik pemadaman listrik yang meresahkan warga.
Pertemuan itu berujung kekecewaan lantaran manajemen PLN dinilai tidak mampu memberikan penjelasan yang memadai.
Ketua Harian Aliansi Tiga Ormas Kukar, Mochammad Saddam Jordi, menyayangkan sikap pimpinan PLN ULP Tenggarong, Dwi Haryati, yang dinilai tak mampu memberikan penjelasan saat ditanya massa aksi.
“Kami ke sini mewakili masyarakat Kukar untuk menanyakan langsung kepada manajer. Tapi jawabannya linglung dan tidak bisa menjelaskan secara rinci. Mulai dari titik jaringan yang rusak, alasan penentuan jadwal pemadaman, hingga lokasi spesifik aliran yang terganggu,” ujar Saddam usai aksi.
Menurutnya, alasan pemeliharaan dan perbaikan yang selama ini kerap diumumkan pihak PLN terasa janggal. Terlebih, Kukar dikenal sebagai salah satu daerah penyumbang energi terbesar di Indonesia, khususnya melalui sektor batu bara dan keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) skala besar di wilayah setempat.
“Kukar ini penyuplai besar sumber daya alam dan energi. Kok bisa kita malah sering kena dampak pemadaman. Setiap bulan warga tertib membayar listrik, tapi penjelasan dari manajer PLN Kukar sangat tidak jelas dan seolah-olah hanya berkedok sebagai pelayan yang tidak tahu apa-apa,” tegasnya.
Akibat pemadaman yang masif ini, kata Saddam, banyak warga yang mengalami kerusakan alat elektronik rumahan seperti kulkas hingga instalasi listrik. Pihaknya pun mengimbau masyarakat yang dirugikan untuk mendokumentasikan kerusakan tersebut dan membawanya melapor ke Polres Kukar guna menuntut pertanggungjawaban hukum.
Sebagai langkah lanjutan, aliansi berencana melakukan konsolidasi kembali dengan tim untuk mempertimbangkan aksi penutupan Kantor PLN ULP Tenggarong jika dalam waktu dekat tidak ada solusi serta penjelasan data yang transparan.
Sementara itu, Ketua Komunitas Barber Tenggarong, Agung Prasetyo, mengungkapkan bahwa pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir sangat mengganggu produktivitas usahanya di kawasan Danau Haji dan Danau Murung.
“Ini sangat meresahkan kami. Saat usaha barbershop kami sedang ramai tiba-tiba mati lampu. Bayangkan baru memotong rambut setengah jalan, tiba-tiba listrik padam, masa iya dilanjut besok paginya,” ucap Agung.
Akibat pemadaman listrik yang tidak menentu ini, Agung mengaku mengalami kerugian materiil berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per hari. Ia bersama para pelaku usaha lainnya berharap ada bentuk kompensasi nyata dari pihak PLN atas kerugian yang dialami warga selama tiga bulan terakhir.
Manajemen PLN ULP Tenggarong belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut kepada awak media terkait tuntutan keterbukaan data maupun ancaman aksi lanjutan dari massa aliansi tersebut.
Editor: Erwin
Massa menuntut PLN untuk memberikan penjelasan secara transparan terkait alasan teknis di balik pemadaman listrik yang meresahkan warga.
Pertemuan itu berujung kekecewaan lantaran manajemen PLN dinilai tidak mampu memberikan penjelasan yang memadai.
Ketua Harian Aliansi Tiga Ormas Kukar, Mochammad Saddam Jordi, menyayangkan sikap pimpinan PLN ULP Tenggarong, Dwi Haryati, yang dinilai tak mampu memberikan penjelasan saat ditanya massa aksi.
“Kami ke sini mewakili masyarakat Kukar untuk menanyakan langsung kepada manajer. Tapi jawabannya linglung dan tidak bisa menjelaskan secara rinci. Mulai dari titik jaringan yang rusak, alasan penentuan jadwal pemadaman, hingga lokasi spesifik aliran yang terganggu,” ujar Saddam usai aksi.

Menurutnya, alasan pemeliharaan dan perbaikan yang selama ini kerap diumumkan pihak PLN terasa janggal. Terlebih, Kukar dikenal sebagai salah satu daerah penyumbang energi terbesar di Indonesia, khususnya melalui sektor batu bara dan keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) skala besar di wilayah setempat.
“Kukar ini penyuplai besar sumber daya alam dan energi. Kok bisa kita malah sering kena dampak pemadaman. Setiap bulan warga tertib membayar listrik, tapi penjelasan dari manajer PLN Kukar sangat tidak jelas dan seolah-olah hanya berkedok sebagai pelayan yang tidak tahu apa-apa,” tegasnya.
Akibat pemadaman yang masif ini, kata Saddam, banyak warga yang mengalami kerusakan alat elektronik rumahan seperti kulkas hingga instalasi listrik. Pihaknya pun mengimbau masyarakat yang dirugikan untuk mendokumentasikan kerusakan tersebut dan membawanya melapor ke Polres Kukar guna menuntut pertanggungjawaban hukum.
Sebagai langkah lanjutan, aliansi berencana melakukan konsolidasi kembali dengan tim untuk mempertimbangkan aksi penutupan Kantor PLN ULP Tenggarong jika dalam waktu dekat tidak ada solusi serta penjelasan data yang transparan.



Kutai Kartanegara




Kutai Kartanegara
Sementara itu, Ketua Komunitas Barber Tenggarong, Agung Prasetyo, mengungkapkan bahwa pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir sangat mengganggu produktivitas usahanya di kawasan Danau Haji dan Danau Murung.
“Ini sangat meresahkan kami. Saat usaha barbershop kami sedang ramai tiba-tiba mati lampu. Bayangkan baru memotong rambut setengah jalan, tiba-tiba listrik padam, masa iya dilanjut besok paginya,” ucap Agung.
Akibat pemadaman listrik yang tidak menentu ini, Agung mengaku mengalami kerugian materiil berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per hari. Ia bersama para pelaku usaha lainnya berharap ada bentuk kompensasi nyata dari pihak PLN atas kerugian yang dialami warga selama tiga bulan terakhir.
Manajemen PLN ULP Tenggarong belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut kepada awak media terkait tuntutan keterbukaan data maupun ancaman aksi lanjutan dari massa aliansi tersebut.

Editor: Erwin


430 kali dibaca



Pusat gempa berada di laut 30 km timur laut Mbay, Nagekeo
26 Okt 2026, 11:53:42 WIB • Kedalaman 13 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG
