Penulis: Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Keterbatasan akses akibat kondisi geografis tak boleh menjadi penghalang masyarakat untuk mendapatkan pelayanan publik.
3 menit baca4 kali dibaca

Penulis: Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Keterbatasan akses akibat kondisi geografis tak boleh menjadi penghalang masyarakat untuk mendapatkan pelayanan publik.
Prinsip inilah yang dihadirkan Pemerintah Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), melalui inovasi Pelayanan Terapung Kecamatan Anggana atau Petarung Kencana.
Mengandalkan kapal atau speedboat, program ini membawa petugas dan layanan administrasi kependudukan langsung ke desa-desa, termasuk wilayah pesisir yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Warga pun dapat mengurus dokumen penting tanpa harus mengeluarkan waktu, tenaga, dan biaya perjalanan menuju pusat pelayanan.
Inovasi tersebut mendapat apresiasi dalam Pekan Inovasi dan Kreativitas Daerah Kabupaten Kukar 2026. Penghargaan yang diraih menjadi dorongan bagi Kecamatan Anggana untuk terus mengembangkan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Camat Anggana Rokip mengatakan, Petarung Kencana merupakan bentuk penyesuaian pelayanan pemerintah terhadap kondisi wilayah dan kebutuhan warga. Ia juga menyebut program tersebut merupakan gagasan yang telah dirintis oleh camat sebelumnya, Rendra, yang kini menjabat Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Kukar.
“Alhamdulillah, kami mendapatkan penghargaan melalui program Petarung Kencana. Program ini merupakan gagasan yang sebelumnya telah dirintis oleh Pak Rendra,” kata Rokip dikonfirmasi korankaltim.com, Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan, bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir, mengurus dokumen kependudukan tidak selalu mudah. Jarak, akses transportasi, serta kondisi wilayah perairan dapat menjadi kendala ketika warga harus datang langsung ke pusat pelayanan.
Petarung Kencana berupaya memangkas hambatan tersebut dengan menghadirkan pelayanan langsung di lokasi yang dijangkau masyarakat. Layanan yang disediakan meliputi pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Identitas Anak (KIA), akta kelahiran, hingga kartu keluarga (KK).
Bahkan, dalam pelaksanaan sebelumnya, layanan ini pernah diperluas dengan pemeriksaan kesehatan gratis serta konsultasi mengenai Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
Rokip menjelaskan, masyarakat dapat menerima dokumen yang telah selesai diproses langsung di lokasi pelayanan. “Dengan demikian, warga tidak perlu kembali menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengambil dokumen kependudukan,” jelasnya.
Manfaat tersebut menjadi nilai penting dari inovasi ini. Pelayanan tidak sekadar berpindah tempat, tetapi juga dirancang untuk memangkas tahapan yang membebani masyarakat, sepanjang persyaratan administrasi telah terpenuhi.
Pelaksanaan Petarung Kencana melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil tingkat kabupaten dan provinsi, puskesmas, serta kepolisian. “Program ini juga mendapat dukungan Pertamina Hulu Mahakam sebagai sponsor utama,” sebutnya.
Kolaborasi lintas instansi memungkinkan masyarakat memperoleh akses sejumlah layanan dalam satu kegiatan. Pendekatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik membutuhkan sinergi, terutama di wilayah dengan tantangan geografis.
Diketahui, Kecamatan Anggana memiliki delapan desa definitif dan satu desa persiapan. Empat desa berada di wilayah laut, sedangkan lima lainnya berada di daratan. Kondisi ini membuat strategi pelayanan langsung menjadi salah satu pendekatan yang relevan untuk menjangkau warga secara lebih merata.
Pada 2026, Petarung Kencana telah dilaksanakan satu kali. Pemerintah Kecamatan Anggana merencanakan pelayanan lanjutan pada November, dengan kemungkinan tambahan kegiatan hingga akhir tahun untuk menjangkau desa-desa yang menjadi sasaran.
Penghargaan dalam Pekan Inovasi dan Kreativitas Daerah Kukar 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian administratif. Lebih dari itu, pengakuan tersebut menjadi motivasi untuk menjaga keberlanjutan program, memperluas jangkauan pelayanan, dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Melalui Petarung Kencana, Kecamatan Anggana menunjukkan bahwa inovasi pelayanan publik tidak selalu harus dimulai dari teknologi yang rumit.
“Kehadiran pemerintah secara langsung, pemahaman terhadap kebutuhan warga, serta kerja sama lintas sektor dapat menjadi langkah nyata untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, mudah, dan inklusif,” demikian Rokip. (Adv)
Editor: Aspian Nur
Prinsip inilah yang dihadirkan Pemerintah Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), melalui inovasi Pelayanan Terapung Kecamatan Anggana atau Petarung Kencana.
Mengandalkan kapal atau speedboat, program ini membawa petugas dan layanan administrasi kependudukan langsung ke desa-desa, termasuk wilayah pesisir yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Warga pun dapat mengurus dokumen penting tanpa harus mengeluarkan waktu, tenaga, dan biaya perjalanan menuju pusat pelayanan.
Inovasi tersebut mendapat apresiasi dalam Pekan Inovasi dan Kreativitas Daerah Kabupaten Kukar 2026. Penghargaan yang diraih menjadi dorongan bagi Kecamatan Anggana untuk terus mengembangkan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Camat Anggana Rokip mengatakan, Petarung Kencana merupakan bentuk penyesuaian pelayanan pemerintah terhadap kondisi wilayah dan kebutuhan warga. Ia juga menyebut program tersebut merupakan gagasan yang telah dirintis oleh camat sebelumnya, Rendra, yang kini menjabat Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Kukar.

“Alhamdulillah, kami mendapatkan penghargaan melalui program Petarung Kencana. Program ini merupakan gagasan yang sebelumnya telah dirintis oleh Pak Rendra,” kata Rokip dikonfirmasi korankaltim.com, Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan, bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir, mengurus dokumen kependudukan tidak selalu mudah. Jarak, akses transportasi, serta kondisi wilayah perairan dapat menjadi kendala ketika warga harus datang langsung ke pusat pelayanan.
Petarung Kencana berupaya memangkas hambatan tersebut dengan menghadirkan pelayanan langsung di lokasi yang dijangkau masyarakat. Layanan yang disediakan meliputi pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Identitas Anak (KIA), akta kelahiran, hingga kartu keluarga (KK).
Bahkan, dalam pelaksanaan sebelumnya, layanan ini pernah diperluas dengan pemeriksaan kesehatan gratis serta konsultasi mengenai Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
Rokip menjelaskan, masyarakat dapat menerima dokumen yang telah selesai diproses langsung di lokasi pelayanan. “Dengan demikian, warga tidak perlu kembali menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengambil dokumen kependudukan,” jelasnya.
Manfaat tersebut menjadi nilai penting dari inovasi ini. Pelayanan tidak sekadar berpindah tempat, tetapi juga dirancang untuk memangkas tahapan yang membebani masyarakat, sepanjang persyaratan administrasi telah terpenuhi.
Pelaksanaan Petarung Kencana melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil tingkat kabupaten dan provinsi, puskesmas, serta kepolisian. “Program ini juga mendapat dukungan Pertamina Hulu Mahakam sebagai sponsor utama,” sebutnya.
Kolaborasi lintas instansi memungkinkan masyarakat memperoleh akses sejumlah layanan dalam satu kegiatan. Pendekatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik membutuhkan sinergi, terutama di wilayah dengan tantangan geografis.






Diketahui, Kecamatan Anggana memiliki delapan desa definitif dan satu desa persiapan. Empat desa berada di wilayah laut, sedangkan lima lainnya berada di daratan. Kondisi ini membuat strategi pelayanan langsung menjadi salah satu pendekatan yang relevan untuk menjangkau warga secara lebih merata.
Pada 2026, Petarung Kencana telah dilaksanakan satu kali. Pemerintah Kecamatan Anggana merencanakan pelayanan lanjutan pada November, dengan kemungkinan tambahan kegiatan hingga akhir tahun untuk menjangkau desa-desa yang menjadi sasaran.
Penghargaan dalam Pekan Inovasi dan Kreativitas Daerah Kukar 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian administratif. Lebih dari itu, pengakuan tersebut menjadi motivasi untuk menjaga keberlanjutan program, memperluas jangkauan pelayanan, dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Melalui Petarung Kencana, Kecamatan Anggana menunjukkan bahwa inovasi pelayanan publik tidak selalu harus dimulai dari teknologi yang rumit.
“Kehadiran pemerintah secara langsung, pemahaman terhadap kebutuhan warga, serta kerja sama lintas sektor dapat menjadi langkah nyata untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, mudah, dan inklusif,” demikian Rokip. (Adv)
Editor: Aspian Nur

Pusat gempa berada di laut 169 km BaratLaut Tanimbar
02 Nov 2026, 07:53:11 WIB • Kedalaman 130 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG