Presiden Borneo FC tersebut menilai perkembangan sepak bola Kaltim sejauh ini telah menunjukkan progres positif. Karena itu, ia ingin melanjutkan capaian yang sudah ada sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi talenta daerah untuk berkembang.
Salah satu upaya yang disiapkan adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang perwasitan. Selain itu, kompetisi di daerah juga perlu diperkuat agar pemain-pemain lokal memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan mendapat peluang menuju level yang lebih tinggi.
“Yang jelas kita akan berbuat lebih baik lagi. Saya sudah memantau progres dan perkembangan sepak bola Provinsi Kalimantan Timur, sejauh ini sudah sangat baik. Tentu saya hadir untuk membuatnya bisa lebih baik lagi,” ujar Nabil, Jumat (6/11/2026).
Ia mengaku telah menjalin komunikasi dengan sejumlah pengurus PSSI di kabupaten/kota. Namun, terkait dukungan yang telah dikantongi, Nabil belum ingin berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya kepada masing-masing daerah.
Dukungan terhadap pencalonannya mulai disampaikan sejumlah pengurus sepak bola. Plt Ketua PSSI Kota Samarinda, Joha Fajal, yang turut mendampingi Nabil mengambil formulir pencalonan, secara terbuka menyatakan dukungan dari Askot Samarinda.
Joha menilai Nabil memiliki pengalaman dan pemahaman tentang sepak bola karena selama ini terlibat langsung sebagai pelaku industri olahraga, termasuk menjabat Presiden Borneo FC.
“Kita membutuhkan sosok yang masih muda dan enerjik. Kita juga tidak perlu meragukan pemahamannya tentang sepak bola karena beliau sudah berkecimpung langsung sebagai pelaku sepak bola,” kata Joha.
Ia berharap komunikasi antarpengurus Askab dan Askot semakin kuat. Joha bahkan menyatakan kesiapannya menjadi fasilitator untuk mempertemukan para pengurus daerah guna membangun kesamaan pandangan dalam memajukan sepak bola Kaltim.
Dukungan serupa disampaikan Ketua AFI Kaltim, Adnan Faridhan. Ia menyatakan dukungan penuh kepada Nabil karena menilai rekam jejak dan keterlibatannya di dunia sepak bola sudah tidak perlu diragukan.
“Saya rasa tidak perlu alasan karena kita sudah tahu beliau 100 persen di sepak bola. Rekam jejaknya sudah jelas dan beliau sudah berpuluh-puluh tahun berada di dunia ini,” ujarnya.
Adnan berharap Nabil dapat mengambil peran lebih besar dalam pengembangan sepak bola Kaltim melalui kepemimpinan di tingkat provinsi.
Editor: Erwin
Presiden Borneo FC tersebut menilai perkembangan sepak bola Kaltim sejauh ini telah menunjukkan progres positif. Karena itu, ia ingin melanjutkan capaian yang sudah ada sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi talenta daerah untuk berkembang.
Salah satu upaya yang disiapkan adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang perwasitan. Selain itu, kompetisi di daerah juga perlu diperkuat agar pemain-pemain lokal memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan mendapat peluang menuju level yang lebih tinggi.
“Yang jelas kita akan berbuat lebih baik lagi. Saya sudah memantau progres dan perkembangan sepak bola Provinsi Kalimantan Timur, sejauh ini sudah sangat baik. Tentu saya hadir untuk membuatnya bisa lebih baik lagi,” ujar Nabil, Jumat (6/11/2026).
Ia mengaku telah menjalin komunikasi dengan sejumlah pengurus PSSI di kabupaten/kota. Namun, terkait dukungan yang telah dikantongi, Nabil belum ingin berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya kepada masing-masing daerah.
Dukungan terhadap pencalonannya mulai disampaikan sejumlah pengurus sepak bola. Plt Ketua PSSI Kota Samarinda, Joha Fajal, yang turut mendampingi Nabil mengambil formulir pencalonan, secara terbuka menyatakan dukungan dari Askot Samarinda.
Joha menilai Nabil memiliki pengalaman dan pemahaman tentang sepak bola karena selama ini terlibat langsung sebagai pelaku industri olahraga, termasuk menjabat Presiden Borneo FC.
“Kita membutuhkan sosok yang masih muda dan enerjik. Kita juga tidak perlu meragukan pemahamannya tentang sepak bola karena beliau sudah berkecimpung langsung sebagai pelaku sepak bola,” kata Joha.
Ia berharap komunikasi antarpengurus Askab dan Askot semakin kuat. Joha bahkan menyatakan kesiapannya menjadi fasilitator untuk mempertemukan para pengurus daerah guna membangun kesamaan pandangan dalam memajukan sepak bola Kaltim.
Dukungan serupa disampaikan Ketua AFI Kaltim, Adnan Faridhan. Ia menyatakan dukungan penuh kepada Nabil karena menilai rekam jejak dan keterlibatannya di dunia sepak bola sudah tidak perlu diragukan.
“Saya rasa tidak perlu alasan karena kita sudah tahu beliau 100 persen di sepak bola. Rekam jejaknya sudah jelas dan beliau sudah berpuluh-puluh tahun berada di dunia ini,” ujarnya.
Adnan berharap Nabil dapat mengambil peran lebih besar dalam pengembangan sepak bola Kaltim melalui kepemimpinan di tingkat provinsi.
Editor: Erwin