Dari dua lokasi kebakaran yang terpantau, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai lima hektare di masing-masing titik atau total sekitar sepuluh hektare di Kecamatan Sangatta Selatan dan 2.500 meter persegi di Kecamatan Sangatta Utara.
Kepala Bidang Kedaruratan danLogistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim Muhammad Naim mengatakan, penanganan karhutla di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya lokasi titik api yang jauh dari jangkauan. Selain itu, keterbatasan sumber air serta akses jalan yang belum dapat dilalui kendaraan petugas.
“Petugas menghadapi kendala karena beberapa titik api berada jauh dari jangkauan. Akses jalan belum memungkinkan kendaraan operasional masuk ke lokasi,” kata Naim saat dikonfirmasi pada Jum'at (6/11/2026).
Kondisi tersebut membuat proses penanganan kebakaran membutuhkan upaya ekstra, terutama untuk mencegah api meluas ke kawasan hutan maupun mendekati permukiman warga. Kapolsek Sangatta Bambang Eko mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Praktik tersebut sangat berisiko, terlebih ketika kondisi lahan kering sehingga api mudah merambat. “Kami sudah berulang kali menyampaikan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan membakar," kata Bambang.
Api yang awalnya kecil bisa sulit dikendalikan dan merambat hingga mengancam permukiman. Selain larangan membakar lahan, masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala sembarangan, khususnya di kawasan hutan, perkebunan maupun lahan terbuka.
"Kami bersama tim gabungan terus mengintensifkan patroli dan sosialisasi untuk mengantisipasi munculnya titik api baru," jelasnya.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan asap atau indikasi kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin. Pencegahan menjadi langkah penting untuk menghindari meluasnya karhutla yang dapat mengancam keselamatan masyarakat di lingkungan sekitar. "Hampir setiap hari petugas turun melakukan pemadaman di sejumlah titik karena kerap muncul sumber api," pungkas Bambang.
Editor: Aspian Nur
Dari dua lokasi kebakaran yang terpantau, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai lima hektare di masing-masing titik atau total sekitar sepuluh hektare di Kecamatan Sangatta Selatan dan 2.500 meter persegi di Kecamatan Sangatta Utara.
Kepala Bidang Kedaruratan danLogistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim Muhammad Naim mengatakan, penanganan karhutla di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya lokasi titik api yang jauh dari jangkauan. Selain itu, keterbatasan sumber air serta akses jalan yang belum dapat dilalui kendaraan petugas.
“Petugas menghadapi kendala karena beberapa titik api berada jauh dari jangkauan. Akses jalan belum memungkinkan kendaraan operasional masuk ke lokasi,” kata Naim saat dikonfirmasi pada Jum'at (6/11/2026).
Kondisi tersebut membuat proses penanganan kebakaran membutuhkan upaya ekstra, terutama untuk mencegah api meluas ke kawasan hutan maupun mendekati permukiman warga. Kapolsek Sangatta Bambang Eko mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Praktik tersebut sangat berisiko, terlebih ketika kondisi lahan kering sehingga api mudah merambat. “Kami sudah berulang kali menyampaikan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan membakar," kata Bambang.
Api yang awalnya kecil bisa sulit dikendalikan dan merambat hingga mengancam permukiman. Selain larangan membakar lahan, masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala sembarangan, khususnya di kawasan hutan, perkebunan maupun lahan terbuka.
"Kami bersama tim gabungan terus mengintensifkan patroli dan sosialisasi untuk mengantisipasi munculnya titik api baru," jelasnya.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan asap atau indikasi kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin. Pencegahan menjadi langkah penting untuk menghindari meluasnya karhutla yang dapat mengancam keselamatan masyarakat di lingkungan sekitar. "Hampir setiap hari petugas turun melakukan pemadaman di sejumlah titik karena kerap muncul sumber api," pungkas Bambang.