Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) mengonfirmasi terjadinya insiden robohnya pagar di salah satu area operasional perusahaan di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) mengonfirmasi terjadinya insiden robohnya pagar di salah satu area operasional perusahaan di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Peristiwa tragis ini mengakibatkan seorang petugas keamanan berinisial SF (37) meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan pagar besi pembatas pada Selasa (3/11/2026).
Manager Communication Relations and CID PT Pertamina Hulu Indonesia, Doni Indrawan, menyampaikan duka cita yang mendalam serta belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan atas insiden yang menimpa almarhum.
Setelah menerima laporan robohnya pagar tersebut, pihak perusahaan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian dan memberikan penanganan medis kepada korban dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.
“Perusahaan terus melakukan koordinasi dan memberikan dukungan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dalam proses penyelidikan yang sedang berlangsung. Perusahaan terbuka terhadap informasi yang dapat membantu penyelidikan dan penanganan kejadian ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Doni kepada Korankaltim.com, Rabu (4/11/2026).
Doni menegaskan, sebagai langkah tindak lanjut, PT PHSS berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap peristiwa ini guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Sementara itu, berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, insiden ini pertama kali diketahui oleh seorang warga setempat yang melihat pagar besi di area parkir sudah dalam kondisi ambruk dan hampir roboh. Warga pun melaporkan temuan itu ke pos keamanan Badak 20.
Mendapat laporan tersebut, personel keamanan Badak 20 langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.
Setibanya di area parkir, petugas mendapati rekan mereka sudah tergeletak tidak bernyawa di bawah reruntuhan pagar besi dan langsung dievakuasi ke Klinik BOHC yang berada di Sanga-Sanga.
Editor: Erwin
Peristiwa tragis ini mengakibatkan seorang petugas keamanan berinisial SF (37) meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan pagar besi pembatas pada Selasa (3/11/2026).
Manager Communication Relations and CID PT Pertamina Hulu Indonesia, Doni Indrawan, menyampaikan duka cita yang mendalam serta belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan atas insiden yang menimpa almarhum.
Setelah menerima laporan robohnya pagar tersebut, pihak perusahaan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian dan memberikan penanganan medis kepada korban dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.
“Perusahaan terus melakukan koordinasi dan memberikan dukungan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dalam proses penyelidikan yang sedang berlangsung. Perusahaan terbuka terhadap informasi yang dapat membantu penyelidikan dan penanganan kejadian ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Doni kepada Korankaltim.com, Rabu (4/11/2026).

Doni menegaskan, sebagai langkah tindak lanjut, PT PHSS berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap peristiwa ini guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Sementara itu, berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, insiden ini pertama kali diketahui oleh seorang warga setempat yang melihat pagar besi di area parkir sudah dalam kondisi ambruk dan hampir roboh. Warga pun melaporkan temuan itu ke pos keamanan Badak 20.
Mendapat laporan tersebut, personel keamanan Badak 20 langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.
Setibanya di area parkir, petugas mendapati rekan mereka sudah tergeletak tidak bernyawa di bawah reruntuhan pagar besi dan langsung dievakuasi ke Klinik BOHC yang berada di Sanga-Sanga.
Editor: Erwin

Kutai Kartanegara


Kutai Kartanegara


Kutai Kartanegara


1.225 kali dibaca

Pusat gempa berada di darat 40 km timur laut Sigi
04 Nov 2026, 14:56:34 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG