Penulis: Muhammad Anshori
KORANKAKTIM.COM, TENGGARONG – Sejumlah perangkat hydrant pemadam kebakaran di Kecamatan Muara Muntai yang disiapkan untuk situasi darurat dilaporkan lenyap di gondol maling, Selasa (3/11/2026).
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKAKTIM.COM, TENGGARONG – Sejumlah perangkat hydrant pemadam kebakaran di Kecamatan Muara Muntai yang disiapkan untuk situasi darurat dilaporkan lenyap di gondol maling, Selasa (3/11/2026).
Aksi dugaan pencurian ini tersebar di tiga desa sekaligus, yakni Desa Muara Muntai Ulu, Muara Muntai Ilir, dan Desa Kayu Batu.
Hilangnya sarana ini memicu kekhawatiran, sebab tanpa adanya hydrant di area pemukiman, pasokan air darurat saat terjadi kebakaran bangunan atau lahan akan terhambat secara drastis.
Pihak desa dan petugas pemadam yang melakukan inspeksi lapangan dikejutkan dengan kondisi beberapa titik tiang hydrant yang kini kosong melompong.
“Ya ada beberapa kepala hydrant yang hilang,” kata Camat Muara Muntai, Mulyadi, Rabu (4/11/2026).
Hilangnya alat penunjang keselamatan ini dipastikan akan memperlambat pergerakan tim pemadam, relawan, dan aparat saat terjadi bencana. Masalah ini menjadi kian menyulitkan bagi wilayah pemukiman yang lokasinya jauh dari sumber air alami.
Menyikapi situasi yang mengancam keselamatan bersama ini, aparat keamanan dan pemerintah desa bergerak melakukan pendataan ulang seluruh unit hydrant di wilayah Kecamatan Muara Muntai untuk memetakan titik yang telah dirusak atau dicuri.
“Koordinasi sudah dilakukan kepada pihak kepolisian untuk mengetahui titik-titik kepala hydrant yang hilang,” ujarnya.
Masyarakat diminta lebih waspada dan ikut bertanggung jawab menjaga fasilitas publik tersebut. Tindakan merusak atau mencuri hydrant merupakan bentuk kejahatan yang tak dapat ditoleransi karena taruhannya adalah nyawa banyak orang.
“Hydrant ini aset keselamatan bersama yang sangat bermanfaat untuk menyelamatkan nyawa banyak orang, sehingga tindakan pencurian perangkat ini sangat merugikan sekali dan akan di tindak tegas menurut hukum yang berlaku,” tutupnya.
Editor: Erwin
Aksi dugaan pencurian ini tersebar di tiga desa sekaligus, yakni Desa Muara Muntai Ulu, Muara Muntai Ilir, dan Desa Kayu Batu.
Hilangnya sarana ini memicu kekhawatiran, sebab tanpa adanya hydrant di area pemukiman, pasokan air darurat saat terjadi kebakaran bangunan atau lahan akan terhambat secara drastis.
Pihak desa dan petugas pemadam yang melakukan inspeksi lapangan dikejutkan dengan kondisi beberapa titik tiang hydrant yang kini kosong melompong.
“Ya ada beberapa kepala hydrant yang hilang,” kata Camat Muara Muntai, Mulyadi, Rabu (4/11/2026).

Hilangnya alat penunjang keselamatan ini dipastikan akan memperlambat pergerakan tim pemadam, relawan, dan aparat saat terjadi bencana. Masalah ini menjadi kian menyulitkan bagi wilayah pemukiman yang lokasinya jauh dari sumber air alami.
Menyikapi situasi yang mengancam keselamatan bersama ini, aparat keamanan dan pemerintah desa bergerak melakukan pendataan ulang seluruh unit hydrant di wilayah Kecamatan Muara Muntai untuk memetakan titik yang telah dirusak atau dicuri.
“Koordinasi sudah dilakukan kepada pihak kepolisian untuk mengetahui titik-titik kepala hydrant yang hilang,” ujarnya.
Masyarakat diminta lebih waspada dan ikut bertanggung jawab menjaga fasilitas publik tersebut. Tindakan merusak atau mencuri hydrant merupakan bentuk kejahatan yang tak dapat ditoleransi karena taruhannya adalah nyawa banyak orang.
“Hydrant ini aset keselamatan bersama yang sangat bermanfaat untuk menyelamatkan nyawa banyak orang, sehingga tindakan pencurian perangkat ini sangat merugikan sekali dan akan di tindak tegas menurut hukum yang berlaku,” tutupnya.
Editor: Erwin


Kutai Kartanegara




Kutai Kartanegara

1.225 kali dibaca

Pusat gempa berada di darat 40 km timur laut Sigi
04 Nov 2026, 14:56:34 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG