“Keberhasilan Kutai Kartanegara menembus 10 besar nasional dari 49 kabupaten/kota dalam Festival Gemini Academy Impact Awards 2026 adalah bukti nyata bahwa pendidik di Kukar tidak pernah tertinggal. Kita adalah pionir dalam merangkul teknologi masa depan demi kecerdasan anak cucu kita di Odah Etam,” ujarnya.
Aulia menilai, prestasi tersebut bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan hasil kerja keras para guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah dalam menghadapi tantangan pendidikan, termasuk kondisi geografis Kukar yang membentang dari kawasan pesisir hingga hulu Sungai Mahakam.
Menurutnya, para pendidik terus berupaya belajar, beradaptasi, dan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran.
Atas capaian tersebut, Aulia menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta PT Reformasi Generasi Indonesia (REFO Indonesia) yang telah mendukung pelaksanaan program Gemini Academy Impact Awards 2026.
Ia menyebutkan, program tersebut menjadi wadah apresiasi bagi para pendidik sekaligus mendorong peningkatan kompetensi dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) di lingkungan pendidikan.
Program Gemini Academy dirancang untuk meningkatkan literasi AI bagi guru dan tenaga kependidikan, khususnya dalam memanfaatkan teknologi Gemini untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Pemanfaatannya mencakup penyusunan bahan ajar, pengembangan asesmen, pengelolaan kelas, hingga penciptaan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Aulia menegaskan bahwa AI seharusnya dipandang sebagai alat bantu untuk memperkuat peran guru, bukan sebagai ancaman terhadap profesi pendidik. (*)
“Keberhasilan Kutai Kartanegara menembus 10 besar nasional dari 49 kabupaten/kota dalam Festival Gemini Academy Impact Awards 2026 adalah bukti nyata bahwa pendidik di Kukar tidak pernah tertinggal. Kita adalah pionir dalam merangkul teknologi masa depan demi kecerdasan anak cucu kita di Odah Etam,” ujarnya.
Aulia menilai, prestasi tersebut bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan hasil kerja keras para guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah dalam menghadapi tantangan pendidikan, termasuk kondisi geografis Kukar yang membentang dari kawasan pesisir hingga hulu Sungai Mahakam.
Menurutnya, para pendidik terus berupaya belajar, beradaptasi, dan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran.
Atas capaian tersebut, Aulia menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta PT Reformasi Generasi Indonesia (REFO Indonesia) yang telah mendukung pelaksanaan program Gemini Academy Impact Awards 2026.
Ia menyebutkan, program tersebut menjadi wadah apresiasi bagi para pendidik sekaligus mendorong peningkatan kompetensi dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) di lingkungan pendidikan.
Program Gemini Academy dirancang untuk meningkatkan literasi AI bagi guru dan tenaga kependidikan, khususnya dalam memanfaatkan teknologi Gemini untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Pemanfaatannya mencakup penyusunan bahan ajar, pengembangan asesmen, pengelolaan kelas, hingga penciptaan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Aulia menegaskan bahwa AI seharusnya dipandang sebagai alat bantu untuk memperkuat peran guru, bukan sebagai ancaman terhadap profesi pendidik. (*)