Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Berau dinilai belum sebanding dengan besarnya potensi sektor perikanan yang dimiliki daerah.
2 menit baca3 kali dibaca

Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Berau dinilai belum sebanding dengan besarnya potensi sektor perikanan yang dimiliki daerah.
Pasalnya, lebih dari 20 kampung disebut memiliki karakteristik sebagai kawasan nelayan, tetapi pembangunan program tersebut saat ini baru berjalan di dua lokasi.
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, banyak kampung pesisir maupun kawasan yang masyarakatnya menggantungkan mata pencaharian dari sektor perikanan berpeluang mendapatkan program KNMP.
Sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi antara lain Bidukbiduk, Talisayan, Batu Putih, Maratua, Pegat Bukur, Betumbuk, Usiran hingga Batu-Batu.
“Potensi perikanan KNMP memang besar. Lebih dari 20 kampung merupakan kampung nelayan,” ujarnya, Jumat (6/11/2026).
Sumadi menyebut, berdasarkan koordinasi yang telah dilakukan, saat ini baru dua kampung yang dinilai memenuhi kelengkapan persyaratan untuk memulai pembangunan. Kedua lokasi tersebut menjadi tahap awal pengembangan KNMP di Berau.
Karena itu, ia meminta Dinas Perikanan (Diskan) Berau lebih proaktif melakukan pemetaan potensi kampung sekaligus membantu pemerintah kecamatan dan kampung dalam memenuhi persyaratan administrasi maupun teknis.
Sebab, koordinasi lintas pemerintahan menjadi faktor penting agar kampung-kampung potensial tidak kehilangan kesempatan memperoleh program dari pemerintah pusat.
“Diskan harus berkoordinasi dengan camat dan pemerintah kampung agar segera diurus. Saya juga terlibat dalam pengajuannya,” tegasnya.
Sumadi menambahkan, keberadaan KNMP tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur. Lebih dari itu, fasilitas yang dibangun harus mampu menunjang aktivitas nelayan, memperlancar distribusi hasil tangkapan, serta meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
Ia menyebut, nilai pembangunan KNMP pada dua kampung yang saat ini diproses mencapai sekitar Rp15 miliar. Dengan nilai investasi tersebut, pemerintah daerah perlu memastikan seluruh fasilitas dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Selain mendorong perluasan program KNMP, Sumadi juga menyoroti pentingnya optimalisasi infrastruktur perikanan yang sudah tersedia. Salah satunya pelabuhan perikanan dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Tanjung Batu yang dinilai perlu didorong pemanfaatannya.
“Yang penting manfaatnya kita dapat, perekonomian tumbuh dan perputaran ekonomi di Berau meningkat,” tutupnya.
Editor: Erwin
Pasalnya, lebih dari 20 kampung disebut memiliki karakteristik sebagai kawasan nelayan, tetapi pembangunan program tersebut saat ini baru berjalan di dua lokasi.
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, banyak kampung pesisir maupun kawasan yang masyarakatnya menggantungkan mata pencaharian dari sektor perikanan berpeluang mendapatkan program KNMP.
Sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi antara lain Bidukbiduk, Talisayan, Batu Putih, Maratua, Pegat Bukur, Betumbuk, Usiran hingga Batu-Batu.
“Potensi perikanan KNMP memang besar. Lebih dari 20 kampung merupakan kampung nelayan,” ujarnya, Jumat (6/11/2026).

Sumadi menyebut, berdasarkan koordinasi yang telah dilakukan, saat ini baru dua kampung yang dinilai memenuhi kelengkapan persyaratan untuk memulai pembangunan. Kedua lokasi tersebut menjadi tahap awal pengembangan KNMP di Berau.
Karena itu, ia meminta Dinas Perikanan (Diskan) Berau lebih proaktif melakukan pemetaan potensi kampung sekaligus membantu pemerintah kecamatan dan kampung dalam memenuhi persyaratan administrasi maupun teknis.
Sebab, koordinasi lintas pemerintahan menjadi faktor penting agar kampung-kampung potensial tidak kehilangan kesempatan memperoleh program dari pemerintah pusat.
“Diskan harus berkoordinasi dengan camat dan pemerintah kampung agar segera diurus. Saya juga terlibat dalam pengajuannya,” tegasnya.
Sumadi menambahkan, keberadaan KNMP tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur. Lebih dari itu, fasilitas yang dibangun harus mampu menunjang aktivitas nelayan, memperlancar distribusi hasil tangkapan, serta meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
Ia menyebut, nilai pembangunan KNMP pada dua kampung yang saat ini diproses mencapai sekitar Rp15 miliar. Dengan nilai investasi tersebut, pemerintah daerah perlu memastikan seluruh fasilitas dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Selain mendorong perluasan program KNMP, Sumadi juga menyoroti pentingnya optimalisasi infrastruktur perikanan yang sudah tersedia. Salah satunya pelabuhan perikanan dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Tanjung Batu yang dinilai perlu didorong pemanfaatannya.
“Yang penting manfaatnya kita dapat, perekonomian tumbuh dan perputaran ekonomi di Berau meningkat,” tutupnya.
Editor: Erwin







Pusat gempa berada di darat 130 km barat laut Kep. Mentawai
06 Nov 2026, 17:30:55 WIB • Kedalaman 17 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG