Penulis: Yieli Desvin
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif menjadi salah satu fokus Bank Indonesia (BI) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim).
2 menit baca4 kali dibaca

Penulis: Yieli Desvin
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif menjadi salah satu fokus Bank Indonesia (BI) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim).
Melalui Mahakarya Etam Festival 2026, BI mempertemukan pelaku usaha dengan peluang pembiayaan, investasi, dan perluasan pasar sekaligus mempromosikan produk unggulan daerah.
Upaya tersebut turut diperkuat dengan capaian pembinaan 50 UMKM melalui program Digital Kaltimpreneurs yang mencatatkan peningkatan rata-rata omzet sebesar 37,98 persen sepanjang 2026.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltim, Jajang Hermawan, mengatakan pengembangan UMKM dilakukan melalui sejumlah program pendampingan dan fasilitasi akses pasar. Salah satunya Ekspor Kaltimpreneurs yang diikuti 16 UMKM dengan nilai nota kesepahaman (MoU) mencapai Rp15,1 miliar atau meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan 2025.
“Selain itu, dalam Digital Kaltimpreneurs terdapat 50 UMKM yang telah mengikuti program dengan rata-rata omzet meningkat sebesar 37,98 persen,” ujarnya saat pembukaan Mahakarya Etam Festival 2026 di Big Mal Samarinda, Jumat (6/11/2026).
Jajang menambahkan, program Bima Etam yang dijalankan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltimtara dan pemerintah daerah telah menjangkau 573 UMKM dengan total sekitar Rp30,49 miliar. Sementara itu, rangkaian Trade Expo Indonesia di Jakarta menghasilkan letter of intent (LoI) senilai Rp64,3 miliar.
Deputi Gubernur BI, Soliki M Juhro, mengatakan penguatan UMKM perlu menjadi bagian dari strategi memperluas sumber pertumbuhan ekonomi baru di Kaltim. Terlebih, ekonomi Kaltim pada triwulan II 2026 tumbuh 3,35 persen secara tahunan, masih di bawah pertumbuhan nasional sebesar 5,29 persen.
“Pertumbuhan ekonomi perlu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, salah satunya melalui penguatan UMKM agar semakin produktif, berdaya saing, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.
Menurutnya, potensi wastra, kerajinan, dan pangan lokal perlu dikembangkan melalui peningkatan kualitas produk, inovasi, akses pembiayaan, serta perluasan pasar. Ia juga mengajak masyarakat berbelanja di stan UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi daerah.
Staf Ahli Bidang II Pemerintah Provinsi Kaltim, Siti Farisyah Yana, menyebut pengembangan UMKM juga perlu terintegrasi dengan sektor pariwisata. Produk kuliner, kriya, dan busana khas daerah dinilai dapat memperkaya daya tarik destinasi sekaligus membuka peluang pasar bagi pelaku usaha lokal.
“Pemerintah Provinsi Kaltim terus mendorong pengembangan UMKM melalui berbagai pelatihan, pendampingan kewirausahaan, serta perluasan akses pembiayaan dan pemasaran, termasuk program QRIS,” jelasnya.
Mahakarya Etam Festival 2026 berlangsung pada 6- 8 November dengan menghadirkan pameran UMKM, temu bisnis, gelar wicara, pameran Museum Bank Indonesia (MuBI) serta berbagai kompetisi ekonomi kreatif.
Editor: Erwin
Melalui Mahakarya Etam Festival 2026, BI mempertemukan pelaku usaha dengan peluang pembiayaan, investasi, dan perluasan pasar sekaligus mempromosikan produk unggulan daerah.
Upaya tersebut turut diperkuat dengan capaian pembinaan 50 UMKM melalui program Digital Kaltimpreneurs yang mencatatkan peningkatan rata-rata omzet sebesar 37,98 persen sepanjang 2026.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltim, Jajang Hermawan, mengatakan pengembangan UMKM dilakukan melalui sejumlah program pendampingan dan fasilitasi akses pasar. Salah satunya Ekspor Kaltimpreneurs yang diikuti 16 UMKM dengan nilai nota kesepahaman (MoU) mencapai Rp15,1 miliar atau meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan 2025.
“Selain itu, dalam Digital Kaltimpreneurs terdapat 50 UMKM yang telah mengikuti program dengan rata-rata omzet meningkat sebesar 37,98 persen,” ujarnya saat pembukaan Mahakarya Etam Festival 2026 di Big Mal Samarinda, Jumat (6/11/2026).

Jajang menambahkan, program Bima Etam yang dijalankan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltimtara dan pemerintah daerah telah menjangkau 573 UMKM dengan total sekitar Rp30,49 miliar. Sementara itu, rangkaian Trade Expo Indonesia di Jakarta menghasilkan letter of intent (LoI) senilai Rp64,3 miliar.
Deputi Gubernur BI, Soliki M Juhro, mengatakan penguatan UMKM perlu menjadi bagian dari strategi memperluas sumber pertumbuhan ekonomi baru di Kaltim. Terlebih, ekonomi Kaltim pada triwulan II 2026 tumbuh 3,35 persen secara tahunan, masih di bawah pertumbuhan nasional sebesar 5,29 persen.
“Pertumbuhan ekonomi perlu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, salah satunya melalui penguatan UMKM agar semakin produktif, berdaya saing, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.
Menurutnya, potensi wastra, kerajinan, dan pangan lokal perlu dikembangkan melalui peningkatan kualitas produk, inovasi, akses pembiayaan, serta perluasan pasar. Ia juga mengajak masyarakat berbelanja di stan UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi daerah.
Staf Ahli Bidang II Pemerintah Provinsi Kaltim, Siti Farisyah Yana, menyebut pengembangan UMKM juga perlu terintegrasi dengan sektor pariwisata. Produk kuliner, kriya, dan busana khas daerah dinilai dapat memperkaya daya tarik destinasi sekaligus membuka peluang pasar bagi pelaku usaha lokal.
“Pemerintah Provinsi Kaltim terus mendorong pengembangan UMKM melalui berbagai pelatihan, pendampingan kewirausahaan, serta perluasan akses pembiayaan dan pemasaran, termasuk program QRIS,” jelasnya.
Mahakarya Etam Festival 2026 berlangsung pada 6- 8 November dengan menghadirkan pameran UMKM, temu bisnis, gelar wicara, pameran Museum Bank Indonesia (MuBI) serta berbagai kompetisi ekonomi kreatif.
Editor: Erwin







Pusat gempa berada di darat 130 km barat laut Kep. Mentawai
06 Nov 2026, 17:30:55 WIB • Kedalaman 17 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG