Ketua KONI Samarinda Wahyudi HS menyampaikan, kontingen Kota Tepian telah mempersiapkan diri untuk menghadapi persaingan di seluruh cabang olahraga. Hasil Babak Kualifikasi (BK) Porprov menjadi salah satu gambaran kekuatan atlet Samarinda sebelum memasuki pertandingan utama.
Menurutnya, capaian pada babak kualifikasi menjadi modal untuk menghadapi Porprov. Namun, hasil tersebut tetap harus dibuktikan melalui penampilan atlet di lapangan. Karena itu, seluruh cabang olahraga diharapkan mampu menjaga kesiapan hingga pertandingan berlangsung.
“Kita sudah mempersiapkan seluruh cabor dan kami juga harapkan agar kesiapan tetap dijaga sampai pertandingan berlangsung,” ucapnya kepada Korankaltim.com, Jumat (30/10/2026).
Berdasarkan hasil verifikasi Delegate Registration Meeting (DRM), Samarinda memiliki 1.219 atlet yang dinyatakan sah mengikuti Porprov. Dalam proses pemeriksaan tersebut, sebanyak 12 atlet tidak lolos karena persoalan administrasi kependudukan.
Sebelumnya, terdapat 30 atlet yang bermasalah dalam verifikasi. Setelah dilakukan penelusuran dan dilengkapi dokumen pendukung, 18 atlet di antaranya dapat diterima sehingga jumlah atlet yang dinyatakan sah menjadi 1.219 orang.
Sekretaris Umum KONI Samarinda, Rudy Barito juga menegaskan bahwa atlet yang memperkuat Samarinda merupakan atlet hasil pembinaan daerah. KONI memastikan tidak menggunakan atlet dari luar untuk memperkuat kontingen Kota Tepian.
Porprov VIII Kaltim 2026 mempertandingkan 64 cabang olahraga dengan total 1.072 nomor pertandingan. Dengan jumlah atlet dan nomor yang diperebutkan tersebut, Samarinda memiliki peluang untuk mengumpulkan medali.
“Kami tetap targetkan juara umum ya, apalagi hasil BK Porprov kemarin menjadi modal besar bagi kami,” terangnya.
Kendati demikian, ia berharap seluruh atlet dapat menjaga kondisi fisik, mental, serta sportivitas selama bertanding. Target mempertahankan gelar juara umum diharapkan dapat dicapai melalui kerja sama atlet, pelatih, ofisial, dan pengurus cabang olahraga.
Editor: Erwin
Ketua KONI Samarinda Wahyudi HS menyampaikan, kontingen Kota Tepian telah mempersiapkan diri untuk menghadapi persaingan di seluruh cabang olahraga. Hasil Babak Kualifikasi (BK) Porprov menjadi salah satu gambaran kekuatan atlet Samarinda sebelum memasuki pertandingan utama.
Menurutnya, capaian pada babak kualifikasi menjadi modal untuk menghadapi Porprov. Namun, hasil tersebut tetap harus dibuktikan melalui penampilan atlet di lapangan. Karena itu, seluruh cabang olahraga diharapkan mampu menjaga kesiapan hingga pertandingan berlangsung.
“Kita sudah mempersiapkan seluruh cabor dan kami juga harapkan agar kesiapan tetap dijaga sampai pertandingan berlangsung,” ucapnya kepada Korankaltim.com, Jumat (30/10/2026).
Berdasarkan hasil verifikasi Delegate Registration Meeting (DRM), Samarinda memiliki 1.219 atlet yang dinyatakan sah mengikuti Porprov. Dalam proses pemeriksaan tersebut, sebanyak 12 atlet tidak lolos karena persoalan administrasi kependudukan.
Sebelumnya, terdapat 30 atlet yang bermasalah dalam verifikasi. Setelah dilakukan penelusuran dan dilengkapi dokumen pendukung, 18 atlet di antaranya dapat diterima sehingga jumlah atlet yang dinyatakan sah menjadi 1.219 orang.
Sekretaris Umum KONI Samarinda, Rudy Barito juga menegaskan bahwa atlet yang memperkuat Samarinda merupakan atlet hasil pembinaan daerah. KONI memastikan tidak menggunakan atlet dari luar untuk memperkuat kontingen Kota Tepian.
Porprov VIII Kaltim 2026 mempertandingkan 64 cabang olahraga dengan total 1.072 nomor pertandingan. Dengan jumlah atlet dan nomor yang diperebutkan tersebut, Samarinda memiliki peluang untuk mengumpulkan medali.
“Kami tetap targetkan juara umum ya, apalagi hasil BK Porprov kemarin menjadi modal besar bagi kami,” terangnya.
Kendati demikian, ia berharap seluruh atlet dapat menjaga kondisi fisik, mental, serta sportivitas selama bertanding. Target mempertahankan gelar juara umum diharapkan dapat dicapai melalui kerja sama atlet, pelatih, ofisial, dan pengurus cabang olahraga.
Editor: Erwin