Kepala Dinkes Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menyampaikan penyelenggaraan KKS tidak seharusnya hanya berorientasi pada penghargaan. Menurutnya, tujuan utama program ini adalah menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Penghargaan KKS semestinya menjadi bonus dari keberhasilan pemerintah daerah menjalankan program secara berkelanjutan. Bukan justru menjadi tujuan utama yang hanya dikejar ketika menghadapi penilaian.
“Kita tidak bisa hanya berpikir bahwa Kabupaten/Kota Sehat ini adalah lomba untuk mendapatkan penghargaan. Kalau masih ada yang berpikiran seperti itu, tentu pemikiran tersebut keliru,” ujarnya, Jumat (30/10/2026).
Lanjutnya, terdapat sembilan tatanan dalam program KKS yang memiliki kriteria dan indikator sebagai tolok ukur keberhasilan. Oleh karena, pemerintah daerah harus bisa memahami seluruh indikator tersebut untuk mengetahui capaian sekaligus menentukan aspek yang harus dibenahi.
Andi juga menyebut, konsep lingkungan sehat tidak hanya berkaitan dengan kondisi masyarakat yang terbebas dari penyakit.
“Kualitas lingkungan tempat tinggal dan aktivitas sehari-hari, seperti permukiman, sekolah, hingga ruang bermain anak, juga menjadi bagian penting dalam pembangunan kesehatan,” ucapnya.
Karena itu, pemerintah kabupaten/kota diminta memberikan perhatian terhadap kebersihan dan kelayakan lingkungan. Termasuk memperkuat upaya penghentian praktik buang air besar sembarangan (BABS) serta memperbaiki pengelolaan sampah di kawasan permukiman.
“Sebab, pemenuhan indikator KKS membutuhkan kerja sama berbagai sektor, tidak hanya mengandalkan Dinas Kesehatan. Keterlibatan pemerintah daerah, pemangku kepentingan, hingga masyarakat diperlukan agar upaya menjaga lingkungan sehat bisa berjalan konsisten,” katanya.
Andi juga menekan tugas ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Dengan begitu, kita bisa mengetahui sejauh mana keberhasilan yang telah dicapai dan apa saja yang masih perlu diperbaiki,” ujarnya.
“Kita berharap, daerah yang belum memenuhi target segera melakukan evaluasi dan menyusun langkah perbaikan sesuai kondisi masing-masing. Dengan begitu, program Kabupaten/Kota Sehat tidak sekadar menjadi ajang memperoleh penghargaan, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kaltim,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Kepala Dinkes Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menyampaikan penyelenggaraan KKS tidak seharusnya hanya berorientasi pada penghargaan. Menurutnya, tujuan utama program ini adalah menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Penghargaan KKS semestinya menjadi bonus dari keberhasilan pemerintah daerah menjalankan program secara berkelanjutan. Bukan justru menjadi tujuan utama yang hanya dikejar ketika menghadapi penilaian.
“Kita tidak bisa hanya berpikir bahwa Kabupaten/Kota Sehat ini adalah lomba untuk mendapatkan penghargaan. Kalau masih ada yang berpikiran seperti itu, tentu pemikiran tersebut keliru,” ujarnya, Jumat (30/10/2026).
Lanjutnya, terdapat sembilan tatanan dalam program KKS yang memiliki kriteria dan indikator sebagai tolok ukur keberhasilan. Oleh karena, pemerintah daerah harus bisa memahami seluruh indikator tersebut untuk mengetahui capaian sekaligus menentukan aspek yang harus dibenahi.
Andi juga menyebut, konsep lingkungan sehat tidak hanya berkaitan dengan kondisi masyarakat yang terbebas dari penyakit.
“Kualitas lingkungan tempat tinggal dan aktivitas sehari-hari, seperti permukiman, sekolah, hingga ruang bermain anak, juga menjadi bagian penting dalam pembangunan kesehatan,” ucapnya.
Karena itu, pemerintah kabupaten/kota diminta memberikan perhatian terhadap kebersihan dan kelayakan lingkungan. Termasuk memperkuat upaya penghentian praktik buang air besar sembarangan (BABS) serta memperbaiki pengelolaan sampah di kawasan permukiman.
“Sebab, pemenuhan indikator KKS membutuhkan kerja sama berbagai sektor, tidak hanya mengandalkan Dinas Kesehatan. Keterlibatan pemerintah daerah, pemangku kepentingan, hingga masyarakat diperlukan agar upaya menjaga lingkungan sehat bisa berjalan konsisten,” katanya.
Andi juga menekan tugas ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Dengan begitu, kita bisa mengetahui sejauh mana keberhasilan yang telah dicapai dan apa saja yang masih perlu diperbaiki,” ujarnya.
“Kita berharap, daerah yang belum memenuhi target segera melakukan evaluasi dan menyusun langkah perbaikan sesuai kondisi masing-masing. Dengan begitu, program Kabupaten/Kota Sehat tidak sekadar menjadi ajang memperoleh penghargaan, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kaltim,” pungkasnya.
Editor: Erwin